Insiden Penembakan Pasukan Perdamaian, Sekjen PBB Minta Maaf ke Presiden Kongo

Reporter

Presiden Republik Demokratik Kongo Felix Tshisekedi dan istrinya Denise Nyakeru Tshisekedi menyambut Raja Belgia Philippe dan Ratu Mathilde saat penari tampil setibanya mereka di bandara internasional di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo 7 Juni 2022. REUTERS/ Justin Makangara

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Senin meminta maaf kepada Presiden Republik Demokratik Kongo Felix Tshisekedi atas insiden penembakan yang dilakukan pasukan perdamaian PBB pada Ahad 31 Juli 2022.

Dalam insiden itu, sejumlah anggota pasukan penjaga perdamaian PBB melakukan penembakan dan menewaskan dua warga di sebuah kota perbatasan. Dalam percakapan via telepon seperti dilansir Xinhua, Guterres menyampaikan belasungkawa dan meminta maaf atas insiden tersebut, kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.

Guterres mengatakan PBB berkomitmen penuh terhadap perdamaian serta siap berkoordinasi dan bekerja dengan angkatan bersenjata Kongo. Dia juga menilai perlu ada dialog efektif guna mengatasi situasi tersebut serta menghadirkan stabilitas di Kongo timur, menurut jubir itu.

Guterres mengungkapkan kemarahannya setelah insiden yang terjadi di Kasindi, Provinsi Kivu Utara, di perbatasan Kongo dan Uganda. Selain dua kematian yang dilaporkan, 15 orang lainnya terluka dalam insiden mematikan itu, kata otoritas di Kongo.

Pasukan PBB yang dikenal sebagai Monusco mengakui bahwa beberapa penjaga perdamaiannya, yang kembali dari cuti di negara asal yang sejauh ini tidak diketahui, telah melepaskan tembakan "untuk alasan yang tidak dapat dijelaskan." Sejumlah pihak yang terlibat dilaporkan telah dilakukan.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan dua pria - setidaknya satu berseragam polisi dan satu lagi berseragam tentara - maju menuju konvoi PBB yang tidak bergerak di belakang penghalang tertutup di Kasindi.

Setelah pertukaran verbal, penjaga perdamaian muncul dan melepaskan tembakan sebelum membuka penghalang dan melewatinya sementara orang-orang berhamburan.

Sekjen PBB menekankan perlunya menunjukkan tanggung jawab atas peristiwa tersebut dan menyambut baik keputusan perwakilan khususnya di Kongo, Bintou Keita, untuk menahan para anggota pasukan penjaga perdamaian yang terlibat dalam insiden tersebut. PBB juga segera memulai penyelidikan terhadap insiden itu.

Pekan lalu, demonstrasi mematikan disertai perusakan dan penjarahan terjadi di beberapa kota di Kongo timur untuk menuntut kepergian pasukan perdamaian PBB. Di Goma, Butembo, Beni dan kota-kota lain, pengunjuk rasa menyerbu fasilitas Monusco. Sembilan belas orang, termasuk tiga penjaga perdamaian, tewas dalam bentrokan.

Para pengunjuk rasa menuduh pasukan penjaga perdamaian tidak efektif dalam memerangi 100 lebih kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas kekacauan yang telah melanda provinsi timur selama hampir 30 tahun.

Salah satu misi PBB terbesar dan termahal di dunia, Monusco telah berada di Kongo sejak 1999. Saat ini mereka memiliki lebih dari 14.000 penjaga perdamaian, dengan anggaran tahunan US$1 miliar.

Baca juga: Anggota Pasukan Perdamaian Indonesia Terbunuh di Kongo

SUMBER: XINHUA






Penjara di Kongo Diserang, Lebih dari 800 Tahanan Kabur

6 hari lalu

Penjara di Kongo Diserang, Lebih dari 800 Tahanan Kabur

Kelompok bersenjata ADF diyakini sebagai dalam penyerangan pada sebuah penjara di Kongo hingga menyebabkan 800 lebih tahanan kabur


Cacar Monyet dari Masa ke Masa, Penyebaran di Dunia Sejak Ditemukan Pertama 1958 di Kongo

7 hari lalu

Cacar Monyet dari Masa ke Masa, Penyebaran di Dunia Sejak Ditemukan Pertama 1958 di Kongo

Sejarah penyebaran cacar monyet pertama ditemukan pada 1958 di Kongo, berikut kasusnya dari masa ke masa.


Teroris Afiliasi Negara Islam Serang Desa di Kongo, 20 Tewas

9 hari lalu

Teroris Afiliasi Negara Islam Serang Desa di Kongo, 20 Tewas

Sekelompok teroris yang berafiliasi dengang Negara Islam atau IS membunuh 20 warga sipil dalam serangan di dua desa di Kongo


Produsen Cokelat Snickers Minta Maaf Sebut Taiwan sebagai Negara

10 hari lalu

Produsen Cokelat Snickers Minta Maaf Sebut Taiwan sebagai Negara

Produsen cokelat Snickers meminta maaf karena salah sebut dalam iklannya dengan menyebut Taiwan sebagai negara.


Presiden Jokowi Sampaikan 2023 Bakal Jadi Tahun Gelap untuk Semua Negara

12 hari lalu

Presiden Jokowi Sampaikan 2023 Bakal Jadi Tahun Gelap untuk Semua Negara

Presiden Jokowi menyatakan mendapat prediksi bahwa tahun depan akan menjadi tahun yang gelap untuk semua negara.


Majelis Hakim Tanya Kesediaan Ade Armando Maafkan 6 Terdakwa Pengeroyokan

20 hari lalu

Majelis Hakim Tanya Kesediaan Ade Armando Maafkan 6 Terdakwa Pengeroyokan

Atas dasar rasa kemanusiaan, Ade Armando mengatakan, setiap permintaan maaf yang disampaikan terdakwa pasti dia sambut.


Richard Lee Minta Maaf ke Hotman Paris, Tidak Digubris Minta Bertemu

23 hari lalu

Richard Lee Minta Maaf ke Hotman Paris, Tidak Digubris Minta Bertemu

Richard Lee mengajak Hotman Paris bertemu untuk menyelesaikan permasalahan yang menurutnya disebabkan karena kesalahpahaman belaka.


Jumlah Penduduk Kabupaten Bogor Setara dengan Warga Negara Singapura, Denmark dan Kongo

32 hari lalu

Jumlah Penduduk Kabupaten Bogor Setara dengan Warga Negara Singapura, Denmark dan Kongo

Kabupaten Bogor wilayah penduduk terbanyak di Indonesia, mencapai lebih dari 5 juta jiwa. Jumlah ini sama dengan rakyat di Denmark dan Singapura.


Holywings Minta Maaf Lagi, Janji Akan Lebih Baik dan Tidak Lepas Tangan

51 hari lalu

Holywings Minta Maaf Lagi, Janji Akan Lebih Baik dan Tidak Lepas Tangan

Manajemen Holywings kembali meminta maaf terhadap promo satu botol minumam beralkohol gratis bagi yang bernama Muhammad dan Maria.


Belanda Minta Maaf ke Pasukan Pelindung di Genosida Muslim Serbia Bosnia

59 hari lalu

Belanda Minta Maaf ke Pasukan Pelindung di Genosida Muslim Serbia Bosnia

Pemerintah Belanda meminta maaf pada pasukan penjaga wilayah Srebrenica karena tidak berhasil mempertahankan perdamaian saat pembantaian Muslim di Serbia Bosnia.