Prawit Wongsuwan Jadi Perdana Menteri Thailand Sementara

Reporter

Prawit Wongsuman. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan menjadi perdana menteri sementara Thailand setelah Jenderal Prayuth Chan-o-cha diskors dari tugas oleh Mahkamah Konstitusi pada Rabu 24 Agustus 2022.

Seperti dilansir The Nation Thailand, sebagai wakil perdana menteri pertama, Prawit secara otomatis menjadi perdana menteri sementara setelah Prayut diberhentikan. Perdana menteri kedua adalah Wissanu Krea-ngam.

Sebelumnya, pengadilan memberikan suara 5 banding 4 untuk menerima pertimbangan petisi oposisi tentang apakah masa jabatan Prayut harus berakhir pada hari ini. Pengadilan juga menerima permintaan dalam petisi untuk menangguhkan Prayut dari tugas sambil menunggu keputusan tentang masa jabatannya.

Pada Selasa, Wissanu mengatakan Prawit akan menjadi perdana menteri sementara dan Prayut akan terus bekerja sebagai menteri pertahanan jika pengadilan menangguhkannya dari tugas PM-nya.

Kendati MK telah menangguhkan Prayuth, pengunjuk rasa diperkirakan akan berkumpul di kota itu untuk hari kedua menuntut pengunduran diri Prayuth. Pihak berwenang di ibu kota Thailand, Bangkok, meningkatkan keamanan di kantor perdana menteri untuk menghadapi unjuk rasa tersebut.

Partai oposisi utama dan banyak warga Thailand percaya Prayuth, yang mengambil alih kekuasaan dalam kudeta 2014, harus segera mundur. Sebab, konstitusi Thailand membatasi perdana menteri hanya delapan tahun menjabat. Mereka mengatakan delapan tahun berakhir pada hari ini.

Namun, para pendukung Prayuth berpendapat bahwa penghitungan mundur masa jabatannya dimulai setelah 2014.

Mereka mengatakan konstitusi saat ini, yang berisi ketentuan yang membatasi masa jabatan perdana menteri, mulai berlaku pada 6 April 2017, dan itu harus digunakan sebagai tanggal mulai.

Interpretasi lain yang mendukung masa jabatannya yang berkelanjutan adalah bahwa penghitungan mundur dimulai pada 9 Juni 2019, ketika Prayuth menjabat di bawah konstitusi baru setelah pemilihan umum 2019.

Bagaimanapun, dia harus mengadakan pemilihan baru tahun depan.

Pada 2020, ribuan rakyat Thailand  turun ke jalan dalam berbagai protes untuk menuntut agar Prayuth dan kabinetnya mengundurkan diri, sambil menyerukan agar konstitusi diamandemen dan monarki direformasi. Gerakan yang digerakkan oleh mahasiswa sebagian dipicu oleh pembubaran partai oposisi populer Future Forward Party yang diperintahkan pengadilan.

Baca juga: Mahkamah Konstitusi Thailand Tangguhkan Sementara PM Prayuth Chan-ocha

THE NATION THAILAND | AL JAZEERA






Polusi Udara Bangkok Memburuk, Warga Diminta Berdiam di Rumah

3 jam lalu

Polusi Udara Bangkok Memburuk, Warga Diminta Berdiam di Rumah

Konsentrasi partikel kecil dan berbahaya di udara, atau PM2.5, di Bangkok mencapai 14 kali lipat dari tingkat yang direkomendasikan WHO


Myanmar Diundang dalam Pertemuan Militer ASEAN di Bangkok

2 hari lalu

Myanmar Diundang dalam Pertemuan Militer ASEAN di Bangkok

ASEAN telah melarang kehadiran perwakilan senior militer Myanmar dari KTT utama


Sapa Penggemar, Bright Vachirawit Bawakan 3 Lagu Hingga Pamer Otot Lengan

5 hari lalu

Sapa Penggemar, Bright Vachirawit Bawakan 3 Lagu Hingga Pamer Otot Lengan

Musisi sekaligus aktor Thailand Bright Vachirawit menyapa ratusan penggemarnya dalam acara Exclusive Press Conference ICHITAN "DREAM BRIGHT"


Bright Vachirawit Kesulitan Main Lato-Lato

5 hari lalu

Bright Vachirawit Kesulitan Main Lato-Lato

Aktor Thailand Bright Vachirawit bermain lato-lato saat menyapa penggemarnya di Indonesia.


Anggota Partai Zelensky Plesir ke Thailand Saat Ukraina Perang

5 hari lalu

Anggota Partai Zelensky Plesir ke Thailand Saat Ukraina Perang

Seorang anggota parlemen dari Ukraina dipecat setelah ketahuan pergi ke Thailand. Kunjungannya ke Thailand itu dikecam oleh publik.


Partai Penguasa Thailand Pilih 'Kingmaker' Politik jadi Kandidat PM

6 hari lalu

Partai Penguasa Thailand Pilih 'Kingmaker' Politik jadi Kandidat PM

Partai Palang Pracharat pro-militer yang berkuasa di Thailand memilih mantan panglima militer Prawit Wongsuwon sebagai calon perdana menteri.


Pria Thailand Dipenjara 28 Tahun karena Dianggap Menghina Raja

6 hari lalu

Pria Thailand Dipenjara 28 Tahun karena Dianggap Menghina Raja

Pengadilan menjatuhkan hukuman 28 tahun penjara terhadap seorang pria yang dinilai menghina Raja Thailand.


Aparat di Haiti Ajak Warga Unjuk Rasa Buntut Memburuknya Geng Kriminal

6 hari lalu

Aparat di Haiti Ajak Warga Unjuk Rasa Buntut Memburuknya Geng Kriminal

Ada 78 aparat terbunuh sejak Henry berkuasa di Haiti pada Juli 2021 atau rata-rata lima orang yang tewas setiap bulannya.


5 Fakta Unik Lisa Blackpink, Nama hingga Takut Jarum Suntik

7 hari lalu

5 Fakta Unik Lisa Blackpink, Nama hingga Takut Jarum Suntik

Lisa Blackpink mengubah namanya. Mulanya nama depannya Pranpriya, kemudian?


Kisah Idi Amin, Presiden Uganda Paling Brutal yang Membantai Warganya Sendiri

8 hari lalu

Kisah Idi Amin, Presiden Uganda Paling Brutal yang Membantai Warganya Sendiri

Idi Amin, yang memerintah Uganda dari tahun 1971 hingga 1979, dianggap sebagai salah satu diktator paling brutal di dunia. Pada pemerintahannya selama 8 tahun, sekitar 300.000 warga sipil diduga dibunuh saat itu.