Pembalut Terlalu Mahal, Perempuan di Zimbabwe Terpaksa Pakai Kotoran Sapi saat Haid

Reporter

Ilustrasi pembalut. Freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Para perempuan di Zimbabwe terpaksa menggunakan kotoran sapi untuk mencegah kebocoran saat menstruasi. Mahalnya harga pembalut memaksa para perempuan di negara Afrika itu menggunakan cara lain untuk mencegah darah tak keluar.

Seperti dilansir Africa News, pekan ini, Constance Dimingo mengaku sudah tak menggunakan pembalut lagi sejak setahun terakhir.

"Saya terakhir memakai pembalut sebelum ibu meninggal pada tahun lalu. Sekarang saya menggunakan apa saja yang ditemukan, kotoran sapi, daun, koran, hingga pakaian, untuk menghentikan kebocoran," kata perempuan 19 tahun itu.

Dimingo bahkan tak punya uang untuk membeli obat guna menghilangkan nyeri yang kerap dirasakan saat datang bulan.

Ia adalah satu dari hampir tiga per empat perempuan di kotanya, Domboshava— 30 kilometer sebelah utara ibu kota Harare—yang tak memiliki akses untuk mendapatkan produk higienis. Produk kewanitaan, termasuk pembalut, sudah menjadi barang mewah di kota tersebut menurut penelitian Organisasi Pembangunan SNV Belanda.

Untuk mencegah kebocoran, dia dan saudara-saudaranya menggunakan kotoran sapi yang dibentuk menjadi gumpalan untuk menyerap darah. "Saya mengambil kotoran, membentuk, dan membiarkannya kering agar mudah menyerap darah," kata nenek Dimingo, Vhene.

Untuk menghindari efek buruk, lanjut Vhene, kotoran sapi itu tidak langsung ditempelkan begitu saja ke vagina, melainkan dibungkus dengan potongan selimut tua. Kemudian kotoran sapi diletakkan di celana dalam seperti menggunakan pembalut.

"Para perempuan mengalami aliran deras pada siklus yang biasanya berlangsung 6 hari. Kami lebih suka cara ini karena kotoran sapi bisa menyerap banyak darah," ujarnya. Setelah digunakan, kotoran sapi dibuang dengan cara dikubur di tanah. "Pembalut adalah barang mewah yang tidak bisa saya beli untuk cucu-cucu perempuan saya," tuturnya, lagi.

Data Kementerian Urusan Perempuan dan Kepemudaan Zimbabwe mengungkap, 67 persen anak perempuan terpaksa bolos sekolah selama datang bulan karena tidak bisa mengakses produk higienis dan fasilitas sanitasi bersih.  Bahkan tak sedikit dari mereka yang putus sekolah sama sekali, seperti dialami Dimingo.

Pakar kesehatan memperingatkan, jika tak menggunakan produk higienis, kuman seperti salmonella dan E Coli sangat mungkin berkembang biak, menyebabkan infeksi pada daerah kewanitaan.

"Para perempuan itu mengeluh gatal dan ada sensasi terbakar di vagina. Saat diperiksa di rumah sakit, kami melihat adanya infeksi jamur, infeksi saluran urogenital, dan tanda-tanda awal kanker rahim karena penyisipan di saluran vagina," kata Theresa Nkhoma, seorang aktivis Komunitas Pengasuhan Anak yang berada di bawah Kementerian Pelayanan Umum Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Zimbabwe.

Baca juga: Pusing Miskin, Para Pemuda Zimbabwe Minum Rebusan Popok Bayi untuk Mabuk

SUMBER: AFRICANEWS






Juara Nasional, Mahasiswi ITB Bawa Pembalut Ramah Lingkungan ke Kompetisi Berlin

3 hari lalu

Juara Nasional, Mahasiswi ITB Bawa Pembalut Ramah Lingkungan ke Kompetisi Berlin

Selain bahan penyerap, tim ITB ingin memodifikasi lapisan plastik di bawah pembalut dengan material bioplastic agar tidak mencemari lingkungan.


Ig Nobel Bidang Fisika 2022: Penelitian Kenapa Bebek Berenang Berbaris

16 hari lalu

Ig Nobel Bidang Fisika 2022: Penelitian Kenapa Bebek Berenang Berbaris

Ig Nobel diberikan kepada penelitian-penelitian yang dianggap paling aneh, konyol dan unik yang membuat 'tertawa namun kemudian berpikir'.


Robert Mugabe: Antara Pahlawan dan Tiran Bagi Zimbabwe

30 hari lalu

Robert Mugabe: Antara Pahlawan dan Tiran Bagi Zimbabwe

Pada 1960 Robert Mugabe bergabung dengan partai pro-kemerdekaan Rhodesia, National Democratic Party dan menjadi sekretaris publisitasnya.


6 Alasan Siklus Menstruasi jadi Tidak Teratur

32 hari lalu

6 Alasan Siklus Menstruasi jadi Tidak Teratur

Stres, PCOS, hingga mengonsumsi obat-obatan bisa menjadi penyebab siklus menstruasi jadi lebih pendek atau lebih panjang.


5 Gangguan Haid yang Bisa Mempengaruhi Kesuburan

34 hari lalu

5 Gangguan Haid yang Bisa Mempengaruhi Kesuburan

Jika wanita mengalami gangguan pola, lama, dan jumlah saat haid, hal ini juga dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan sehingga akan sulit hamil.


25 Tanda-tanda Kehamilan Istri yang Wajib Diketahui

45 hari lalu

25 Tanda-tanda Kehamilan Istri yang Wajib Diketahui

Anda penting mengetahui seperti apa tanda-tanda istri hamil supaya lebih siap dalam menjaga kehamilan.


Akupunktur Medis Bisa Tingkatkan Peluang Hamil

28 Juli 2022

Akupunktur Medis Bisa Tingkatkan Peluang Hamil

Pasangan suami istri yang berusaha memiliki keturunan bisa menjalani akupunktur untuk meningkatkan peluang hamil alami maupun bayi tabung (IVF)


4 Kelebihan Menggunakan Menstrual Cup Dibanding Pembalut

28 Juli 2022

4 Kelebihan Menggunakan Menstrual Cup Dibanding Pembalut

Menstrual cup adalah salah satu inovasi terbaru dari produk kewanitaan. Menstrual cup bisa dijadikan alternatif pengganti pembalut.


5 Tanda Bahaya selama Menstruasi, Jangan Ragu ke Dokter

16 Juli 2022

5 Tanda Bahaya selama Menstruasi, Jangan Ragu ke Dokter

Fibroid rahim, PCOS, masalah dengan lapisan rahim atau endometriosis, bisa menjadi penyebab gejala tidak biasa saat menstruasi.


Top 3 Dunia: Indonesia Minta Malaysia Klarifikasi Pelanggaran MoU Tenaga Kerja

15 Juli 2022

Top 3 Dunia: Indonesia Minta Malaysia Klarifikasi Pelanggaran MoU Tenaga Kerja

Berita Top 3 Dunia Kamis 14 Juli 2022 diawali oleh Indonesia menunggu penjelasan dari pihak Malaysia soal indikasi pelanggaran MoU tenaga kerja