Hillary Desak Korea Utara Hentikan Provokasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif Seoul: Hillary Clinton memperingatkan Korea Utara untuk tidak membuat gerakan provokatif dan segera berunding mengenai senjata nuklir miliknya. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ini, mengancam hubungan Washington dan Pyoyang tidak akan dipererat jika Korea Utara meneruskan misinya.

    Dalam konferensi pers di Seoul, Hillary menyatakan bahwa dibutuhkan komitmen untuk membongkar program nuklir yang dimiliki militer Korea Utara. Apalagi, lanjut Hillary, saat ini Pyongyang sedang mengancam dengan uji coba misil yang provokatif dan tidak ada gunanya.

    “Penghargaan Korea Selatan mengenai demokrasi dan kemakmuran sangat kontras dengan pemerintahan tirani dan kemiskinan di Korea Utara,” ujar Hillary, yang didampingi menteri luar negeri Korea Selatan Yu Myung-hwan.

    Seoul menjadi pemberhentian ketiga di Asia dalam perjalanan Hillary. Sebelum perjalanannya dimulai, dia mengikuti terus perkembangan recana Pyongyang untuk meluncurkan misil taepodong-2. Selain berbicara mengenai perkembangan terakhir di Semenanjung Korea, Hillary rencananya akan bertemu Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak, sekaligus ingin membicarakan masalah latihan militer gabungan yang akan melibatkan 28 ribu tentara Amerika.


    AP| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.