AS Selidiki Investasi Dana Lindung Nilai Abramovich sebesar Rp119 Triliun

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Roman Abramovich. REUTERS/Andrew Winning

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas federal AS sedang menyelidiki perusahaan penasihat investasi Concord Management, yang mengawasi investasi dana lindung nilai untuk miliarder Rusia Roman Abramovich.

Menurut  New York Times, penyelidikan, yang dilakukan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) dan Biro Investigasi Federal (FBI), sebagian difokuskan pada bagaimana Abramovich menggunakan beberapa perusahaan cangkang lepas pantai untuk menginvestasikan $8 miliar dalam dana lindung nilai dan perusahaan ekuitas swasta.

Pihak berwenang sedang mencari informasi tentang aliran uang ke dan dari lebih selusin perusahaan cangkang yang berbasis di surga pajak seperti British Virgin Islands dan Isle of Jersey, kata laporan NYT, Selasa, 9 Agustus 2022.

Pada bulan Juni, pengadilan AS mengeluarkan surat perintah penyitaan dua pesawat mewah milik Abramovich di bawah tindakan AS yang diberlakukan setelah invasi Rusia ke Ukraina.  

Departemen Kehakiman AS juga mencari otoritas yang lebih luas dari Kongres untuk menyita aset oligarki Rusia sebagai sarana untuk menekan Moskow atas invasinya ke Ukraina, kata seorang jaksa pada Juli.

Pada bulan Maret, satuan tugas KleptoCapture diluncurkan untuk meningkatkan kemampuan Amerika Serikat menghukum orang kaya Rusia yang dituduh Washington memungkinkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyerang Ukraina.

SEC dan Manajemen Concord tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters, sementara FBI menolak berkomentar.

Reuters






Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

59 menit lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

1 jam lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

2 jam lalu

Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

Komisi Eropa merasa tidak perlu meminta maaf ke Ukraina terkait ucapan Ursula Von Der Leyen, yang mengklaim militer Ukraina kehilangan 100 ribu jiwa


2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

3 jam lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

5 jam lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

6 jam lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

8 jam lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya


Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

9 jam lalu

Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

Teror bom surat meluas di Spanyol. Setelah kantor perdana menteri dan kedutaan Ukraina, kini giliran kedubes Amerika Serikat di Madrid mendapat paket


NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

9 jam lalu

NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan konsekuensi keamanan saat terlibat dengan kekuatan otoriter seperti China.


Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

10 jam lalu

Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh NATO mengobarkan ketegangan di wilayah yang dekat dengan China.