Presiden Taiwan Kenang Keberhasilan Usir Tentara China 64 Tahun Silam

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Tentara Taiwan latihan anti-invasi di pantai selama latihan militer tahunan Han Kuang di Tainan, Taiwan, 14 September 2021. REUTERS/Ann Wang/File Photo

TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Tsai Ing-wen menceritakan keberhasilan tentara dan masyarakat Taiwan mengalahkan militer China yang menyerang pulau itu 64 tahun lalu. 

"Enam puluh empat tahun yang lalu selama pertempuran 23 Agustus, tentara dan warga sipil kami beroperasi dalam solidaritas menjaga  Taiwan, sehingga kami memiliki Taiwan yang demokratis hari ini," katanya ketika menjamu sejumlah mantan pejabat AS, Selasa, 23 Agustus 2024.

Upaya China untuk mengambil alih Taiwan, yang mereka klaim sebagai wilayahnya, gagal.

Hari ini, ketegangan antara Taiwan dan China sedang meningkat setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei. China menggelar latihan perang di dekat Taiwan untuk mengekspresikan kemarahannya atas apa yang dilihatnya sebagai peningkatan dukungan AS untuk pulau itu.

Bertemu dengan delegasi mantan pejabat AS yang sekarang berada di Institut Hoover Universitas Stanford, Tsai merujuk pada serangan China selama lebih dari sebulan di pulau Kinmen dan Matsu yang dikuasai Taiwan, tak jauh dari pantai China, yang dimulai pada Agustus 1958.

"Pertempuran untuk melindungi tanah air kami menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada ancaman apa pun yang dapat menggoyahkan tekad rakyat Taiwan untuk membela negara mereka, tidak di masa lalu, tidak sekarang, dan tidak di masa depan," kata Tsai.

"Kami juga akan menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Taiwan memiliki tekad dan kepercayaan diri untuk menjaga perdamaian, keamanan, kebebasan, dan kemakmuran bagi diri kami sendiri."

Pada tahun 1958, Taiwan melawan balik dengan dukungan dari Amerika Serikat, yang mengirim peralatan militer termasuk rudal anti-pesawat Sidewinder canggih, memberi Taiwan keunggulan teknologi.

Sering disebut Krisis Selat Taiwan Kedua, itu adalah terakhir kalinya pasukan Taiwan bertempur dengan China dalam skala besar.

James O. Ellis, sekarang menjadi rekan tamu di Hoover dan pensiunan laksamana Angkatan Laut AS, mengatakan kehadiran delegasinya di Taiwan menegaskan kembali komitmen rakyat Amerika untuk memperdalam kerja sama.

“Konsisten dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan, bagian dari kerja sama ini melibatkan penguatan kemampuan Taiwan untuk pertahanan diri serta kemampuan Amerika Serikat untuk mencegah dan menolak setiap upaya kekerasan melintasi Selat Taiwan,” kata Ellis kepada Tsai, merujuk pada hukum yang mengharuskan AS untuk memberikan Taiwan sarana membela diri.

Matt Pottinger, yang menjabat sebagai wakil penasihat keamanan nasional mantan Presiden AS Donald Trump, juga merupakan bagian dari delegasi.

Amerika Serikat, yang memutuskan hubungan diplomatik formal dengan Taipei demi Beijing pada 1979, tetap menjadi sumber senjata terpenting bagi Taiwan.

“Ketika Taiwan berdiri di garis depan melawan ekspansionisme otoriter, kami terus meningkatkan otonomi pertahanan kami, dan kami juga akan terus bekerja dengan Amerika Serikat di bidang ini,” kata Tsai.

Latihan China di dekat Taiwan telah menimbulkan ancaman bagi status quo di selat dan di seluruh kawasan, dan mitra demokratis harus bekerja sama untuk "mempertahankan diri dari campur tangan negara-negara otoriter", katanya.

Pemerintah Taiwan mengatakan bahwa karena Republik Rakyat China tidak pernah memerintah pulau itu, mereka tidak memiliki hak untuk mengklaimnya atau memutuskan masa depannya, yang hanya dapat ditentukan oleh 23 juta penduduk Taiwan.

Setelah pertemuan dengan delegasi AS itu, Tsai Ing-wen bertemu dengan dua anggota parlemen Jepang, dan anggota parlemen asing lainnya juga diperkirakan akan berkunjung tahun ini, termasuk dari Kanada dan Inggris.

Reuters






Hubungan dengan AS Sedang Tegang, Xi Jinping Akan ke Arab Saudi Kamis

10 jam lalu

Hubungan dengan AS Sedang Tegang, Xi Jinping Akan ke Arab Saudi Kamis

Xi Jinping akan menghadiri KTT China-Arab dan diperkirakan akan tiba pada Kamis.


Abaikan China, Delegasi Parlemen Australia Tiba di Taiwan

11 jam lalu

Abaikan China, Delegasi Parlemen Australia Tiba di Taiwan

Rencana perjalanan delegasi parlemen Australia ke Taiwan itu dirahasiakan untuk mencegah China melobi menentangnya


Beijing Tak Lagi Wajibkan Tes Covid untuk Masuk Supermarket

15 jam lalu

Beijing Tak Lagi Wajibkan Tes Covid untuk Masuk Supermarket

China melonggarkan aturan Covid, salah satunya dengan tidak lagi menunjukkan hasil tes negatif di Beijing dan Shanghai.


Peretas China APT41 Bobol Dana Bantuan Covid AS hingga Jutaan Dolar

18 jam lalu

Peretas China APT41 Bobol Dana Bantuan Covid AS hingga Jutaan Dolar

Peretas China APT41 telah mencuri dana bantuan Covid-19 dari AS senilai puluhan juta dolar sejak 2020


Penjualan Senjata Global Naik Jadi US$592 Miliar pada 2021

19 jam lalu

Penjualan Senjata Global Naik Jadi US$592 Miliar pada 2021

Penjualan senjata dan layanan militer oleh 100 perusahaan pertahanan terbesar dunia naik 1,9 persen menjadi US$592 miliar pada 2021.


China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

1 hari lalu

China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

China mulai melonggarkan aturan soal Corona, namun kebijakan zero-Covid belum akan diambil.


AS: China Tetap Gunakan Vaksin Sendiri meski Tak Efektif Lawan Omicron

2 hari lalu

AS: China Tetap Gunakan Vaksin Sendiri meski Tak Efektif Lawan Omicron

Pemimpin China Xi Jinping menolak menggunakan vaksin Barat meskipun kasus Covid-19 sedang naik dan produk dalam negeri kurang efektif melawan Omicron


AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

3 hari lalu

AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Menlu AS Antony Blinken mengatakan Amerika memberikan perhatian khusus kepada China, Iran, dan Rusia, di bawah Undang-undang Kebebasan Beragama.


China Longgarkan Pembatasan Covid setelah Warga Demo

4 hari lalu

China Longgarkan Pembatasan Covid setelah Warga Demo

Pembatasan Covid-19 di sejumlah lokasi di China mulai dilonggarkan menyusul demo besar-besaran di sejumlah kota.


NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

4 hari lalu

NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan konsekuensi keamanan saat terlibat dengan kekuatan otoriter seperti China.