Putin dan Xi Jinping Bertemu Sore Ini di Samarkand, Bikin Cemas Barat?

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing, Cina, 4 Februari 2022. Sputnik/Aleksey Druzhinin/Kremlin via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping di Uzbekistan pada Kamis sore ini, 15 September 2022.

Kedua pemimpin berada di Samarkand untuk menghadiri pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), sebuah kelompok keamanan regional. Mereka juga akan mengadakan pertemuan tiga arah dengan Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh.

Secara terpisah, pemerintah Uzbekistan mengatakan Putin sedang melakukan perjalanan ke Samarkand dan juga akan bertemu dengan para pemimpin Iran, Kirgistan, Pakistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Pada hari Jumat, Putin akan bertemu dengan para pemimpin Azerbaijan, India dan Turki.

Putin dan Xi berencana untuk membahas Ukraina dan Taiwan pada pertemuan yang menurut Kremlin akan memiliki "signifikansi khusus" mengingat situasi geopolitik.

Xi meninggalkan China untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun untuk perjalanan minggu ini ke Asia Tengah di mana dia akan bertemu dengan Putin, hanya sebulan sebelum dia diperkirakan akan mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin China paling kuat sejak Mao Zedong.

Kemitraan yang semakin dalam antara China dan Rusia adalah perkembangan geopolitik yang disaksikan Barat dengan cemas, dan SCO memperluas audiensi Beijing dan Moskow ke negara-negara yang mewakili setengah dari populasi dunia.

Reuters






Hubungan dengan AS Sedang Tegang, Xi Jinping Akan ke Arab Saudi Kamis

10 jam lalu

Hubungan dengan AS Sedang Tegang, Xi Jinping Akan ke Arab Saudi Kamis

Xi Jinping akan menghadiri KTT China-Arab dan diperkirakan akan tiba pada Kamis.


Abaikan China, Delegasi Parlemen Australia Tiba di Taiwan

10 jam lalu

Abaikan China, Delegasi Parlemen Australia Tiba di Taiwan

Rencana perjalanan delegasi parlemen Australia ke Taiwan itu dirahasiakan untuk mencegah China melobi menentangnya


Putin Teken Undang-undang Larang Propaganda LGBT di Rusia

10 jam lalu

Putin Teken Undang-undang Larang Propaganda LGBT di Rusia

Putin melarang total propaganda LGBT di Rusia dengan menerbitkan aturan baru.


Putin Setir Mobil Sendiri Pantau Jembatan Krimea yang Rusak Parah

12 jam lalu

Putin Setir Mobil Sendiri Pantau Jembatan Krimea yang Rusak Parah

Putin menyetir mobil sendiri memantau jembatan Krimea yang hancur setelah diledakan pada 8 Oktober 2022.


Beijing Tak Lagi Wajibkan Tes Covid untuk Masuk Supermarket

14 jam lalu

Beijing Tak Lagi Wajibkan Tes Covid untuk Masuk Supermarket

China melonggarkan aturan Covid, salah satunya dengan tidak lagi menunjukkan hasil tes negatif di Beijing dan Shanghai.


Peretas China APT41 Bobol Dana Bantuan Covid AS hingga Jutaan Dolar

18 jam lalu

Peretas China APT41 Bobol Dana Bantuan Covid AS hingga Jutaan Dolar

Peretas China APT41 telah mencuri dana bantuan Covid-19 dari AS senilai puluhan juta dolar sejak 2020


Penjualan Senjata Global Naik Jadi US$592 Miliar pada 2021

19 jam lalu

Penjualan Senjata Global Naik Jadi US$592 Miliar pada 2021

Penjualan senjata dan layanan militer oleh 100 perusahaan pertahanan terbesar dunia naik 1,9 persen menjadi US$592 miliar pada 2021.


China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

1 hari lalu

China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

China mulai melonggarkan aturan soal Corona, namun kebijakan zero-Covid belum akan diambil.


Putin Jatuh dari Tangga hingga Tak Sengaja BAB, Kesehatannya Disorot

1 hari lalu

Putin Jatuh dari Tangga hingga Tak Sengaja BAB, Kesehatannya Disorot

Putin tergelincir dari tangga rumahnya di Moskow. Kabar bahwa Putin sakit keras kembali menjadi sorotan.


AS: China Tetap Gunakan Vaksin Sendiri meski Tak Efektif Lawan Omicron

2 hari lalu

AS: China Tetap Gunakan Vaksin Sendiri meski Tak Efektif Lawan Omicron

Pemimpin China Xi Jinping menolak menggunakan vaksin Barat meskipun kasus Covid-19 sedang naik dan produk dalam negeri kurang efektif melawan Omicron