Ledakan Kembali Menghantam Kabul, Targetkan Kaum Syiah Afghanistan

Reporter

Asap tebal membumbung dari lokasi ledakan bom di Rumah Sakit Militer Sardar Mohammad Daud Khan di Kabul, Afghanistan, 2 November 2021. REUTERS/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah ledakan bom telah menghantam Kabul, ibu kota Afghanistan. Ledakan diperkirakan menyebabkan sejumlah orang terluka.

Dilansir dari TRT World, ledakan yang terjadi Sabtu, 6 Agustus 2022 menghantam jalan perbelanjaan yang sibuk di bagian barat kota. Di lokasi tersebut adalah tempat pertemuan anggota komunitas Muslim Syiah.

Rekaman video yang diposting online menunjukkan ambulans bergegas ke tempat kejadian yang juga dekat stasiun bus. Tidak ada kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada Jumat, sedikitnya delapan orang tewas dan 18 terluka dalam ledakan di Kabul yang dilakukan oleh kelompok militan ISIS. Serangan terjadi selama pertemuan berkabung komunitas Syiah di Kabul.

Jumlah serangan kekerasan publik di Afghanistan telah menurun sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus tahun lalu. Namun ISIS atau Daesh terus menargetkan Muslim Syiah yang dipandangnya sebagai bidat.

Sehari sebelumnya Kelompok militan Negara Islam (IS) mengaku bertanggung jawab atas ledakan mematikan di daerah pemukiman penganut Syiah di Kabul, Jumat, 6 Agustus 2022. Polisi Afghanistan mengatakan sedikitnya delapan orang tewas dan 18 luka-luka dalam ledakan itu. Kelompok militan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 20 orang tewas dan terluka dalam serangan di Kabul barat itu. "Ledakan itu terjadi di tempat ramai," kata juru bicara polisi Khalid Zadran.

Video yang diunggah di media sosial konon dari lokasi ledakan, menunjukkan orang-orang bergegas untuk membantu yang terluka setelah insiden itu.

Seorang pejabat senior keamanan Taliban, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan penyelidikan utama mengungkapkan bahwa bahan peledak ditempatkan di gerobak sayur dan ledakan itu mengakibatkan melukai lebih dari 50 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

"Kemungkinan jumlah korban tewas akan bertambah karena sebagian besar korban luka dalam kondisi kritis," katanya.

Afiliasi ISIS yang beroperasi di Afghanistan sejak 2014 dipandang sebagai tantangan keamanan paling serius di negara itu sejak Taliban berkuasa pada Agustus tahun lalu.

Kelompok militan garis keras ISIS telah mengklaim serangan baru-baru ini, terutama terhadap komunitas minoritas Syiah.

Para pejabat Taliban bersikeras pasukan mereka telah mengalahkan Daesh, tetapi para analis mengatakan kelompok itu tetap menjadi tantangan keamanan utama. Muslim Syiah menguasai antara 10 hingga 20 persen dari populasi Afghanistan yang berjumlah 38 juta orang tersebut. 

Baca: Ledakan di Pemukiman Syiah Kabul Tewaskan 8 Warga, IS Klaim Bertanggung Jawab

TRT WORLD | REUTERS 






Australia Tampung Atlet Olimpiade Afghanistan

7 jam lalu

Australia Tampung Atlet Olimpiade Afghanistan

Australia menampung sejumlah atlet Afghanistan termasuk pembawa bendera Olimpiade Kimia Yousofi yang melarikan diri dari Taliban


Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

1 hari lalu

Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

Depot amunisi milik Rusia di Krimea dihantam ledakan. Dalam sepekan terakhir sejumlah fasilitas militer Rusia diguncang ledakan.


Gudang Kembang Api Meledak di Mal Armenia, 5 Orang Tewas

2 hari lalu

Gudang Kembang Api Meledak di Mal Armenia, 5 Orang Tewas

Sejauh ini belum terungkap mengapa kembang api meledak di Mal Armenia itu.


Peringati Setahun Berkuasa, Taliban Umumkan 15 Agustus Hari Libur Nasional Afghanistan

2 hari lalu

Peringati Setahun Berkuasa, Taliban Umumkan 15 Agustus Hari Libur Nasional Afghanistan

Memperingati satu tahun keberhasilan pengambilalihan Afghanistan, Taliban mengumumkan tanggal 15 Agustus 2022 sebagai hari libur nasional


71 Ekonom Desak AS Kembalikan Aset Afghanistan yang Dibekukan

5 hari lalu

71 Ekonom Desak AS Kembalikan Aset Afghanistan yang Dibekukan

Sebanyak 71 ekonom dari Amerika Serikat (AS) maupun internasional mendesak AS untuk mengembalikan aset Afghanistan senilai US$7 miliar


Ukraina Tak Bertanggung Jawab Atas Ledakan di Pangkalan Udara Rusia

6 hari lalu

Ukraina Tak Bertanggung Jawab Atas Ledakan di Pangkalan Udara Rusia

Saksi mata lokal mengatakan mereka mendengar setidaknya ada 12 kali ledakan sekitar pukul 15.20 waktu setempat dari pangkalan udara Saki.


Tersangka Pembunuhan 4 Muslim di New Mexico Ditangkap

7 hari lalu

Tersangka Pembunuhan 4 Muslim di New Mexico Ditangkap

Polisi di New Mexico menangkap Muhammad Syed yang mereka sebut tersangka utama dalam penembakan fatal terhadap empat pria Muslim di Albuquerque


1 Tahun Taliban Berkuasa, Wanita Afghanistan Masih Memperjuangkan Haknya

8 hari lalu

1 Tahun Taliban Berkuasa, Wanita Afghanistan Masih Memperjuangkan Haknya

Taliban berkuasa di Afghanistan dalam setahun ini dan kaum wanita berjuang untuk mendapatkan hak, termasuk dalam bidang pendidikan dan pekerjaan.


Gerakkan Puluhan Ribu Pendukung Jumatan di Lapangan Saddam, Siapa Moqtada al-Sadr?

11 hari lalu

Gerakkan Puluhan Ribu Pendukung Jumatan di Lapangan Saddam, Siapa Moqtada al-Sadr?

Puluhan ribu pengikut ulama Syiah, Moqtada al-Sadr, salat Jumat di lapangan Saddam di Baghdad, bagian dari upaya gagalkan pembentukan pemerintahan


Ledakan di Pemukiman Syiah Kabul Tewaskan 8 Warga, IS Klaim Bertanggung Jawab

11 hari lalu

Ledakan di Pemukiman Syiah Kabul Tewaskan 8 Warga, IS Klaim Bertanggung Jawab

Kelompok militan Negara Islam (IS) mengaku bertanggung jawab atas ledakan mematikan di daerah pemukiman penganut Syiah di Kabul, Jumat.