Kompak, Menlu China dan Rusia Walk Out dari Pertemuan ASEAN

Reporter

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi setelah konferensi pers bersama mereka selama pembicaraan di Sochi, Rusia 13 Mei 2019. [Pavel Golovkin / Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov walk out dari pertemuan ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, pada Jumat, 5 Agustus 2022, ketika delegasi Jepang berpidato.

AMM atau pertemuan tingkat menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara itu dibayangi oleh ketegangan di Selat Taiwan.

Kyodo News berdasarkan sumber, mewartakan, Wang dan Lavrov diduga meninggalkan kursi mereka sebagai protes atas kritik Jepang terhadap latihan militer Beijing yang dimulai pada Kamis kemarin. 

Manuver Beijing itu merupakan respons atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan awal pekan ini. Jepang juga mengecam invasi Moskow ke Ukraina sejak akhir Februari dengan memberlakukan sanksi.

Wang, Lavrov dan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi berpartisipasi dalam sesi diskusi antar menteri luar negeri Asia Timur yang beranggotakan 18 orang.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. Acara itu sebagai bagian dari rangkaian pertemuan tingkat menteri ASEAN yang diadakan di ibu kota Kamboja minggu ini.

Sebelumnya, Reuters melaporkan, China pada Kamis tiba-tiba membatalkan pertemuan bilateral yang direncanakan antara Hayashi dan Wang.

Musababnya karena pernyataan Kelompok Tujuh (G7) yang mengkritik tanggapan China terhadap kunjungan Pelosi ke Taiwan. Jepang dan Amerika Serikat termasuk di antara anggota G7.  

Menlu China juga dilaporkan tidak mengikuti sesi makan malam. Reuters mengutip saksi mata, menulis bahwa Wang pergi melewatkan momen raman-tamah yang dihadiri para diplomat top ASEAN, Menlu Jepang, sampai delegasi Amerika Serikat.

Pelosi mengunjungi Taiwan pada Selasa malam, 2 Agustus 2022. Sebelum Pelosi tiba, Presiden China Xi Jin Ping jauh-jauh hari sudah memberi peringatan agar Amerika Serikat jangan bermain api soal Taiwan. China menganggap Taiwan bagian dari wilayahnya.

Wang Yi pada pertemuan ASEAN Kamis, 4 Agustus 2022, mengatakan, kunjungan Pelosi ke Taiwan sebagai tindakan "gila, tidak bertanggung jawab, dan sangat tidak rasional" oleh Amerika Serikat.

Sehari setelah kunjungan Pelosi atau persisnya pada Kamis, 4 Agustus 2022 tepat pukul 12 waktu setempat, China menggelar latihan militer terbesar di sekitar Selat Taiwan.

Zona latihan China berada dalam jarak 20 kilometer dari garis pantai Taiwan dan tersebar di beberapa titik. Latihan akan mencakup penembakan peluru tajam jarak jauh. Majalah milik pemerintah China, Global Times, melaporkan dalam latihan tersebut, rudal terbang di atas wilayah Taiwan untuk pertama kalinya.

Wilayah udara Taiwan telah ditutup untuk lalu lintas sipil selama latihan militer China yang dipicu oleh kunjungan Pelosi. Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Taipei dan mengalihkan rute lainnya ke wilayah udara terdekat.

Baca juga: AS-China Tegang usai Kunjungannya ke Taiwan, Pelosi Malah Soroti Muslim Uighur

SUMBER: KYODO NEWS | REUTERS






Mendag Waspadai Ketegangan Cina dan Taiwan yang Berisiko ke Perdagangan RI

1 jam lalu

Mendag Waspadai Ketegangan Cina dan Taiwan yang Berisiko ke Perdagangan RI

Mendag mengatakan kedua negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia untuk keperluan industri.


Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

2 jam lalu

Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

CSIS telah menjalankan 18 dari rencana total 22 simulasi perang Amerika-Cina di Taiwan. War game belum melibatkan senjata nuklir kedua negara.


Finlandia Batasi Visa Turis Rusia, PM: Negaranya Membunuh Orang di Ukraina

3 jam lalu

Finlandia Batasi Visa Turis Rusia, PM: Negaranya Membunuh Orang di Ukraina

Tidak benar warga Rusia memasuki Eropa sebagai turis di saat negaranya membunuh orang di Ukraina, kata PM Finlandia Sanna Marin


Rekaman Audio Bocor, Liz Truss Meledek Buruh Inggris

5 jam lalu

Rekaman Audio Bocor, Liz Truss Meledek Buruh Inggris

Kandidat PM Inggris Liz Truss mengatakan, buruh butuh kerja keras lebih jika Inggris ingin tumbuh. Ia juga membandingkan dengan buruh China


Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

5 jam lalu

Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

Pemimpin Donetsk yang memisahkan diri dari Ukraina dalam sebuah surat kepada Kim Jong Un mengajak kerja sama perdagangan dengan Korea Utara


Pasukan Prancis Ditarik, Tentara Rusia Masuk Mali

7 jam lalu

Pasukan Prancis Ditarik, Tentara Rusia Masuk Mali

Pasukan keamanan Rusia mendarat di bandara Gao, Mali utara pada Senin, 15 Agustus 2022, di hari terakhir tentara Prancis menyelesaikan operasi mereka


Persaingan Memanas, AS Uji Coba Rudal Minuteman III

8 jam lalu

Persaingan Memanas, AS Uji Coba Rudal Minuteman III

Unjuk kekuatan di bidang rudal antar-benua semakin panas, setelah China kini gilaran AS uji coba Minuteman III


Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

10 jam lalu

Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

Rusia menyebut ada sabotase dalam ledakan gudang senjata di Krimea. Ukraina dicurigai sebagai pihak yang terlibat.


Top 3 Dunia: Nestapa TKI di Inggris hingga Rusia Tawarkan Senjata ke Sekutu

11 jam lalu

Top 3 Dunia: Nestapa TKI di Inggris hingga Rusia Tawarkan Senjata ke Sekutu

Top 3 dunia adalah TKI di Inggris terlilit utang, Rusia tawarkan senjata ke negara-negara sekutuh hingga Thailand tangkap bandar judi online China.


Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

20 jam lalu

Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

Jika terjadi perang nuklir antara AS dan Rusia dikhawatirkan bakal mengancam nyawa dua pertiga penduduk dunia.