Mahatma Gandhi, Abdul Kalam Azad dan Hari Kemerdekaan India, Inggris Menyerah karena Apa?

Bapak Bangsa India, Mahatma Gandhi saat masih menjadi mahasiswa Hukum pada 1887. Ia merupakan pelopor gerakan kemerdekaan India dari kolonial Inggris. Boredpanda.com

TEMPO.CO, Jakarta - 15 Agustus tiap tahunnya warga India memperingati hari kemerdekaan India dari pemerintahan Inggris. Tepatnya pada 15 Agustus 1947 India memperoleh kemerdekaan setelah berbagai perlawanan, baik fisik maupun non fisik.

Dilansir dari hmpsfis.student.uny.ac.id, awalnya Inggris masuk ke India pada 1600 melalui jalur perdagangan yang dilakukan EIC (English East India Company). Badan perdagangan EIC ini memiliki hak untuk memonopoli perdagangan di dunia timur termasuk India. Kedatangan Inggris bukannya membuat kehidupan India lebih sejahtera, malahan merebut dan merampas hak warga setempat.

Kekuasaan Inggris di India semakin menjadi-jadi dikarenakan keberhasilannya menumpas pemberontakan berdarah yang tejadi pada tahun 1857. Sejak itu India merupakan kesatuan politik dibawah Pax-Britannica. Berbagai urusan politik digerakkan oleh Inggris sehingga India tidak memiliki kekuasaan penuh terhadap negaranya sendiri. Bahkan India diikutsertakan dalam Perang Dunia I, memerangi Jerman dan sekutunya.

Dalam memperoleh kemerdekaannya, perjuangan rakyat India memang terbelah menjadi dua aliran politik, yaitu kelompok nasionalis dan non-nasionalis.

Kelompok nasionalis berisikan kelompok yang tergabung dalam Partai Kongres India yang mayoritasnya penganut agama Hindu, sedangkan kelompok non-nasionalis terdiri atas tokoh-tokoh intelegensia muslim dengan Liga Muslim. 

Gerakan nasionalis Abdul Kalam Azad didukung oleh gerakan umat Hindu yang dipimpin oleh Mahatma Gandhi dan non-nasionalis yang pro terhadap Barat turut memberikan peringatan kepada Inggris, Ali Jinnah berperan didalamnya.

Abdul Kalam Azad pada 1908 pergi ke Kairo dan Turki dan menyusun rencana untuk menerbitkan majalah Al-Hilal sebagai bentuk gerakan kaum muslimin India. Majalah tersebut berhasil terbit dan dicetak sebanyak 26 ribu eksemplar pada 1912.

Isi majalah tersebut menceritakan isu Pan Islam yang bertujuan membangkitkan panatis agama dan kesadaran politik di kalangan rakyat pada umumnya.

Azad sendiri merupakan tokoh cukup berpengaruh di India. Maka dengan munculnya majalah tersebut, banyak rakyat Islam yang merasa terketuk untuk bersama-sama melawan penjajahan bangsa Barat. Akibat dari usahanya tersebut, Inggris langsung mengasingkan Azad dan membredel majalah Al-Hilal.

Lain halnya dengan perlawanan rakyat beragama Hindu yang dipimpin Mahatma Gandhi yang baru pulang dari Afrika. Gandhi menempuh jalur perjuangan tanpa kekerasan untuk melawan penjajah di negerinya. Ia memilih jalan berpuasa dan mengatakan tak akan menyentuh makanan hingga hak-hak pekerja pabrik Ahmedabad terpenuhi.

Perjuangan ini membuahkan hasil dan diterapkan kembali di Kheda dengan menggandeng masa.  Masyarakat India kembali berpuasa dan terus berdoa tanpa melakukan aktivitas apapun. Mereka hanya di rumah sebagai bentuk mogok kerja terhadap pemerintah Inggris.

Inggris yang tak tahan dan geram langsung menahan dan membunuh beberapa orang yang terlibat dalam gerakan puasa tersebut. Strategi sathyaraha yang mulai diterapkan di India malah mengakibatkan banyaknya korban jiwa yang jatuh akibat tembakan dari pemerintah Inggris untuk menghentikan gerakan tersebut. 

