Kena Sanksi Barat, Maskapai Rusia Pakai Cara 'Kanibal' untuk Ganti Suku Cadang

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Sebuah pesawat Airbus A321-211 milik maskapai Rusia Aeroflot dengan registrasi VP-BOE terlihat sedang parkir jangka panjang di bandara Cointrin di Jenewa, Swiss, 9 Maret 2022. REUTERS/Denis Balibouse

TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Rusia, termasuk Aeroflot yang dikendalikan negara, mempreteli pesawat jet untuk mengamankan suku cadang yang tidak dapat lagi mereka beli di luar negeri karena sanksi Barat.

Reuters mengutip empat sumber industri, melaporkan langkah tersebut sejalan dengan saran pemerintah Rusia Juni lalu agar maskapai menggunakan beberapa pesawat sebagai sumber suku cadang guna memastikan sisa pesawat buatan asing dapat terus terbang setidaknya hingga 2025.

Sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah mengirim pasukannya ke Ukraina pada akhir Februari telah mencegah maskapai penerbangannya mendapatkan suku cadang atau menjalani perawatan di Barat.

Pakar penerbangan mengatakan bahwa maskapai Rusia kemungkinan akan mulai memanfaatkan suku cadang dari pesawat mereka atau sering disebut sebagai cara kanibal agar armada tetap layak terbang.

Setidaknya satu Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia dan sebuah Airbus A350, keduanya dioperasikan oleh Aeroflot, saat ini di-grounded dan sedang dibongkar, kata satu sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Sumber menolak untuk diidentifikasi karena sensitivitas masalah ini.

Airbus A350 termasuk pesawat baru, kata sumber itu. Sebagian besar armada pesawat Rusia terdiri dari jet penumpang Barat.

Peralatan sedang diambil dari beberapa Boeing 737 dan Airbus A320 Aeroflot, karena operator membutuhkan lebih banyak suku cadang dari model tersebut untuk pesawat lainnya, kata sumber itu.

Kementerian Transportasi dan Aeroflot Rusia belum memberikan tanggapan atas kabar ini.

Sukhoi Superjet rakitan Rusia juga sangat bergantung pada suku cadang asing. Sebuah mesin telah dikeluarkan dari satu Superjet untuk memungkinkan pesawat lain bisa terus terbang, kata sumber pertama.

Yang pasti, mesin sering ditukar antar pesawat dan biasanya dipasok di bawah kontrak terpisah, kata pakar industri. Mereka tidak dianggap sebagai bagian dari badan pesawat inti.

"Hanya masalah waktu" sebelum pesawat yang berbasis di Rusia dikanibal, kata sumber industri penerbangan Barat.

Generasi jet yang lebih baru - A320neo, A350 dan Boeing 737 MAX dan 787 - memiliki teknologi yang harus terus diperbarui.

Dalam satu tahun sejak sanksi mulai berlaku, itu akan menjadi "tantangan" untuk menjaga jet modern tetap beroperasi bahkan bagi Rusia yang sangat maju dan kompeten, kata sumber-sumber Barat. 

Praktek melepas bagian-bagian untuk menjaga pesawat lain tetap terbang umumnya dikenal sebagai mengubah pesawat yang tidak digunakan menjadi "pohon Natal". Meskipun relatif jarang, hal ini paling sering dikaitkan dengan kesulitan keuangan dan tidak pernah terjadi pada skala yang sama seperti perombakan besar-besaran yang diprediksi di Rusia untuk mengatasi dampak sanksi.

Pesawat jet dapat dioperasikan kembali asalkan suku cadang yang diambil dikembalikan, meskipun hal ini tidak serta merta menyusun kembali keterlacakan yang dibutuhkan jet untuk memasuki kembali pasar global.

Banyak bagian pesawat memiliki umur terbatas yang harus dicatat.

Hampir 80% armada Aeroflot terdiri dari Boeing dan Airbus, yakni 134 Boeing dan 146 Airbus, bersama dengan hampir 80 pesawat Sukhoi Superjet-100 buatan Rusia pada akhir tahun lalu, berdasarkan data terbaru yang tersedia.

Berdasarkan data dari Flightradar24, sekitar 50 pesawat Aeroflot – atau 15% dari armadanya, termasuk jet yang terdampar akibat sanksi – belum lepas landas sejak akhir Juli.

Tiga dari tujuh Airbus A350 yang dioperasikan oleh Aeroflot, termasuk satu yang sekarang digunakan untuk suku cadang, tidak lepas landas selama sekitar tiga bulan, menurut data Flightradar24.

Maskapai Rusia mengalami penurunan jumlah rute karena sanksi Barat, sehingga ada jet yang tidak digunakan dan bisa dipreteli, kata sumber industri kedua.






PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

35 menit lalu

PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

Menurut Sekjen PBB Antonio Guterres, referendum dilakukan di bawah pendudukan Rusia dan di luar kerangka hukum dan konstitusional Ukraina.


Rudal Rusia Serang Konvoi Mobil Warga Sipil Ukraina, 23 Tewas

40 menit lalu

Rudal Rusia Serang Konvoi Mobil Warga Sipil Ukraina, 23 Tewas

Sedikitnya 23 orang tewas dan 28 lainnya terluka dalam serangan rudal Rusia yang menghantam konvoi kendaraan sipil di kota Zaporizhzhia, Ukraina


Putin Caplok Ukraina, Zelensky Yakin Masih Bisa Dihentikan

1 jam lalu

Putin Caplok Ukraina, Zelensky Yakin Masih Bisa Dihentikan

Zelensky mengatakan, langkah Putin menganeksasi empat wilayah Ukraina harus dihentikan.


Drone Misterius Intai Instalasi Gas dan Minyak Denmark

1 jam lalu

Drone Misterius Intai Instalasi Gas dan Minyak Denmark

Sebelum Denmark, Norwegia juga melaporkan kemunculan drone misterius di dekat instalasi migas-nya


Skandal Pelecehan Seks Uskup Belo, Vatikan: Sudah Diberi Sanksi Sejak 2019

2 jam lalu

Skandal Pelecehan Seks Uskup Belo, Vatikan: Sudah Diberi Sanksi Sejak 2019

Vatikan mengkonfirmasi bahwa Uskup Belo telah berada di bawah sanksi disiplin selama dua tahun terakhir atas tudhan pelecehan seksual


China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

3 jam lalu

China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

Pihak berwenang di China memberikan sertifikat pesawat jet penumpang produksi lokal C919, sekelas Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX.


Rusia Tuding Nord Stream Bocor Akibat Terorisme Negara

3 jam lalu

Rusia Tuding Nord Stream Bocor Akibat Terorisme Negara

Pejabat Uni Eropa mengatakan bocornya pipa Nord Stream akan mengubah sifat perang Rusia Ukraina.


AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

4 jam lalu

AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

AS mendakwa pasutri dokter yang membocorkan data pasien militer ke Rusia


Sah, Putin Terbitkan Dekrit Dua Wilayah Ukraina Resmi Gabung Rusia

5 jam lalu

Sah, Putin Terbitkan Dekrit Dua Wilayah Ukraina Resmi Gabung Rusia

Putin menerbitkan dekrit dua wilayah Ukraina resmi bergabung dengan Rusia setelah referendum di 4 wilayah.


Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

6 jam lalu

Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

Pada Pertemuan Menteri Pertanian G20, Dirjen FAO memperingatkan implikasi berbahaya krisis pangan dari melonjaknya harga makanan dan pupuk.