Demo di Somaliland Tuntut Pilpres Tak Ditunda Ricuh, 5 Tewas dan 100 Cedera

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Seorang pria dengan cat tubuh warna bendera nasional dalam parade merayakan hari kemerdekaan ke-24 Somaliland di ibukota Hargeysa, 18 Mei 2015. REUTERS/Feisal Omar

TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya lima orang tewas dan 100 lainnya cedera di wilayah Somaliland ketika pasukan keamanan bentrok dengan pengunjuk rasa yang menuntut pemilihan presiden diadakan pada November, Kamis, 11 Agustus 2022.

Somaliland memisahkan diri dari Somalia pada 1991 tetapi belum mendapatkan pengakuan internasional secara luas atas kemerdekaannya. Wilayah ini sebagian besar damai sementara Somalia telah bergulat dengan tiga dekade perang saudara.

Mayoritas dari mereka yang terluka adalah pasukan keamanan "yang diserang dengan pentungan, batangan logam, dan batu," kata Muse Bihi Abdi, Presiden Somaliland dalam sebuah posting Facebook, Kamis malam. Dia tidak mengatakan apakah mereka yang tewas adalah warga sipil atau personel keamanan.

"Kami tidak akan membiarkan kekacauan dan demonstrasi di kota atau desa mana pun. Mereka akan dikonfrontasi. Demonstrasi kekerasan yang tidak sah untuk menghancurkan bangsa tidak akan diterima."

Muse Bihi Abdi, Presiden Somaliland. Sumber: Reuters

Masa jabatan presiden saat ini berakhir pada November tetapi oposisi menduga Abdi ingin menunda pemilihan itu dan menuduhnya mencari perpanjangan masa jabatannya melalui "Guurti", dewan tetua yang bertindak sebagai parlemen de facto  di Somaliland.

Para pemimpin oposisi mengatakan beberapa kematian terjadi setelah pasukan keamanan memukul dan kemudian menembaki para demonstran di ibu kota Somaliland, Hargeisa dan dua kota lainnya.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan pengunjuk rasa melemparkan batu dan membakar ban di jalan-jalan Hargeisa, sementara beberapa pasukan keamanan menembakkan senjata dan gas air mata. 

Abdirahman Cinro, calon presiden dan mantan kepala Wadani, salah satu dari dua partai politik oposisi yang protes, mengatakan enam orang tewas.

"Demo akan terus berlanjut dan ini baru permulaan sampai kita mendapatkan ruang demokrasi penuh dan kebebasan dari kediktatoran dan kepemimpinan yang buruk," katanya.

Selama bentrokan, puluhan personel keamanan terluka oleh pengunjuk rasa yang bersenjatakan pisau, ketapel, dan pentungan, kata Abdi Hassan Mire, wakil komandan polisi Somaliland. Beberapa membawa senjata dan menembakkan peluru, katanya.

Properti dan kendaraan juga hancur, menurut polisi.

Sedikitnya 100 orang yang diduga terlibat dalam bentrokan itu telah ditangkap dan akan segera diadili, kata Ibrahim Abdi Haji, kepala operasi di Kepolisian Somaliland.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis enam misi diplomatik asing, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa, mengutuk apa yang mereka sebut "penggunaan kekuatan yang berlebihan" selama demonstrasi.

Reuters






Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Barat atas Protes Mahsa Amini

3 jam lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Barat atas Protes Mahsa Amini

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyalahkan negara-negara Barat atas demonstrasi besar-besaran buntut kematian Mahsa Amini


WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

7 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


Biden Longgarkan Hukuman Kepemilikan Ganja, Ampuni Pelanggaran Sederhana

9 jam lalu

Biden Longgarkan Hukuman Kepemilikan Ganja, Ampuni Pelanggaran Sederhana

Biden akan mengampuni terpidana ganja yang ditahan. Mereka yang dijerat kasus kepemilikan ganja dalam jumlah kecil akan dibebaskan.


Penusukan di Las Vegas Strip, 2 Tewas dan 6 Terluka

10 jam lalu

Penusukan di Las Vegas Strip, 2 Tewas dan 6 Terluka

Seorang pria menikam delapan orang dengan pisau panjang di depan kasino di Las Vegas, AS, menyebabkan dua orang tewas


Yohannes Abraham Ditunjuk Jadi Duta Besar Amerika untuk ASEAN

16 jam lalu

Yohannes Abraham Ditunjuk Jadi Duta Besar Amerika untuk ASEAN

Duta Besar Amerika Serikat yang baru untuk ASEAN menyerahkan surat kepercayaannya kepada Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi


Dari Berbahan Kayu hingga Bertenaga Nuklir, Inilah Sejarah Penemuan Kapal Selam

1 hari lalu

Dari Berbahan Kayu hingga Bertenaga Nuklir, Inilah Sejarah Penemuan Kapal Selam

Tak banyak yang tahu bahwa kapal selam pada awalnya dirancang berbahan kayu dan bergerak dengan dikayuh oleh manusia.


Penculikan Misterius, Keluarga di California Ditemukan Tewas Termasuk Bayi 8 Bulan

1 hari lalu

Penculikan Misterius, Keluarga di California Ditemukan Tewas Termasuk Bayi 8 Bulan

Penculikan misterius terjadi pada korban yang merupakan satu keluarga. Keempat korban ditemukan tewas termasuk bayi yang masih berusia 8 bulan.


Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

1 hari lalu

Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan tidak akan menggantungkan nasib pertahanan wilayahnya kepada pihak lain.


Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

1 hari lalu

Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik jarak pendek ke laut arah Jepang setelah kembalinya kapal induk AS ke wilayah itu.


Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

1 hari lalu

Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

Baquer Namazi, 85 tahun, yang dipenjara di Iran atas tuduhan menjadi mata-mata Amerika Serikat, telah dibebaskan.