Indonesia Bekukan Sementara Pengiriman Pekerja Migran ke Malaysia

Reporter

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia berjalan memasuki perbatasan Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis, 25 November 2021. ANTARA/Agus Alfian

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia mengatakan pada Rabu 13 Juli 2022 untuk sementara menghentikan pengiriman warganya untuk bekerja di Malaysia. Seperti Dilansir Reuters, ini termasuk ribuan pekerja yang direkrut untuk sektor perkebunan, dengan alasan pelanggaran dalam kesepakatan perekrutan yang ditandatangani kedua negara.

Pembekuan tersebut merupakan pukulan terbaru bagi Malaysia - produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia dan mata rantai utama dalam rantai pasokan global. Negara ini menghadapi kekurangan sekitar 1,2 juta pekerja yang dapat menggagalkan pemulihan ekonominya.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, mengatakan kepada Reuters bahwa pembekuan itu diberlakukan setelah otoritas imigrasi Malaysia terus menggunakan sistem rekrutmen online untuk pekerja rumah tangga yang telah dikaitkan dengan tuduhan perdagangan manusia dan kerja paksa.

Pengoperasian sistem yang berkelanjutan melanggar ketentuan perjanjian yang ditandatangani antara Malaysia dan Indonesia pada April. “Perjanjian ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan pekerja rumah tangga yang dipekerjakan di rumah tangga Malaysia,” kata Hermono.

Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia S Saravanan mengkonfirmasi menerima surat dari pihak berwenang Indonesia yang menginformasikan kepadanya tentang pembekuan tersebut. Dia mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan membahas masalah ini dengan Kementerian Dalam Negeri, yang mengawasi departemen imigrasi.

Perusahaan Malaysia telah mengajukan sekitar 20.000 aplikasi untuk pekerja, sekitar setengahnya untuk pekerjaan di sektor perkebunan dan manufaktur, menurut Hermono.

Malaysia bergantung pada jutaan pekerja asing, yang sebagian besar berasal dari Indonesia, Bangladesh, dan Nepal, untuk mengisi pekerjaan pabrik dan perkebunan yang dijauhi oleh penduduk setempat.

Kendati pembekuan perekrutan akibat pendemi telah dicabut pada Februari, Malaysia belum melihat kembalinya pekerja secara signifikan. Ini di tengah lambatnya persetujuan pemerintah dan pembicaraan yang berlarut-larut dengan negara-negara sumber mengenai perlindungan pekerja.

Ada kekhawatiran yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir atas perlakuan terhadap pekerja migran, dengan tujuh perusahaan Malaysia dilarang oleh Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir atas apa yang digambarkan sebagai "kerja paksa".

Baca juga: Sebut Pekerja Migran Nikmati Subsidi Jatah Warga Malaysia, PM Ismail Dikecam

SUMBER: REUTERS






Malaysia Konversi Pesawat CN235-220 menjadi Maritime Patrol Aircraft

6 jam lalu

Malaysia Konversi Pesawat CN235-220 menjadi Maritime Patrol Aircraft

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah merampungkan konversi dua dari tiga pesawat CN235-220 milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) itu.


Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

11 jam lalu

Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

Keputusan Malaysia untuk abstain dari pemungutan suara dalam sidang Dewan HAM PBB tentang Uyghur adalah mengecewakan dan memalukan.


Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

13 jam lalu

Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

Pemerintah Malaysia memasukkan pengganti nikotin berupa patch atau permen karet sebagai produk tidak beracun.


Inilah Spesifikasi 4 Kapal Selam yang Dimiliki Indonesia

15 jam lalu

Inilah Spesifikasi 4 Kapal Selam yang Dimiliki Indonesia

Tak hanya KRI Nanggala-402 yang tenggelam 2021 lalu, TNI ternyata memiliki 4 kapal selam lain dengan spesifikasi yang berbeda.


Ini Dalih RI Tolak Usul AS Bahas Uyghur di Dewan HAM PBB

15 jam lalu

Ini Dalih RI Tolak Usul AS Bahas Uyghur di Dewan HAM PBB

Indonesia memandang pendekatan yang diajukan oleh negara pengusung dalam Dewan HAM mengenai Uyghur tidak akan menghasilkan kemajuan yang berarti.


Indonesia Kerja Sama dengan Singapura untuk Gelar Formula 1 di Bintan

18 jam lalu

Indonesia Kerja Sama dengan Singapura untuk Gelar Formula 1 di Bintan

Indonesia menjalin kerja sama dengan Singapura untuk memajukan motorsport di kawasan Asia Tenggara, termasuk menggelar Formula 1 di Bintan.


Anggota Dewan HAM PBB Tolak Bahas Kasus Muslim Uyghur, termasuk Indonesia

19 jam lalu

Anggota Dewan HAM PBB Tolak Bahas Kasus Muslim Uyghur, termasuk Indonesia

"Kami tidak akan pernah menyerah tetapi kami sangat kecewa dengan reaksi negara-negara Muslim," kata presiden Kongres Uyghur Dunia.


PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

1 hari lalu

PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan dia mungkin akan mengusulkan tanggal pembubaran parlemen dalam pertemuannya dengan Raja Al-Sultan Abdullah.


Piala Dunia 2022: Pemerintah Qatar Bakal Lakukan Inspeksi Hak-hak Pekerja Migran

1 hari lalu

Piala Dunia 2022: Pemerintah Qatar Bakal Lakukan Inspeksi Hak-hak Pekerja Migran

Menjelang Piala Dunia 2022, Pemerintah Qatar akan menginspeksi pemenuhan hak tenaga kerja termasuk pemeriksaan kesehatan dan keselamatan.


Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

2 hari lalu

Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

Pengacara Putri Najib Razak ketika dihubungi mengatakan IRB mengajukan pemberitahuan penghentian banding Senin lalu.