Amnesty International: Ukraina Tempatkan Pasukan Dekat Pemukiman Warga

Reporter

Tentara Ukraina berdiri di samping ambulans saat Ukraina melakukan pertukaran tahanan, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di lokasi Zaporizhzhia, Ukraina, dalam foto selebaran yang dirilis pada 29 Juni 2022. Pertukaran tahanan termasuk penyerahan 43 anggota resimen Azov. Courtesy of Ukraine's Military Intelligence/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok hak asasi manusia, Amnesty International pada Kamis lalu menuduh Ukraina membahayakan warga sipil dengan menempatkan pasukan di daerah pemukiman selama invasi Rusia.

Seperti dilansir Reuters Jumat 5 Agustus 2022, staf Amnesty International berkunjung ke beberapa daerah garis depan di timur dan selatan Ukraina dari April hingga Juli.

Dalam kunjungan tersebut, staf Amnesty International melihat pasukan Ukraina membangun pangkalan, dan mengoperasikan sistem senjata di beberapa daerah pemukiman penduduk.

"Kami telah mendokumentasikan pola pasukan Ukraina yang menempatkan warga sipil dalam risiko dan melanggar hukum perang ketika mereka beroperasi di daerah berpenduduk," kata laporan itu mengutip Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnès Callamard.

Callamard meminta pemerintah Ukraina untuk memastikan bahwa  pasukannya ditempatkan jauh dari daerah berpenduduk, atau agar semua warga sipil dievakuasi dari daerah tersebut terlebih dahulu.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengecam laporan Amnesty International. Zelensky menuduh kelompok itu bersekongkol dengan Rusia.

"Kelompok hak asasi manusia (Amnesty International) berusaha mengalihkan tanggung jawab dari penyerang kepada korban," ujar Zelenskyy.

Dalam pesan video pada malam hari, Zelensky mengatakan, Amnesty International mencoba untuk mengampuni negara teroris. Zelensky kerap menggunakan istilah negara teroris untuk Rusia.

Ia menegaskan tidak mungkin setiap serangan Rusia ke Ukraina dapat dibenarkan.

"Siapa pun yang memberi amnesti kepada Rusia dan yang secara artifisial menciptakan konteks informasi semacam itu, di mana beberapa serangan teroris dapat dibenarkan atau dianggap dapat dimengerti, maka mereka membantu para teroris. Dan jika ada laporan manipulatif seperti itu, maka Anda berbagi turut tanggung jawab atas pembunuhan warga sipil," kata Zelensky.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, Hanna Malyar, mengatakan, Amnesty International gagal mengkritik tindakan Rusia. "Laporan itu seperti mempelajari tindakan korban tanpa mempertimbangkan tindakan bersenjata," ujarnya.

Pejabat Ukraina mengatakan, mereka mengambil setiap tindakan untuk mengevakuasi warga sipil dari daerah garis depan. Sementara itu, Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam serangan yang digambarkan sebagai "operasi militer khusus".

Baca juga: Rusia Siapkan Serangan ke Kampung Halaman Zelensky

SUMBER: REUTERS






Perusahaan Nuklir Ukraina Tuding Rusia Retas Situs Web

31 menit lalu

Perusahaan Nuklir Ukraina Tuding Rusia Retas Situs Web

Pasukan Cyberarmy Rusia disebut berada di balik peretasan situs web perusahaan nuklir Ukraina.


Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

3 jam lalu

Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

CSIS telah menjalankan 18 dari rencana total 22 simulasi perang Amerika-Cina di Taiwan. War game belum melibatkan senjata nuklir kedua negara.


Finlandia Batasi Visa Turis Rusia, PM: Negaranya Membunuh Orang di Ukraina

4 jam lalu

Finlandia Batasi Visa Turis Rusia, PM: Negaranya Membunuh Orang di Ukraina

Tidak benar warga Rusia memasuki Eropa sebagai turis di saat negaranya membunuh orang di Ukraina, kata PM Finlandia Sanna Marin


Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

6 jam lalu

Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

Pemimpin Donetsk yang memisahkan diri dari Ukraina dalam sebuah surat kepada Kim Jong Un mengajak kerja sama perdagangan dengan Korea Utara


Pasukan Prancis Ditarik, Tentara Rusia Masuk Mali

8 jam lalu

Pasukan Prancis Ditarik, Tentara Rusia Masuk Mali

Pasukan keamanan Rusia mendarat di bandara Gao, Mali utara pada Senin, 15 Agustus 2022, di hari terakhir tentara Prancis menyelesaikan operasi mereka


Persaingan Memanas, AS Uji Coba Rudal Minuteman III

9 jam lalu

Persaingan Memanas, AS Uji Coba Rudal Minuteman III

Unjuk kekuatan di bidang rudal antar-benua semakin panas, setelah China kini gilaran AS uji coba Minuteman III


Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

11 jam lalu

Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

Rusia menyebut ada sabotase dalam ledakan gudang senjata di Krimea. Ukraina dicurigai sebagai pihak yang terlibat.


Top 3 Dunia: Nestapa TKI di Inggris hingga Rusia Tawarkan Senjata ke Sekutu

12 jam lalu

Top 3 Dunia: Nestapa TKI di Inggris hingga Rusia Tawarkan Senjata ke Sekutu

Top 3 dunia adalah TKI di Inggris terlilit utang, Rusia tawarkan senjata ke negara-negara sekutuh hingga Thailand tangkap bandar judi online China.


Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

21 jam lalu

Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

Jika terjadi perang nuklir antara AS dan Rusia dikhawatirkan bakal mengancam nyawa dua pertiga penduduk dunia.


Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

1 hari lalu

Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

Depot amunisi milik Rusia di Krimea dihantam ledakan. Dalam sepekan terakhir sejumlah fasilitas militer Rusia diguncang ledakan.