Rusia Siapkan Serangan Darat, Krisis Pangan Global Bisa Memburuk?

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Dua bocah membentangkan bendera Ukraina saat melihat bangkai tank Rusia yang dipamerkan di Praha, Republik Ceko, 11 Juli 2022. Ukraina dan sekutu baratnya mengatakan perang Putin adalah perampasan tanah bergaya kekaisaran. REUTERS/David W Cerny

TEMPO.CO, Jakarta - Ukraina memperkirakan Rusia akan melakukan serangan darat, menyusul pengeboman dengan rudal yang meluas dan menewaskan lebih dari 30 orang di tengah ancaman memburuknya krisis energi global jika Rusia memotong pasokan minyak dan gasnya.

Staf umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan serangan rudal ke seluruh negeri merupakan persiapan Rusia merebut provinsi Donetsk, dan mengendalikan seluruh jantung industri Donbas.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan, Rusia telah melakukan 34 serangan udara sejak Sabtu, 9 Juli 2022, termasuk menghantam apartemen lima lantai yang menewaskan 31 orang dan mengurung puluhan lainnya.

Kantor berita negara Rusia TASS melaporkan serangan Ukraina di kota Nova Kakhovka yang dikuasai Rusia di wilayah Kherson selatan Ukraina menewaskan enam orang dan menyebabkan banyak orang terluka.

"Ada enam orang yang dipastikan [meninggal]. Dan puluhan lainnya terluka, (dengan) luka akibat pecahan peluru," kata laporan itu, mengutip Vladimir Leontyev, kepala pemerintahan sipil-militer Distrik Kakhovka yang ditempatkan Rusia di wilayah Kherson.

"Masih banyak orang di bawah reruntuhan. Yang terluka dibawa ke rumah sakit, tetapi banyak orang terkurung di reruntuhan apartemen dan rumah mereka," kata Leontyev.

Setelah Putin gagal merebut ibu kota Kyiv di awal invasi, pasukannya beralih ke Donbas, di mana dua provinsinya, Donetsk dan Luhansk, sebagian dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia sejak 2014.

Presiden Vladimir Putin akan menyerahkan kendali Donbas kepada separatis dan pada hari Senin melonggarkan aturan bagi Ukraina untuk memperoleh kewarganegaraan Rusia.  

Barat memasok Ukraina dengan senjata dan memberlakukan sanksi keras terhadap Rusia. Moskow menggunakan cadangan minyak dan gasnya yang besar untuk mendanai perang.

Namun, melonjaknya harga energi dan pangan serta meningkatnya inflasi, membuat sejumlah negara Barat agak mengerem bantuannya ke Ukraina.

Ketergantungan Eropa pada energi Rusia menyita perhatian para pembuat kebijakan dan bisnis karena pipa terbesar yang membawa gas Rusia ke Jerman memulai pemeliharaan tahunan selama 10 hari. Pemerintah, pasar, dan perusahaan khawatir penutupan itu mungkin diperpanjang karena perang.  

Kementerian energi dan luar negeri Ukraina mengatakan keputusan Kanada untuk mengembalikan turbin yang diperbaiki ke Jerman untuk pipa gas Nord Stream 1 yang memasok minyak Rusia sama dengan mencabut sanksi.

Zelensky memperingatkan, Kremlin akan menganggap pengecualian sanksi sebagai tanda kelemahan.

Dia mengatakan Moskow sekarang akan mencoba untuk "benar-benar menghentikan pasokan gas ke Eropa pada saat yang paling mendesak. Inilah yang perlu kita persiapkan sekarang. Inilah yang sedang diprovokasi sekarang."

Harga minyak global dapat melonjak 40% menjadi sekitar $140 per barel jika batas harga yang diusulkan pada minyak Rusia tidak diadopsi, kata seorang pejabat senior Departemen Keuangan AS, Selasa.

Tujuannya adalah untuk menetapkan harga pada tingkat yang menutupi biaya produksi marjinal Rusia sehingga Moskow mendapat insentif untuk terus mengekspor minyak, tetapi tidak cukup tinggi untuk mendanai perangnya melawan Ukraina, kata pejabat itu.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen akan membahas implementasi proposal batas harga AS dan perkembangan ekonomi global dengan Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki ketika mereka bertemu pada hari Selasa, kata pejabat itu.

Ketika Uni Eropa bersiap untuk memberlakukan embargo bertahap pada minyak Rusia dan melarang asuransi maritim untuk setiap kapal tanker yang membawa minyak Rusia, Yellen melihat pembatasan tersebut sebagai cara untuk menjaga minyak tetap mengalir dan mencegah kenaikan harga lebih lanjut sehingga bisa mencegah resesi.

Sementara Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mendukung rencana produsen gas Gazprom memperluas skema rubel-untuk-gas untuk gas alam cair (LNG).

Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada keputusan yang diambil atau perintah yang disiapkan untuk langkah tersebut.

Pada bulan Maret, Putin mengatakan "negara-negara yang tidak bersahabat" harus membayar gas Rusia dalam rubel, setelah Rusia terputus dari sistem keuangan dunia. Sejumlah klien terbesar Gazprom di Eropa terputus setelah menolak bekerja sama dengan skema pembayaran roubles-for-gas.

Dalam upaya untuk mengurangi kenaikan harga pangan global, Barat bertujuan membuka kembali pelabuhan Laut Hitam Ukraina, yang ditutup oleh blokade Rusia, sehingga Kyiv bisa kembali mengekspor gandum.

Reuters






Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

6 jam lalu

Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

Zelensky menanggapi ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Putin.


Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

6 jam lalu

Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

:Presiden Rusia Vladimir Putin berulang tahun ke-70 hari ini. Ia mendapat ucapan selamat termasuk dari Kim Jong Un.


Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

7 jam lalu

Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri masih akan menunggu KTT ASEAN pada November 2022 dalam memberi pengakuan ke Pemerintah sementara Myanmar


Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

8 jam lalu

Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

10 negara terbesar di dunia berdasarkan luas wilayahnya dengan total area meliputi daratan dan daerah perairan


Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

10 jam lalu

Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

Mengenal apa itu Yandex, sejarah serta kelebihan dan kekurangan dibandingkan search engine Google.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

10 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

15 jam lalu

Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

Ribuan warga Rusia membanjiri perbatasan negara-negara tetangga sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada 21 September


Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

17 jam lalu

Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

Sebuah rudal Rusia menghancurkan blok apartemen di wilayah Ukraina yang telah dicaplok Moskow hingga menewaskan tujuh orang,


Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

18 jam lalu

Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaploknya,


Ekonom: Resesi Global 2023 Lebih Mirip Krisis 1970 Ketimbang 1998

1 hari lalu

Ekonom: Resesi Global 2023 Lebih Mirip Krisis 1970 Ketimbang 1998

Menurut Bhima, kondisi krisis saat ini lebih mirip resesi 1970 dibandingkan dengan krisis moneter 1998 dan 2008.