Pelaku Cyberbullying di Jepang Terancam Penjara 1 Tahun atau Denda Sekitar Rp 33 Juta

Ilustrasi bullying. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jepang akhirnya mengesahkan undang-undang bagi para pelaku cyberbullying atau penghinaan daring pada 13 Juni 2022 lalu. Pengesahan UU ini menjadi payung hukum yang mengatur sanksi bagi seseorang yang terlibat dalam cyberbullying.

Dilansir dari Kyodo News, sebelumnya, bagi para pelaku cyberbullying mendapat sanksi penahanan selaman 30 hari dan atau denda kurang dari 10.000 yen (sekitar Rp 1,1 juta). Namun sekarang berdasarkan undang-undang terbaru di negeri matahari terbit itu, selain hukuman penjara yang lebih panjang hingga satu tahun, pelaku cyberbullying juga bisa dikenakan denda hingga 300.000 yen (sekitar Rp 33 juta).

Melansir dari engadget.com, pengesahan UU ini dilatarbelakangi meningkatnya kekhawatiran publik terhadap cyberbullying yang marak terjadi di media sosial belakangan ini. Puncaknya, kasus cyberbullying ini menjadi dalang di balik kasus bunuh diri seorang bintang televisi Jepang bernama Hana Kimura. Artis yang bermain dalam serial netflix berjudul Terrace House (2020) ini mengalami stres dan depresi setelah menerima cyberbullying berupa menerima pesan kebencian berturut-turut di media sosial.  Namun, dua orang yang dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut hanya didenda 9.000 yen. 

Keberadaan UU ini menimbulkan pro dan kontra tersendiri bagi masyarakat di Jepang. Pihak pro menyatakan bahwa UU ini bisa menghambat kebebasan berpendapat dan memberikan kritik kepada Pemerintah yang berkuasa. Namun, para pendukung UU ini menjelaskan bahwa UU ini berfokus untuk menindak cyberbullying dan pelecehan online.

Kelompok kontra, salah satunya Partai Demokrat Liberal menuntut untuk adanya peninjauan atas dampak UU terhadap kebebasan berekspresi, salah satunya kebebasan berpendapat setelah tiga tahun berlaku. Sebab, penghinaan yang disebutkan sebagai cyberbullying dalam UU tersebut tidak dijelaskan secara spesifik sehingga berpotensi melahirkan pembatasan atas kebebasan berekspresi masyarakat. Seorang pengacara bidang pidana Jepang, Seiho Cho,mengamini hal tersebut. Seiho Cho turut mengungkapkan bahwa pentingnya penjelasan pasti mengenai definisi dan kriteria yang disebut sebagai penghinaan.

NAOMY A. NUGRAHENI

Baca: Terapi yang Tepat untuk Korban dan Pelaku Bullying

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Honda Jazz Facelift Debut di Jepang, Mesin Bertenaga

11 jam lalu

Honda Jazz Facelift Debut di Jepang, Mesin Bertenaga

Honda perkenalkan Fit atau Honda Jazz facelift, kini mobil mungil tersebut resmi debut secara resmi di Jepang.


Grand Prix Jepang, Yuki Tsunoda disambut Bak Pahlawan Pulang Perang

14 jam lalu

Grand Prix Jepang, Yuki Tsunoda disambut Bak Pahlawan Pulang Perang

Yuki Tsunoda tak bisa membayangkan bisa membalap di Sirkuit Suzuka karena empat tahun lalu dia menyaksikan balap mobil F ormula 1 di tribun penonton.


Jadwal Formula 1 Jepang Hari Ini: Simak Peluang Juara Max Verstappen

21 jam lalu

Jadwal Formula 1 Jepang Hari Ini: Simak Peluang Juara Max Verstappen

Jadwal Formula 1 Jepang bakal berlangsung pada hari ini, Jumat, 7 Oktober 2022, sampai dengan Minggu, 9 Oktober 2022.


Myanmar Hukum Sutradara Jepang 10 Tahun Penjara

1 hari lalu

Myanmar Hukum Sutradara Jepang 10 Tahun Penjara

Pengadilan Myanmar yang dikuasai junta militer, telah memenjarakan seorang pembuat film dokumenter Jepang.


Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

1 hari lalu

Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik jarak pendek ke laut arah Jepang setelah kembalinya kapal induk AS ke wilayah itu.


Roasting dalam Komedi Bukan Bullying, Apa Bedanya?

2 hari lalu

Roasting dalam Komedi Bukan Bullying, Apa Bedanya?

Referensi topik roasting stand up comedy diambil dari berbagai fenomena sosial yang menjadi perhatian khalayak ramai atau mengenai ketimpangan sosial


TikTok Kena Denda Rusia karena Dianggap Sebarkan Propaganda LGBT

2 hari lalu

TikTok Kena Denda Rusia karena Dianggap Sebarkan Propaganda LGBT

Denda tersebut menandai langkah terbaru perselisihan Rusia dengan sejumlah perusahaan teknologi raksasa, terbaru dengan TikTok.


Kerusuhan di Penjara Ekuador, 15 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

2 hari lalu

Kerusuhan di Penjara Ekuador, 15 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Kerusuhan di penjara Ekuador berulang kali terjadi. Tahanan penuh sesak di dalam penjara dan perang antar-geng menjadi salah satu sebabnya.


Jepang Jadi Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Bagaimana Indonesia?

3 hari lalu

Jepang Jadi Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Bagaimana Indonesia?

World Population Review tahun ini kembali melakukan pemeringkatan skor IQ ratusan negara di dunia. Bagaimana dengan Indonesia?


Bertemu Dubes Jepang, Menhub Minta Percepatan Kerja Sama Proyek Proving Ground

3 hari lalu

Bertemu Dubes Jepang, Menhub Minta Percepatan Kerja Sama Proyek Proving Ground

Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji. Apa saja yang dibahas?