Hari Ini di 1943: Sekutu Mengebom Roma, Awal Kalahnya Fasisme Italia di Perang Dunia II

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Hitler dan Mussolini saat mengunjungi galeri seni 'Gelleria Borghese', Roma di tahun 1938. Di masa kekuasaan Hitler, semua lukisan Picasso, Renoir and Matisse yang sekarang sangat berharga disita untuk dihancurkan karena ia lebih menyukai lukisan bergaya klasik. Dailymail.co.uk

TEMPO.CO, Roma -Hari ini 19 Juli pada tahun 1943, kubu Sekutu mengebom Ibu Kota Italia, Roma dalam kecamuk Perang Dunia II.

Melansir dari History. hari itu adalah pertama kali di masa Perang Dunia II, pasukan Sekutu mengebom Kota Roma di Italia.

Pengeboman Kota Roma adalah serangan yang kontroversial karena di dalam Kota Roma ada Vatikan yang notabene adalah negara netral dan dianggap sebagai pusat umat Katolik. Pengeboman itu menewaskan sekitar 40.000 warga sipil.

Pengeboman di Kota Roma itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 19 Juli dan layak dikenang dunia. Dikutip dari buku Elections in Europe, tak lama kemudian referendum dilakukan menyusul kekalahan Italia dalam Perang Dunia II.

Hingga tahun 1946, Italia adalah negara kerajaan yang dipimpin oleh Wangsa Savoia. Namun, Benito Mussolini (yang didukung oleh raja) kemudian menambahkan sistem fasisme setelah Pawai ke Roma pada tanggal 28 Oktober 1922.

Partai Fasis Nasional di bawah pimpinan Benito Mussolini berkuasa dari tahun 1922 hingga 1943. Kaum fasis memberlakukan pemerintahan totaliter dan menghancurkan oposisi politik dan intelektual, sambil mempromosikan modernisasi ekonomi dan nilai-nilai sosial tradisional, serta melaksanakan pemulihan hubungan dengan Gereja Katolik Roma.

Pada masa fasisme, Italia merupakan negara besar sebagai salah satu kekuatan utama Kubu Poros pada Perang Dunia II. Kemudian Italia mulai beralih ke Sekutu Sekutu pada September 1943 setelah mengusir Mussolini dan mematikan Partai Fasis di daerah selatan Roma yang dikendalikan oleh penjajah Sekutu.

Meski demikian, masih tersisa negara fasis di Italia utara yang terus berperang melawan Sekutu, yakni Republik Sosial Italia (negara boneka dari Jerman) yang masih dipimpin oleh Mussolini dan loyalis Fasis.

Persimpangan lorong di dalam bunker rahasia pemimpin Fasis, Benito Mussolini, di bawah kediaman pribadinya di Vila Torlonia, Roma, Italia, 25 Oktober 2014. REUTERS/Remo Casilli

Tak lama setelah perang, ketidakpuasan sipil menimbulkan referendum konstitusi 1946, yang mempertanyakan bentuk negara Italia, apakah tetap monarki atau menjadi republik. Italia memutuskan untuk meninggalkan monarki dan membentuk Republik Italia, negara Italia yang ada saat ini.

Menurut buku History of The World War (2019) karya Saut Pasaribu, Beberapa negara yang menganut paham ultranasionalisme salah satunya adalah Italia dengan Irredenta.

Dengan paham itu, tiga negara tersebut menjadi fasis, sehingga merasa berhak untuk menguasai negara dan bangsa lain demi meningkatkan kesejahteraan negaranya.

Fasisme adalah suatu paham yang mengutamakan negara di atas segalanya untuk negara. Sehingga pengertian negara fasis yaitu negara yang menganut paham absolut atau mutlak. Kemunculan fasis di Italia berawal dari kepemimpinan Benito Mussolini. Dirinya mendirikan Fascis Italiani di Combattimento atau Partai Fasis yang revolusioner.

Pada 1922, partai tersebut berhasil memenangkan pemilu dan Benito dilantik menjadi Perdana Menteri oleh Raja Victor Immanuel III. Dalam perkembangannya, Benito memaksa raja untuk menyerahkan tahta kerajaan kepadanya. Ia mengukuhkan dirinya sebagai Il Duce atau sang pemimpin.

