Gaza Eksekusi Mati 5 Terpidana Palestina, Pertama Sejak 2017

Reporter

Ilustrasi eksekusi mati

TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok Hamas yang berkuasa di Gaza mengeksekusi lima warga Palestina pada 4 September 2022.

Seperti dilansir Reuters, dua di antaranya dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase untuk Israel pada 2015 dan 2009, kata Kementerian Dalam Negeri.

"Eksekusi dilakukan setelah selesainya semua prosedur hukum. Putusannya sudah final, dengan pelaksanaan wajib, setelah semua terpidana diberikan hak penuh untuk membela diri," kata pernyataan itu.

Eksekusi subuh, dengan cara digantung atau regu tembak, adalah yang pertama di wilayah Palestina sejak 2017. Kasus hukuman mati yang dilakukan di Gaza telah menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia.

Pernyataan kementerian tidak memberikan nama lengkap untuk salah satu orang yang dihukum. Tiga orang telah dihukum karena pembunuhan.

Sementara dua mata-mata yang dihukum, berusia 44 dan 54 tahun, telah memberikan informasi kepada Israel yang menyebabkan pembunuhan warga Palestina, katanya.

Kantor Perdana Menteri Israel, yang mengawasi badan intelijen negara itu, menolak berkomentar.

Kelompok hak asasi manusia Palestina dan internasional telah mengutuk hukuman mati dan mendesak Hamas dan Otoritas Palestina, yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel, untuk mengakhiri praktik tersebut.

Hukum Palestina mengatakan Presiden Mahmoud Abbas memiliki keputusan akhir tentang apakah eksekusi dapat dilakukan. Namun, dia tidak memiliki aturan yang efektif di Gaza.

Sejak Hamas menguasai Gaza pada 2007, pengadilannya telah menjatuhkan hukuman mati kepada puluhan warga Palestina, dan sejauh ini telah mengeksekusi 27 orang, menurut kelompok hak asasi manusia.

Baca juga: Pengadilan Israel Memvonis Eks Kepala World Vision Gaza 12 Tahun Penjara

REUTERS






Teddy Minahasa Sempat Minta Doddy Prawiranegara Antar 5 Kilogram Sabu Gunakan Pesawat

13 jam lalu

Teddy Minahasa Sempat Minta Doddy Prawiranegara Antar 5 Kilogram Sabu Gunakan Pesawat

Teddy Minahasa sempat meminta Doddy Prawiranegara untuk mengantar sabu seberat lima kilogram menggunakan pesawat ke Jakarta, namun hal itu ditolak.


Militer Israel Mengkonfirmasi Lancarkan Serangan ke Gaza

15 jam lalu

Militer Israel Mengkonfirmasi Lancarkan Serangan ke Gaza

Serangan Israel dilakukan setelah sebuah roket ditembakkan ke arah Israel, namun bisa dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.


Iran Tuding Israel Dalang Serangan Drone di Pabrik Militer, Ancam Pembalasan

17 jam lalu

Iran Tuding Israel Dalang Serangan Drone di Pabrik Militer, Ancam Pembalasan

Serangan itu terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Barat atas aktivitas nuklir Teheran dan pasokan senjata.


Drone Israel Gunakan Bom-bom Terjun Bebas

19 jam lalu

Drone Israel Gunakan Bom-bom Terjun Bebas

Ketika drone bersenjata ini menyerang, tidak seorang pun akan mendengarnya, atau melihatnya datang.


Hotman Paris Bela Teddy Minahasa, Pertanyakan Mengapa Banyak Pejabat Tinggi Tak Jadi Saksi

20 jam lalu

Hotman Paris Bela Teddy Minahasa, Pertanyakan Mengapa Banyak Pejabat Tinggi Tak Jadi Saksi

Hotman Paris Hutapea menyatakan, dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Teddy Minahasa prematur.


Dokumen Inggris: George Bush Perintahkan CIA Mencari Pengganti Yasser Arafat

21 jam lalu

Dokumen Inggris: George Bush Perintahkan CIA Mencari Pengganti Yasser Arafat

Dokumen menyatakan George Bush menganggap Yasser Arafat tidak berguna, tetapi tidak menemukan pengganti yang cocok.


Sidang Perdana Teddy Minahasa Dijaga Ketat, Dia Didampingi Hotman Paris Hutapea

21 jam lalu

Sidang Perdana Teddy Minahasa Dijaga Ketat, Dia Didampingi Hotman Paris Hutapea

Polres Metro Jakarta Barat menjaga ketat sidang perdana kasus narkoba yang menjerat mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa.


Israel Pertimbangkan Kirim Iron Dome ke Ukraina

1 hari lalu

Israel Pertimbangkan Kirim Iron Dome ke Ukraina

Israel mempertimbangkan mengirim sistem pertahanan udara ke Ukraina, termasuk Iron Dome yang selama ini diandalkan menangkis serangan roket Hamas


PM Israel Klaim Pernah Diminta Damaikan Rusia Ukraina, Bersedia Jadi Mediator

1 hari lalu

PM Israel Klaim Pernah Diminta Damaikan Rusia Ukraina, Bersedia Jadi Mediator

PM Israel Benjamin Netanyahu mengaku bersedia menjadi mediator antara Rusia Ukraina untuk menyelesaikan konflik di antara kedua negara ini.


Blinken ke Tepi Barat, Tegaskan Dukungan AS atas Solusi Dua Negara

2 hari lalu

Blinken ke Tepi Barat, Tegaskan Dukungan AS atas Solusi Dua Negara

Menlu AS Antony Blinken menegaskan kembali dukungan Washington untuk solusi dua negara atas konflik puluhan tahun antara Israel dan Palestina.