Warga Lebanon Unjuk Rasa Peringati 2 Tahun Ledakan di Pelabuhan Beirut

Reporter

Kondisi silo biji-bijian yang rusak akibat ledakan Pelabuhan Beirut 2020 di Beirut, Lebanon, 28 Juli 2022. Silo biji-bijian di Pelabuhan Beirut yang dihantam ledakan berisiko runtuh setelah mengalami kebakaran bulan ini, demikian disampaikan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati pada Rabu, 27 Juli 2022. (Xinhua/Bilal Jawich)

TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan warga Lebanon pada Kamis, 4 Agustus 2022, berunjuk rasa di Ibu Kota Beirut, untuk memperingati dua tahun peristiwa ledakan di pelabuhan Beirut akibat tumpukan bahan kimia berbahaya. Demonstran, yang melakukan aksinya dengan mulut diperban, menuding pemerintah gagal mengungkap kebenaran di balik ledakan tersebut.

Aksi turun ke jalan itu dilakukan sebagai pengingat saat ladang-ladang gandum hancur akibat ledakan pada 4 Agustus 2020. Titik ledakan hanya berjarak ratusan meter dari kerumunan warga yang sedang menikmati pemandangan tepi laut.

“Melihat asap membumbung tinggi, apalagi mengingat saya berada di sini saat musibah terjadi, itu adalah ingatan yang buruk. Itu adalah asap yang sama yang berasal dari biji-biji gandum yang terbakar,” kata Samer al-Khoury, 31 tahun, yang ikut berunjuk rasa.        

Kondisi silo biji-bijian yang rusak akibat ledakan Pelabuhan Beirut 2020 di Beirut, Lebanon, 28 Juli 2022. Silo biji-bijian di Pelabuhan Beirut yang dihantam ledakan berisiko runtuh setelah mengalami kebakaran bulan ini, demikian disampaikan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati pada Rabu, 27 Juli 2022. (Xinhua/Bilal Jawich)

Demonstra, yang menggunakan kaos dengan stempel tangan berwarna darah, melakukan aksi jalan dari kantor Kementerian Kehakiman Lebanon menuju tepi laut dan bergerak ke gedung parlemen di jantung kota Beirut. Ledakan dua tahun lalu itu, menewaskan setidaknya 220 orang.

Ledakan tersebut tercatat sebagai ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah. Ledakan terjadi karena tumpukan nitrat ammonium di sebuah gudang penyimpanan di Pelabuhan Beirut dan terabaikan sejak 2013.  

“Penting bagi saya untuk berada di sini karena penting bagi kami untuk menanyakan keadilan dan pertanggung jawaban atas apa yang telah terjadi,” kata Stephanie Moukheiber, 27 tahun, warga Lebanon yang tinggal di Kanada dalam 10 tahun terakhir dan memutuskan liburan di kampung halaman pada musim panas ini.      

Menurut Moukheiber, apa yang terjadi bukan sebuah kesalahan, namun sebuah pembantaian yang menghancurkan sebuah kota.

Beberapa pejabat dituding bertanggung jawab atas musibah ini, namun sampai sekarang belum ada yang ditahan atas pertanggung jawaban mereka. Para elit politik yang memimpin pemerintahan, lumpuh oleh korupsi dan mereka yang mengawasi Lebanon jatuh dalam krisis politik serta ekonomi.

Lebanon saat ini dipimpin oleh Presiden Michel Aoun. Dia mengatakan beberapa hari setelah ledakan terjadi, dia diperingatkan soal gudang – gudang penyimpanan bahan kimia di pelabuhan dan meminta sejumlah kepala keamanan agar melakukan hal yang perlu dilakukan.

Perdana Menteri Lebanon yang berkuasa kala itu juga diperingatkan oleh Aoum, namun tidak ada seorang pun yang memperingatkan masyarakat perihal bahayanya bahan-bahan kimia tersebut. Sebuah investigasi untuk mengungkap biang keladi ledakan, sudah terhenti selama enam bulan.

    

Sumber: Reuters

Baca juga: Ledakan Pabrik V Pupuk Kaltim, Polisi: Masih Ada Pipa Gas Amonia yang Diwaspadai

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.            






Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Barat atas Protes Mahsa Amini

6 jam lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Barat atas Protes Mahsa Amini

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyalahkan negara-negara Barat atas demonstrasi besar-besaran buntut kematian Mahsa Amini


WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

11 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


Inilah yang Harus Dilakukan saat Terkena Gas Air Mata

2 hari lalu

Inilah yang Harus Dilakukan saat Terkena Gas Air Mata

Gas air mata banyak menyebabkan iritasi. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan bila terkena gas air mata.


Iritasi Kulit hingga Mata, Ini Bahaya Gas Air Mata

2 hari lalu

Iritasi Kulit hingga Mata, Ini Bahaya Gas Air Mata

Gas air mata terdiri dari bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit, paru-paru, mata, dan tenggorokan.


Pertama Kali Digunakan dalam Perang Dunia I, Begini Sejarah Penemuan Gas Air Mata

3 hari lalu

Pertama Kali Digunakan dalam Perang Dunia I, Begini Sejarah Penemuan Gas Air Mata

Gas air mata pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I. Meski kini dilarang dalam peperangan, mengapa aparat kepolisian menembakkannya ke warga sipil?


Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

3 hari lalu

Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini, 22 tahun, sudah masuk pekan ketiga. Mengapa demonstrasi ini berlarut-larut?


Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

3 hari lalu

Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

Pemimpin Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Senin, 3 Oktober 2022, mengutarakan kesedihan atas kematian Mahsa Amini.


Ke Pelabuhan Muara Angke Nanti Tak Lagi Lewati Jalan yang Becek dan Bau Ikan

3 hari lalu

Ke Pelabuhan Muara Angke Nanti Tak Lagi Lewati Jalan yang Becek dan Bau Ikan

Dinas Perhubungan DKI sedang membuat akses masuk baru Pelabuhan Muara Angke untuk mengakomodir keluhan pengunjung


DKI Klaim Pelabuhan Muara Angke Aman dari Banjir Rob hingga 20 Tahun ke Depan

3 hari lalu

DKI Klaim Pelabuhan Muara Angke Aman dari Banjir Rob hingga 20 Tahun ke Depan

Pemprov DKI meninggikan dermaga di Pelabuhan Muara Angke hingga 1,5 meter


Kata Dokter Soal Polemik BPA Bisa Sebabkan Kanker

4 hari lalu

Kata Dokter Soal Polemik BPA Bisa Sebabkan Kanker

Belakangan ini muncul polemik seputar Bisfenol A (BPA) yang menyebabkan masalah kesehatan, seperti kanker. Simak penjelasan dokter.