Simpatisan Berkumpul Agar Mantan Perdana Menteri Imran Khan Tak Ditangkap Polisi

Reporter

Imran Khan, kepala Gerakan untuk Keadilan Pakistan, berpidato di depan pendukungnya saat unjuk rasa di Islamabad, Pakistan (11/5). (AP/Anjum Naveed)

TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan pendukung Imran Khan, berkumpul di luar rumah sang mantan Perdana Menteri Pakistan di Ibu Kota Islamabad pada Senin, 22 Agustus 2022. Para pejabat di partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) menyebut simpatisan Khan itu, berusaha mencegah agar Khan tidak ditahan. 

Khan oleh Kepolisian Pakistan dikenai tuduhan melakukan tindak terorisme. Sedangkan PTI adalah Partai yang menggolkan Khan ke kursi Perdana Menteri.  

"Jika Imran Khan ditangkap kami akan mengambil alih Islamabad dengan kekuatan rakyat," kata mantan menteri di kabinet Khan, Ali Amin Gandapur, di Twitter.

Para pengunjuk rasa pro-Khan, meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah Perdana Menteri Pakistan yang baru Shehbaz Sharif. Sharif mengambil alih kekuasaan setelah Khan digulingkan lewat mosi tidak percaya pada April 2022.  

Mantan menteri di kabinet Khan lainnya, Murad Saeed, mengatakan polisi telah mengeluarkan perintah untuk mehanan Khan. Otoritas Keamanan Islamabad menolak untuk mengkonfirmasi ucapan Saeed ini.

Saat ditemui wartawan di luar pengadilan Islamabad pada Senin, 22 Agustus 2022, ajudan Khan, Fawad Chaudhry, menyatakan Partai PTI telah mengajukan jaminan untuk Khan, sebelum penangkapan.

Sebelumnya pada Senin, 22 Agustus 2022, Kepolisian Pakistan mendakwa Khan dengan undang-undang anti-teror. Langkah itu diambil otoritas keamanan beberapa hari setelah dia dianggap menyerang polisi dan seorang petugas di pengadilan pada rapat umum besar-besaran di Ibu Kota Islamabad.

Dakwaan ini juga berselang sehari setelah badan pengatur media utama Pakistan memberlakukan larangan pidato Khan. Sebab pidato khan dianggap menyebarkan kebencian terhadap lembaga dan pejabat negara. Ketegangan politik setelah terbitnya kebijakan itu pun makin meningkat.

Dalam pidatonya pada Sabtu, 20 Agustus 2022, Khan berjanji menuntut aparat kepolisian dan seorang hakim. Khan pun menyebut seorang pembantu dekatnya disiksa setelah ditangkap.

Khan mengkritik kritik lembaga-lembaga negara di rapat umum pada Minggu, 21 Agustus 2022, dengan mempertanyakan netralitas Kepolisian Paksitan.

“Pada 25 Mei ketika polisi melakukan kekerasan terhadap kami, saya diberitahu oleh orang dalam bahwa polisi bertindak di bawah perintah dari atas, yang berarti mereka berada di bawah tekanan netral untuk memukuli pekerja PTI [Pakistan Tehreek-e-Insaf]. Apakah yang netral benar-benar netral?,” kata Khan dalam unjuk rasa di Rawalpindi. 

Khan terancam di penjara atas dakwaan tersebut. Namun, Khan belum ditangkap atas tuduhan-tuduhan yang diarahkan padanya. 

Di bawah sistem hukum Pakistan, polisi biasanya mengajukan laporan informasi pertama (FIR) tentang tuduhan terhadap seorang terdakwa kepada hakim. Atas laporan itu, penyelidikan lanjutan dilakukan. Tahap akhir, polisi akan menangkap dan menanyai tersangka.

Penggunaan undang-undang anti-terorisme sebagai dasar kasus terhadap para pemimpin politik cukup sering di Pakistan. Pemerintah Khan juga pernah menggunakannya untuk membungkam lawan dan pada pengkritiknya. 

REUTERS | AL JAZEERA

Baca juga: Industri Audio Mobil Juga Terdampak Krisis Chip Semikonduktor

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.            






Unjuk Rasa 3 Hari di Mongolia Berujung Rusuh

7 jam lalu

Unjuk Rasa 3 Hari di Mongolia Berujung Rusuh

Unjuk rasa di Mongolia berujung ricuh saat demonstran merangsek ke Istana Negara dan mendapat perlawanan dari kepolisian anti-huru-hara


HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Fadil Imran: Terus Melindungi, Mengayomi, dan Melayani

16 jam lalu

HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Fadil Imran: Terus Melindungi, Mengayomi, dan Melayani

Polda Metro Jaya hari ini berulang tahun yang ke-73.


Kabar Terbaru Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Penyebab Tewas Terkuak hingga Nama Panggilan

1 hari lalu

Kabar Terbaru Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Penyebab Tewas Terkuak hingga Nama Panggilan

Polda Metro Jaya telah mengetahui penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Hasil penyelidikan akan diumumkan pada 9 Desember 2022.


Buru Ketua Gangster Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi: Kita Bentuk Karakternya

2 hari lalu

Buru Ketua Gangster Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi: Kita Bentuk Karakternya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh warga untuk bergerak bersama memberantas aksi tawuran dan gangster yang belakangan ini marak.


ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

2 hari lalu

ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di kantor Kedutaan Besar Pakistan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada 3 Desember 2022


Marak Aksi Gangster Remaja di Surabaya, Wali Kota Pimpin Operasi Skala Besar

2 hari lalu

Marak Aksi Gangster Remaja di Surabaya, Wali Kota Pimpin Operasi Skala Besar

Operasi gabungan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran dan gangster yang beberapa hari ini meresahkan warga Surabaya.


Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

3 hari lalu

Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

Dua kejadian terpisah di Kabul, serangan bom bunuh diri dekat kantor partai Hezb-e-Islami dan penembakan di Kedutaan Pakistan.


Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Perlihatkan Gulungan ke Ketua RT: Ada Mantra-mantra

3 hari lalu

Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Perlihatkan Gulungan ke Ketua RT: Ada Mantra-mantra

Polisi memperlihatkan gulungan mantra kepada Ketua RT 07 Kelurahan Kalideres. Gulungan itu didapati di lokasi kejadian satu keluarga tewas Kalideres.


Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

4 hari lalu

Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

Benazir Bhutto merupakan perdana menteri perempuan pertama di Pakistan. Ia tewas akibat dibunuh sekelompok orang tak dikenal pada Desember 2007.


Anwar Ibrahim Siap Umumkan Susunan Kabinet

4 hari lalu

Anwar Ibrahim Siap Umumkan Susunan Kabinet

Anwar Ibrahim menyebut daftar lengkap dewan menterinya sudah dikirim ke Raja Malaysia. Susunan kabinet yang baru akan diumumkan pada 2 Desember 2022.