Iran Tuding Amerika Ingin Bertahan Lama di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tehran:Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menuduh Washington merencanakan bertahan jangka panjang di Irak, setelah Presiden Barack Obama menyatakan akan menarik 50 ribu pasukannya pada Agustus 2011.

    “Penjajah berencana bertahan di Irak untuk jangka panjang yang akan menjadi bahaya besar dan pemerintah Irak harus waspada akan hal ini,” kata Khamenei kepada romgongan Presiden Irak, Jalal Talabai, Minggu (1/3).

    Pasukan Amerika, menurut Khamnei, harus meninggalkan Irak secepat mungkin. “Penundaan penarikan adalah kerugian bagi rayat Irak. Keberadaan pasukan Amerika dan Inggris serta para penasihatnya mellukai Irak,” jelasnya.

    Iran yang mayoritas pemeluk islam Syiah selalu menyuarakan protes terkait penarikan mundur pasukan asing di negara tetangganya, di mana pemeluk syiah juga menjadi komunitas terbesar.

    Obama, Jumat (27/2) telah meminta diakhirinya 18 bulan operasi militer di Irak.

    AFP | BAGUS WIJANARKO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.