5 Tokoh Penyandang Gelar Sir dari Kerajaan Inggris, Salah Satunya Asal Indonesia

Reporter

Editor

Nurhadi

Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra saat sesi foto di kediamannya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat, 27 Mei 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Gelar Ksatria dengan titel Sir adalah penghargaan yang diberikan kepada individu oleh penguasa Kerajaan Inggris. Sejumlah tokoh terkenal telah mendapatkan gelar ini sebagai wujud pengakuan atas prestasi atau jasa di bidangnya masing-masing. Bahkan salah satu di antaranya berasal dari Indonesia.

Istilah Sir merupakan kependekan dari kata Sire yang berasal dari bahasa Perancis Kuno, “Sieur” (Tuan). Mulanya, kata tersebut dibawa ke Inggris tahun 1066. Sekitar 1297, istilah Sir pertama kali digunakan di Inggris sebagai titel untuk seorang pria yang bergelar Ksatria. Semantara seorang perempuan dengan gelar setara Ksatria mendapat sematan titel “Dame”, mengutip Sealand E Mare Libertas. 

Tampaknya, gelar Sir adalah yang paling terkenal dan bergengsi dari semua gelar kehormatan yang diberikan oleh Kerajaan Inggris. Menjadi suatu kehormatan tersendiri apabila seorang tokoh mendapatkan gelar kebangsawanan ini. Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima tokoh yang menyandang gelar Sir: 

1. Alex Ferguson 

Mantan pelatih klub sepak bola Manchester United, Alex Ferguson, mendapat gelar kebangsawanan dari penguasa Inggris pada 22 Juni 1999. Dengan gelar yang ia terima, Ferguson berhak menyematkan panggilan Sir di depan namanya menjadi Sir Alex Ferguson. Gelar tersebut diberikan oleh Elizabeth II berkat kontribusi Sir Alex yang telah membawa MU meraih tiga titel bergengsi dalam satu musim.

2. Lewis Hamilton 

Meski gagal menjadi juara dunia Formula 1 (F1) 2021, Lewis Hamilton tetap berhak mendapat gelar kehormatan Sir di depan namanya. Pebalap berusia 37 tahun ini resmi menyandang gelar tersebut usai dianugerahi Kerajaan Inggris yang diwakili oleh Pangeran Charles pada 16 Desember 2021. Dilansir dari Daily Mail, Hamilton berhasil memecahkan rekor ketika mengalahkan jumlah kemenangan balapan dan menyamai gelar dunia ketujuh dari legenda Michael Schumacher.

3. Paul McCartney 

Paul McCartney merupakan mantan anggota band rock paling sukses dalam sejarah, The Beatles. Dilansir dari History, dia dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II atas jasanya terhadap musik pada 11 Maret 1997. McCartney mendedikasikan gelarnya untuk sesama personil The Beatles, George Harrison, Ringo Starr, dan John Lennon, serta warga di pelabuhan barat laut Liverpool.

4. Isaac Newton 

Pada 1705, Ratu Anne menganugerahkan gelar Ksatria kepada Isaac Newton. Ironisnya, mengutip NMS Space History, dia dihormati karena pekerjaan politiknya, bukan prestasi matematika atau ilmiahnya. Sir Isaac Newton meninggal di Kensington, London pada 31 Maret 1727 dan dimakamkan di Westminster Abbey. Dialah ilmuwan pertama yang mendapat gelar kehormatan itu.

5. Azyumardi Azra 

Sosok Azyumardi Azra dikenal cendekiawan ternama, baik dalam skala nasional maupun internasional. Karena jasa dan reputasinya, pada 2010 ia menerima CBE, Commander of the Order of the British Empire, sebuah gelar bangsawan dari Inggris. Dengan gelar tersebut, Azyumardi berhak menggunakan gelar kehormatan “Tuan” di depan namanya. Mengutip aminef.or.id, Azyumardi adalah satu-satunya orang di Indonesia yang memeroleh gelar kehormatan Sir dari Kerajaan Inggris. 

HARIS SETYAWAN

Baca juga: Sejatinya Gelar Sir untuk Azyumardi Azra 






Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

4 jam lalu

Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

Inggris tidak meminta masyarakatnya untuk menggunakan lebih sedikit energi karena yakin bahwa mereka memiliki pasokan yang sangat kuat dan beragam.


Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

2 hari lalu

Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan krisis di Inggris adalah contoh potensi musibah ekonomi secara global.


Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

2 hari lalu

Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

Iran memanggil duta besar Inggris untuk kedua kalinya sejak protes nasional meletus bulan lalu, karena menilai Barat memprovokasi demo


4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

3 hari lalu

4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

4 Oktober diperingati sebagai Hari Hewan Sedunia, untuk mencintai, menghargai, dan menghormati seluruh spesies hewan. Begini asal usulnya.


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

3 hari lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.


Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

3 hari lalu

Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

Inggris memiliki ketahanan strategis untuk mendukung Ukraina sampai perang dengan Rusia dimenangkan


Wabah Sifilis Hantui Eropa, Bintang Film Dewasa Inggris Takut Syuting

4 hari lalu

Wabah Sifilis Hantui Eropa, Bintang Film Dewasa Inggris Takut Syuting

Eropa dihantui wabah sifilis sehingga membuat bintang film dewasa berhenti bekerja. Mereka menuntut dibentuknya serikat pekerja bintang film panas. .


Raja Charles III Disebut Tak Akan Hadiri Pertemuan United Nations COP27

5 hari lalu

Raja Charles III Disebut Tak Akan Hadiri Pertemuan United Nations COP27

Sumber di Kerajaan Inggris menyebut Raja Charles III bakal absen dari United Nations COP27 summit, namun hal ini belum dikonfirmasi Kerajaan.


Hasil Piala Dunia Amputasi 2022: Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Inggris

5 hari lalu

Hasil Piala Dunia Amputasi 2022: Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Inggris

Timnas sepak bola amputasi Indonesia menelan kekalahan kedua di Piala Dunia Amputasi 2022.


Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

5 hari lalu

Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan, negara itu memiliki terlalu banyak pekerja migran berketerampilan rendah