Ada Perang Geng, China Dorong PBB Melarang Impor Senjata Api Kecil ke Haiti

Reporter

Pimpinan Geng 400 Mawozo, Lanmo Sanjou, ketika menuntut tebusan untuk misionaris yang disandera, Oktober 2021. (Youtube/hcabarbieri.it)

TEMPO.CO, Jakarta -China meminta Dewan Keamanan PBB melarang impor senjata api kecil ke Haiti. Sumber mengatakan, Beijing menyarankan PBB juga memberi sanksi kepada para pemimpin geng dan mengirim pasukan polisi regional ke negara Karibia itu.

Usulan itu muncul saat anggota Dewan mempertimbangkan untuk memperbarui misi politik PBB ke Haiti yang akan berakhir pada Jumat malam, 15 Juli 2022 seperti dilansir France24.

Hal ini disebabkan meningkatnya konflik antar geng mematikan di Haiti. Akibatnya, warga mengalami kekurangan bahan bakar dan harga pangan naik.

Sumber diplomatik China mengatakan bahwa PBB harus mendorong otoritas politik di Haiti untuk bertindak, dan menempatkan mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan itu dengan sanksi hukum.

Menurut draf teks yang dilihat oleh wartawan, sanksi individu itu akan mencakup larangan perjalanan dan pembekuan aset.

"Situasi di Haiti tidak bisa lebih buruk. Saat kami melakukan negosiasi di sini, kekerasan geng meningkat di Port-au-Prince," kata juru bicara misi China untuk PBB seperti dikutip France 24.

"Embargo senjata terhadap geng kriminal adalah tindakan minimum yang harus dilakukan Dewan dalam menanggapi situasi yang mengerikan ini," tambahnya.

Dalam kesempatan terpisah, Amerika Serikat mengatakan tidak menentang gagasan China, tetapi sanksi itu harus tepat.

AS menyatakan, tidak masuk akal untuk menerapkan embargo senjata tanpa komite sanksi atau sekelompok ahli PBB untuk mengawasinya. AS juga menambahkan bahwa informasi lebih lanjut tentang sanksi yang diusulkan terhadap individu diperlukan untuk membahas gagasan tersebut.

Setidaknya 89 orang telah tewas di Port-au-Prince saja selama pekan ini. Kekerasan geng sudah berlangsung selama berhari-hari. Badan-badan bantuan mengatakan wilayah itu berbahaya untuk diakses.

Kemiskinan yang menghancurkan dan kekerasan yang meluas menyebabkan banyak warga Haiti melarikan diri ke Republik Dominika, yang berbatasan dengan negara itu, atau ke Amerika Serikat.

Dewan Keamanan sedang memperdebatkan apakah akan memperpanjang misi politik khusus PBB ke Haiti atau BINUH, hingga 2023. Pemungutan suara awalnya dijadwalkan pada Rabu lalu. Namun, dengan anggota Dewan memperdebatkan proposal China, voting dapat didorong kembali ke hari ini.  

China ditengarai telah mengambil peran yang semakin menonjol dalam isu-isu yang berkaitan dengan Haiti di PBB dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena Port-au-Prince telah mengakui Taiwan.

Baca juga: Perang Geng Haiti Kian Mengerikan, Hampir 90 Orang Tewas dalam Sepekan

SUMBER: FRANCE 24






Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

6 jam lalu

Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

10 negara terbesar di dunia berdasarkan luas wilayahnya dengan total area meliputi daratan dan daerah perairan


Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

9 jam lalu

Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

Keputusan Malaysia untuk abstain dari pemungutan suara dalam sidang Dewan HAM PBB tentang Uyghur adalah mengecewakan dan memalukan.


RI Tolak Bahas Uyghur di PBB, Kemlu Sebut Tak Mau Ada Politisasi

10 jam lalu

RI Tolak Bahas Uyghur di PBB, Kemlu Sebut Tak Mau Ada Politisasi

Kemlu RI menjelaskan alasan Indonesia menolak proposal pembahasan yang diajukan negara-negara Barat dalam Dewan HAM PBB tentang Uyghur.


Ini Dalih RI Tolak Usul AS Bahas Uyghur di Dewan HAM PBB

13 jam lalu

Ini Dalih RI Tolak Usul AS Bahas Uyghur di Dewan HAM PBB

Indonesia memandang pendekatan yang diajukan oleh negara pengusung dalam Dewan HAM mengenai Uyghur tidak akan menghasilkan kemajuan yang berarti.


Anggota Dewan HAM PBB Tolak Bahas Kasus Muslim Uyghur, termasuk Indonesia

17 jam lalu

Anggota Dewan HAM PBB Tolak Bahas Kasus Muslim Uyghur, termasuk Indonesia

"Kami tidak akan pernah menyerah tetapi kami sangat kecewa dengan reaksi negara-negara Muslim," kata presiden Kongres Uyghur Dunia.


Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

1 hari lalu

Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan tidak akan menggantungkan nasib pertahanan wilayahnya kepada pihak lain.


Kewalahan Atasi Gengster, Haiti Minta Bantuan Internasional

1 hari lalu

Kewalahan Atasi Gengster, Haiti Minta Bantuan Internasional

Gengster Haiti memblokade terminal BBM, sehingga bahan bakar menjadi langka dan berdampak pasa semua sisi kehidupan.


Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

1 hari lalu

Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik jarak pendek ke laut arah Jepang setelah kembalinya kapal induk AS ke wilayah itu.


Taiwan: China telah Menghancurkan Kesepakatan di Selat Taiwan

2 hari lalu

Taiwan: China telah Menghancurkan Kesepakatan di Selat Taiwan

China telah menghancurkan kesepakatan diam-diam tentang gerakan militer di Selat Taiwan dengan melintasi 'garis tengah' tidak resmi yang mengalir di perairan itu.


PBB: Swiss Miliki Masalah Rasisme Sistemik

3 hari lalu

PBB: Swiss Miliki Masalah Rasisme Sistemik

Laporan komite PBB dalam rapat Dewan HAM menunjukkan Swiss memiliki masalah rasisme sistemik yang serius terhadap orang-orang keturunan Afrika