Referendum Tunisia Setujui Konstitusi Baru, Presiden Lebih Berkuasa

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Kais Saied, Presiden Tunisia. Sumber : Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Konstitusi baru Tunisia yang memberi presiden kekuasaan yang jauh lebih besar akan mulai berlaku setelah komisi pemilihan resmi mengumumkan hasil akhir referendum bulan lalu.

Suara 96% ya dalam referendum, dengan 31% pemilih mengambil bagian, sebagian besar tidak berubah dari hasil awal yang diumumkan bulan lalu.

Penentang Presiden Kais Saied mengatakan konstitusi baru akan memupus keuntungan demokratis Tunisia dari revolusi 2011 dengan memberinya kekuasaan yang hampir tak terkendali.

Mereka telah mengkritik proses penyusunan konstitusi baru itu sebagai ilegal dan sepihak. Penentang presiden juga menyuarakan keprihatinan atas legitimasi referendum setelah Saied mengganti dewan komisi pemilihan.

Saied dan para pendukungnya mengatakan sistem politik harus diubah untuk menyelamatkan Tunisia dari stagnasi dan kelumpuhan politik selama bertahun-tahun dan telah membela proses pengesahan konstitusi.

Pekan lalu, pengadilan menolak keberatan atas pemungutan suara tersebut.

Di bawah dekrit Saied yang mengumumkan referendum, konstitusi baru akan mulai berlaku setelah diterbitkan dalam lembaran resmi setelah pengumuman hasil akhir. Publikasi konstitusi diharapkan segera.

Konstitusi 2022, yang menggantikan UUD 2014, menetapkan rezim presidensial dan parlemen bikameral. RUU yang diajukan oleh Presiden diberikan prioritas pertimbangan.

Presiden mengangkat pemerintah tanpa memerlukan mosi percaya dari parlemen. Mosi kecaman harus didukung dua pertiga dari anggota dua kamar Parlemen bersama-sama. Pemagang dua kewarganegaraan tidak bisa lagi menjadi calon presiden.

Presiden Mahkamah Konstitusi bertanggung jawab atas presiden sementara. Presiden berhak mengangkat anggota Mahkamah Konstitusi . 

Tunisia adalah bagian dari negara Islam, dan negara sendiri harus bekerja untuk mencapai "tujuan Islam murni dalam melestarikan kehidupan, kehormatan, uang, agama dan kebebasan". Sebuah frase yang mendefinisikan Tunisia sebagai negara Islam, telah dihapus. Namun presiden harus seorang Muslim.

Reuters






Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

15 jam lalu

Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaploknya,


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

3 hari lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.


Sah, Putin Terbitkan Dekrit Dua Wilayah Ukraina Resmi Gabung Rusia

7 hari lalu

Sah, Putin Terbitkan Dekrit Dua Wilayah Ukraina Resmi Gabung Rusia

Putin menerbitkan dekrit dua wilayah Ukraina resmi bergabung dengan Rusia setelah referendum di 4 wilayah.


Ukraina Desak Dunia Mengutuk Rusia atas Referendum 4 Wilayah

9 hari lalu

Ukraina Desak Dunia Mengutuk Rusia atas Referendum 4 Wilayah

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut tindakan tersebut sangat melanggar konstitusi dan hukum Ukraina, serta norma hukum internasional dan kewajiban internasional Rusia.


Rusia Umumkan Referendum Dimenangkan pro-Moskow

9 hari lalu

Rusia Umumkan Referendum Dimenangkan pro-Moskow

Rusia mengklaim hasil referendum di empat wilayah Ukraina yang mereka duduki, dimenangkan pendukung pro-Moskow


Top 3 Dunia : Referendum di 4 Provinsi di Ukraina Digelar di Tengah Perang

9 hari lalu

Top 3 Dunia : Referendum di 4 Provinsi di Ukraina Digelar di Tengah Perang

Top 3 dunia pada 27 September 2022, di urutan pertama berita tentang referendum di empat provinsi di Ukraina yang dikuasai oleh Rusia


Referendum Jelang Berakhir, Pertempuran Rusia Ukraina Makin Sengit

10 hari lalu

Referendum Jelang Berakhir, Pertempuran Rusia Ukraina Makin Sengit

Pasukan Ukraina dan Rusia terkunci dalam pertempuran sengit di berbagai bagian Ukraina pada Selasa di hari terakhir referendum pencaplokan Moskow.


Referendum di 4 Wilayah, Kyiv: Upaya Rusia Mencaplok Ukraina

14 hari lalu

Referendum di 4 Wilayah, Kyiv: Upaya Rusia Mencaplok Ukraina

Kyiv dan Barat melihat referendum itu merupakan upaya Rusia mencaplok wilayah Ukraina, karena penduduk diancam dengan hukuman jika tidak memilih


Rusia Gelar Referendum Aneksasi di Empat Wilayah Ukraina

14 hari lalu

Rusia Gelar Referendum Aneksasi di Empat Wilayah Ukraina

Rusia pada Jumat 23 September 2022 akan memulai rencananya untuk mencaplok sekitar 15 persen wilayah Ukraina melalui referendum di empat wilayah


Luhansk dan Donetsk Mau Dicaplok Rusia, Zelensky: Posisi Kami Tidak Berubah

16 hari lalu

Luhansk dan Donetsk Mau Dicaplok Rusia, Zelensky: Posisi Kami Tidak Berubah

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta tekanan yang lebih besar kepada Moskow di tengah kabar referendum beberapa wilayah di negaranya untuk bergabung dengan Rusia.