Tak menyerah, Mahatma Gandhi dan pengikutnya masuk ke pelosok India untuk terus mensosialisasikan dan berkampanye mengenai gagasan pemberontakan dengan cara berdikari. Salah satunya dengan membuat pakaian sendiri dan tak membeli bahan dari Inggris, membuat garam sendiri untuk menentang peraturan pemerintah Inggris. Namun Inggris menganggap tindakan ini sebagai ancaman stabilitas politik hingga akhirnya Gandhi ditangkap dan dipenjara.

Publik internasional yang menyoroti hal ini langsung mengecam kekejaman Inggris ke India dan mendesak mereka meninggalkan tanah tersebut. Di Perang Dunia II India juga terus-terusan didesak. Akhirnya mereka menyerahkan kekuasaan kepada dua dewan konstitusi yaitu India dan Pakistan. Pada tanggal 14 Agustus Pakistan memisahkan diri dari India dan 15 Agustus 1947 ditetapkan sebagai hari kemerdekaan India.

Dilansir dari Britannica.com, serupa dengan Indonesia, India juga merayakan kemerdekaan dengan upacara pengibaran bendera, latihan, dan nyanyian lagu kebangsaan India. Selain itu, berbagai program budaya tersedia di ibu kotanya. Setelah upacara pengibaran bendera di monumen bersejarah Benteng Merah di Old Delhi, dilakukan parade dengan anggota angkatan bersenjata dan polisi. Perdana menteri menceritakan kelebihan India selama tahun-tahun sebelumnya dan menguraikan tantangan dan tujuan masa depan.

ANNISA FIRDAUSI 

Baca: India Rayakan Hari Kemerdekaan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

4 jam lalu

Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

Inggris tidak meminta masyarakatnya untuk menggunakan lebih sedikit energi karena yakin bahwa mereka memiliki pasokan yang sangat kuat dan beragam.


Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

2 hari lalu

Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan krisis di Inggris adalah contoh potensi musibah ekonomi secara global.


Bus Masuk Jurang di India, Sedikitnya 25 Orang Tewas

2 hari lalu

Bus Masuk Jurang di India, Sedikitnya 25 Orang Tewas

25 orang tewas setelah sebuah bus dengan lebih dari 40 penumpang jatuh ke jurang sedalam 500 meter di Uttarakhand, India.


Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

2 hari lalu

Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

Iran memanggil duta besar Inggris untuk kedua kalinya sejak protes nasional meletus bulan lalu, karena menilai Barat memprovokasi demo


Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

2 hari lalu

Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

Seorang pria yang diduga penculik sebuah keluarga dari California, AS, ditahan etelah mencoba untuk bunuh diri.


Bencana Longsor Salju di Himalaya, 4 Tewas dan Puluhan Pendaki Hilang

2 hari lalu

Bencana Longsor Salju di Himalaya, 4 Tewas dan Puluhan Pendaki Hilang

Korban merupakan bagian dari sekelompok peserta pelatihan pendakian gunung yang terkena longsoran salju di Himalaya.


Bencana Longsor di Himalaya, 10 Pendaki Tewas

2 hari lalu

Bencana Longsor di Himalaya, 10 Pendaki Tewas

Sepuluh pendaki tewas tertimbun longsoran salju di Pegunungan Himalaya, India, dan belasan lainnya masih dicari.


4 Pendaki Tewas dan Beberapa Hilang Terkena Longsor di Himalaya

3 hari lalu

4 Pendaki Tewas dan Beberapa Hilang Terkena Longsor di Himalaya

Sedikitnya empat tewas dan beberapa lainnya masih hilang di Himalaya, yang masuk wilayah India, setelah sekelompok 41 pendaki terkena longsoran salju


4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

3 hari lalu

4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

4 Oktober diperingati sebagai Hari Hewan Sedunia, untuk mencintai, menghargai, dan menghormati seluruh spesies hewan. Begini asal usulnya.


Citroen Hadir Kembali Via Indomobil, Ini Sejarahnya di Indonesia

3 hari lalu

Citroen Hadir Kembali Via Indomobil, Ini Sejarahnya di Indonesia

Merek Prancis Citroen memboyong tiga model mobil baru di Indonesia, yakni Citroen C5 Aircross, New C3, dan mobil listrik e-C4.