Berikut hal-hal yang dilakukan Benito Mussolini untuk mencapai kejayaan Italia:

-Semangat Italia Irredenta melandasi penyatuan bangsa Italia.
-Memaksa Raja Victor Immanuel III untuk menyerahkan kekuasaan kepadanya
-Memperkuat angkatan perang
-Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare -Nostrum atau Laut Kita
-Menduduki Ethiopia dan Albania

IDRIS BOUFAKAR
Baca juga : Dari Lahirnya Partai Nazi di Jerman Terbitlah Perang Dunia II






Hublot Perusahaan Jam Tangan yang Tampil di Piala Dunia 2022, Terutama Saat Info Perpanjangan Waktu

1 hari lalu

Hublot Perusahaan Jam Tangan yang Tampil di Piala Dunia 2022, Terutama Saat Info Perpanjangan Waktu

Didirikan sejak 1980, Hublot menjadi pencatat waktu resmi untuk pertandingan FIFA, termasuk Piala Dunia 2022 di Qatar.


Tunisia Kembalikan Balita Migran yang Capai Italia Sendirian

1 hari lalu

Tunisia Kembalikan Balita Migran yang Capai Italia Sendirian

Seorang anak berusia empat tahun yang mencapai Italia tanpa orang tuanya di atas kapal yang membawa migran dari Tunisia pada Oktober, dipulangkan


Crossover Fiat 500X Stop Beredar di AS, Mengapa?

3 hari lalu

Crossover Fiat 500X Stop Beredar di AS, Mengapa?

Fiat masih menjual model 500 generasi terakhir, bahkan dengan settingan sport Abarth seperti mobil listrik Fiat 500e Abarth keluaran 2023.


Polisi Italia Tangkap Perempuan Bos Mafia dan 48 Tersangka di Luar Milan

3 hari lalu

Polisi Italia Tangkap Perempuan Bos Mafia dan 48 Tersangka di Luar Milan

Polisi Italia menyatakan perempuan bos mafia 'Ndrangheta yang ditangkap itu lebih kejam dari laki-laki.


Harga Listrik di Italia Tembus Rekor Tertinggi

8 hari lalu

Harga Listrik di Italia Tembus Rekor Tertinggi

Harga listri di Italia sejak Oktober tahun lalu terus merangkak naik hingga 329 persen. Listrik telah menjadi harga barang dan layanan paling mahal.


Memaki Giorgia Meloni dengan Kata Kasar, Penulis Roberto Saviano Diadili

10 hari lalu

Memaki Giorgia Meloni dengan Kata Kasar, Penulis Roberto Saviano Diadili

Jika terbukti bersalah memaki Giorgia Meloni, penulis antimafia Roberto Saviano bisa menghadapi hukuman penjara tiga tahun.


Dua Pesawat Tempur Tabrakan di Udara

13 hari lalu

Dua Pesawat Tempur Tabrakan di Udara

Dua pesawat tempur militer yang sudah lawas bertabrakan di udara saat peringatan Perang Dunia II di Kota Dallas, Texas


Sempat Terkatung-katung di Laut, Kapal Pembawa 230 Migran Berlabuh di Prancis

15 hari lalu

Sempat Terkatung-katung di Laut, Kapal Pembawa 230 Migran Berlabuh di Prancis

Kapal Ocean Viking, yang dioperasikan oleh sebuah LSM Prancis, telah menjemput para migran di laut dekat pantai Libya, Afrika utara


Jejak Bapak Senapan Serbu AK-47: Sejarah, Spesifikasi, dan Varian dari AK-47

15 hari lalu

Jejak Bapak Senapan Serbu AK-47: Sejarah, Spesifikasi, dan Varian dari AK-47

AK-47 adalah senapan serbu buatan Mikhail Timofeevich Kalashnikov, seorang jenderal tentara Rusia yang lahir pada 10 November 1919.


Komisi Eropa Perintahkan Pendaratan Darurat untuk Kapal Migran yang Ditolak 4 Negara

16 hari lalu

Komisi Eropa Perintahkan Pendaratan Darurat untuk Kapal Migran yang Ditolak 4 Negara

Komisi Eropa memerintahkan kapal penyelamat Ocean Viking yang berisi 234 migran untuk segera melakukan pendaratan ke tempat aman terdekat