Pangeran Charles Bantah Setujui Sumbangan dari Keluarga Osama bin Laden Rp 18 M

Reporter

Pangeran Cahrles dan Camilla merilis foto Natal tahun 2020, yang diambil di taman di Birkhall, Skotlandia. Instagram.com/@clarencehouse

TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris disebut mendapatkan sumbangan dari keluarga Osama bin Laden. Tudingan itu dilansir oleh The Sunday Times dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Pangeran Charles disebut menerima sumbangan sebesar £ 1 juta dari saudara tiri Osama bin Laden yaitu Bakr bin Laden dan Shafiq bin Laden. Uang setara Rp 18 miliar itu untuk untuk Dana Amal Pangeran Wales (PWCF) meskipun ada keberatan dari penasihat utama pada saat itu.

Namun tuduhan itu dibantah oleh pihak Pangeran Charles. Clarence House membantah pernyataan itu pada hari Sabtu, dengan mengatakan keputusan untuk menerima uang dibuat oleh Wali Amanat dan bukan Pangeran Charles. "Dana Amal Pangeran Wales telah meyakinkan kami bahwa uji tuntas menyeluruh telah dilakukan dalam menerima sumbangan ini," kata pernyataan Clarence House. "Keputusan untuk menerima diambil oleh Wali Amanat saja dan setiap upaya untuk mengkarakterisasinya adalah salah."

Bakr bin Laden adalah mantan ketua perusahaan konstruksi yang berbasis di Jeddah, Saudi Binladin Group. Osama bin Laden dikeluarkan sebagai pemegang saham dari perusahaan keluarga pada 1993, ketika Bakr bin Laden menjadi ketua. Hal ini ditunjukkan oleh dokumen pengadilan Amerika Serikat.

Osama Bin Laden adalah pemimpin al Qaeda ketika jaringan tersebut melakukan serangan 11 September 2001 di New York. Dia dibunuh oleh pasukan khusus AS dalam operasi 10 tahun kemudian.

Baik Bakr maupun Shafiq bin Laden tidak diketahui memiliki hubungan dengan kegiatan teroris atau muncul dalam daftar sanksi kontra-teror yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun pemerintah AS, UE, dan Inggris. Menurut laporan Sunday Times, Pangeran Charles mengamankan dana tersebut setelah pertemuan dengan Bakr bin Laden. Ia juga disebut menerima sumbangan itu meski ada keberatan awal dari para penasihat di Clarence House dan PWCF.

PWCF juga menanggapi laporan Sunday Times yang mengatakan bahwa "sumbangan dari Sheik Bakr Bin Laden dipertimbangkan dengan cermat oleh Pembina PWCF. Uji tuntas dilakukan dengan informasi yang dicari dari berbagai sumber termasuk pemerintah."

Sebuah sumber kerajaan mengatakan kepada CNN bahwa mereka membantah klaim The Sunday Times yang menyatakan Pangeran Charles secara pribadi menerima donasi tersebut. Ia menengahi kesepakatan dan bahwa penasihat di sekitar Pangeran Charles memohon agar dia mengembalikan uang pada saat itu.

Sebuah sumber yang dekat dengan PWCF mengatakan bahwa setelah pemeriksaan menyeluruh terhadap masalah ini, para Pengawas menyimpulkan tindakan satu anggota keluarga Osama bin Laden tidak boleh menodai seluruh keluarga.

The Sunday Times melaporkan pada Juni bahwa Pangeran Charles telah menerima sumbangan amal dalam bentuk uang tunai dari Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, mantan perdana menteri Qatar, antara 2011 dan 2015. Clarence House juga membantah rincian laporan bulan Juni dan mengatakan bahwa proses yang benar telah diikuti dalam menerima donasi.

Baca: Pangeran Charles Terima Rp17,78 Miliar dari Keluarga Osama Bin Laden

CNN | THE SUNDAY TIMES 






Beri Sumbangan Untuk Korban Bencana, Ini Aturan Lembaga Penggalangan Dana di Indonesia

9 hari lalu

Beri Sumbangan Untuk Korban Bencana, Ini Aturan Lembaga Penggalangan Dana di Indonesia

Ini aturan saat memberikan sumbangan kepada korban bencana.


Desainer Elizabeth Emmanuel Buat Ulang Gaun Putri Diana

12 hari lalu

Desainer Elizabeth Emmanuel Buat Ulang Gaun Putri Diana

Emanuel merancang gaun yang dipakai Putri Diana di pesta Istana Buckingham beberapa hari sebelum pernikahannya pada 1981.


Unpad Salurkan Sumbangan Rp 171 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

14 hari lalu

Unpad Salurkan Sumbangan Rp 171 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

Donasi dari Unpad senilai Rp171.917.590 itu disalurkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur.


Narapidana Tertua Guantanamo Saifullah Paracha Dibebaskan Setelah 19 Tahun

41 hari lalu

Narapidana Tertua Guantanamo Saifullah Paracha Dibebaskan Setelah 19 Tahun

Saifullah Paracha, yang ditahan di Guantanamo sejak 2003 dan dituduh mendanai al-Qaeda, tidak pernah didakwa seperti kebanyakan tahanan di sana.


Rusia Samakan Zelensky dengan Osama bin Laden Al Qaeda

46 hari lalu

Rusia Samakan Zelensky dengan Osama bin Laden Al Qaeda

Ketua Duma Rusia menyamakan Zelensky dengan pemimpin teroris Al Qaeda, Osama bin Laden. Kenapa?


Gaun Ini Jadi Tanda Berakhirnya Pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles

22 September 2022

Gaun Ini Jadi Tanda Berakhirnya Pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles

Putri Diana telah memiliki gaun itu selama tiga tahun sebelum akhirnya memakainya, karena menurutnya gaun itu terlalu berani.


Putri Charlotte Ingatkan Pangeran George tentang Protokol di Pemakaman Ratu Elizabeth II

20 September 2022

Putri Charlotte Ingatkan Pangeran George tentang Protokol di Pemakaman Ratu Elizabeth II

Putri Charlotte dan Pangeran George disebut berperilaku sangat baik selama upacara pemakaman Ratu Elizabeth II.


Alasan Mengapa Ratu Elizabeth II Tak Pernah Difoto saat Hamil

20 September 2022

Alasan Mengapa Ratu Elizabeth II Tak Pernah Difoto saat Hamil

Selama masa akhir kehamilan, Ratu Elizabeth II menjauhkan diri dari kehidupan publik.


Camilla Gunakan Racun Lebah untuk Perawatan Kulit

19 September 2022

Camilla Gunakan Racun Lebah untuk Perawatan Kulit

Camilla menggunakan krim racun lebah yang memiliki efek mengencangkan kerutan.


Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

11 September 2022

Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

Dalang teror 11 September 2001, Osama bin Laden lahir di Riyadh, Arab Saudi sekitar tahun 1957 atau 1958.