Polandia Labeli Kucing 'Spesies Asing Invasif', Ini Sebabnya

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Seekor kucing di area Pelabuhan Wellington Harbour di Selandia Baru disebut telah memangsa banyak telur dan anak burung lokal. Stuff

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga ilmiah Polandia telah melabeli kucing domestik ke database nasional sebagai "spesies asing invasif". Langkah itu memicu protes dari pecinta hewan.

Felis catus, nama ilmiah untuk kucing rumahan biasa, telah ditambahkan ke database awal bulan ini. Seperti dikutip The Independent pada Selasa, 27 Juli 2022, basis data itu sudah memiliki 1.786 spesies lain yang terdaftar tanpa keberatan.

Dalam mendukung keputusan itu, Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia menerbitkan posting blog di situs webnya yang membahas "kontroversi" dan kerusakan yang disebabkan kucing terhadap burung dan satwa liar lainnya.

Institut tersebut mencatat bahwa domestikasi kucing sekitar 10.000 tahun lalu di tempat lahirnya, yakni peradaban besar Timur Tengah kuno, membuat spesies ini asing bagi Eropa dari sudut pandang ilmiah yang ketat.

Lembaga itu sendiri mengklaim menentang segala kekejaman terhadap hewan. Mereka juga berpendapat bahwa klasifikasinya sejalan dengan pedoman Uni Eropa.

Wojciech Solarz, seorang ahli biologi di institut tersebut, mengatakan dia tidak siap untuk reaksi dari publik. Namun dia percaya bahwa keributan itu mungkin datang dari beberapa laporan media yang menciptakan kesan palsu bahwa institutnya menyerukan agar kucing liar dan kucing lain harus menjalani euthanasia.

Terlepas dari kontroversi tersebut, keputusan lembaga itu adalah bagian dari konsensus ilmiah yang berkembang bahwa kucing domestik memiliki dampak berbahaya pada keanekaragaman hayati. Mengingat jumlah burung dan mamalia yang mereka buru dan bunuh.

Kriteria untuk memasukkan kucing di antara spesies asing invasif, “100 persen dipenuhi oleh kucing”, kata Solarz.

Dalam segmen televisi yang ditayangkan oleh penyiar independen TVN pada pekan lalu, ahli biologi berhadapan dengan seorang dokter hewan yang menantang kesimpulannya tentang bahaya yang ditimbulkan kucing terhadap satwa liar.

Dorota Suminska, penulis buku The Happy Cat, menyoroti penyebab lain menyusutnya keanekaragaman hayati, termasuk polusi dan rusaknya bangunan kota yang dapat mengancam burung.

“Tanyakan apakah manusia ada dalam daftar spesies asing non-invasif,” kata Suminska, dengan alasan bahwa kucing terlalu banyak disalahkan.

Solarz berpendapat bahwa kucing membunuh sekitar 140 juta burung di Polandia setiap tahun. Lembaga tersebut juga menekankan bahwa semua yang direkomendasikan adalah pemilik kucing untuk membatasi waktu yang dihabiskan hewan peliharaan mereka di luar rumah selama musim kawin burung.

"Saya punya anjing, tapi saya tidak membenci kucing," kata Solarz. 

THE INDEPENDENT






5 Daya Pikat Siprus sebagai Destinasi Wisata

1 hari lalu

5 Daya Pikat Siprus sebagai Destinasi Wisata

Siprus dihuni kucing lebih banyak daripada populasi manusia


Jawa Barat Sediakan 55 Ribu Vaksin Rabies Gratis

1 hari lalu

Jawa Barat Sediakan 55 Ribu Vaksin Rabies Gratis

DKPP Jabar mengalokasikan vaksin rabies sebanyak 55.000 dosis, yang bersumber dari APBD dan APBN yang kita distribusikan ke 27 kabupaten/kota.


Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

1 hari lalu

Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

Bulgaria, Polandia, dan Estonia mengeluarkan seruan kepada warganya untuk segera tinggalkan Rusia


5 Fakta Menarik Burung Albatros, Salah Satunya Bisa Tidur Sambil Terbang

9 hari lalu

5 Fakta Menarik Burung Albatros, Salah Satunya Bisa Tidur Sambil Terbang

Burung albatros adalah burung yang mampu terbang tinggi dalam cuaca berangin dalam waktu yang lama. Burung ini senang berisitirahat di permukaan air.


Seribu Pengguna Galaxy Z Fold dan Flip di Polandia Pertimbangkan Gugat Samsung

10 hari lalu

Seribu Pengguna Galaxy Z Fold dan Flip di Polandia Pertimbangkan Gugat Samsung

Sebelumnya, permasalahan serupa di Palandia, dalam skala yang lebih kecil, muncul di antara pengguna Galaxy Z Fold dan Flip di Belanda.


Parlemen Polandia Minta Jerman Ganti Rugi Rp 19 Ribu Triliun atas Pendudukan Nazi

15 hari lalu

Parlemen Polandia Minta Jerman Ganti Rugi Rp 19 Ribu Triliun atas Pendudukan Nazi

Parlemen Polandia lewat hasil pemungutan suara mendukung tuntutan agar Jerman membayar uang ganti rugi atas pendudukan Nazi di Jerman.


Anjing atau Kucing, Panjang Mana Usianya?

22 hari lalu

Anjing atau Kucing, Panjang Mana Usianya?

Anjing dan kucing akan lebih panjang umur jika dirawat dengan baik, sesuai dengan kebutuhan gizi dan kesehatannya.


Ke Perempat Final US Open 2022, Iga Swiatek Cetak Sejarah

24 hari lalu

Ke Perempat Final US Open 2022, Iga Swiatek Cetak Sejarah

Petenis nomor satu dunia Iga Swiatek mengalahkan Jule Niemeier untuk mencapai perempat final US Open 2022.


Beda dengan Anjing, Ini Alasan Kucing Menjulurkan Lidah

25 hari lalu

Beda dengan Anjing, Ini Alasan Kucing Menjulurkan Lidah

Salah satu kebiasaan kucing ialah menjulurkan lidah. Faktanya, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan itu terjadi pada kucing.


Polandia Tuntut Ganti Rugi Rp 19.370 T ke Jerman Atas Perang Dunia II

28 hari lalu

Polandia Tuntut Ganti Rugi Rp 19.370 T ke Jerman Atas Perang Dunia II

Polandia meminta Jerman membayar RP 19.370 triliun atas kerugian yang diakbitkan pada perang dunia II.