Kemlu Pastikan WNI di Sri Lanka Aman Pasca-Massa Serbu Rumah Presiden

Reporter

Seorang demonstran berpose tempat dimana Presiden Gotabaya Rajapaksa biasa mengadakan acara utama di rumah Presiden setelah demonstran memasuki gedung usai Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri, di tengah krisis ekonomi negara, di Kolombo, Sri Lanka, 10 Juli 2022. Para pengunjuk rasa yang menyerbu rumah Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa pada Sabtu, 9 Juli 2022, mengklaim menemukan sejumlah besar uang di sana. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan tidak ada WNI yang terlibat dan terluka dalam unjuk rasa besar di Sri Lanka baru-baru ini. Berdasarkan catatan KBRI Kolombo, saat ini terdapat 340 WNI yang menetap di Sri Lanka.  

"Semuanya dalam keadaan baik serta termonitor kondisinya oleh KBRI. Sebelumnya, selama krisis ekonomi berlangsung, KBRI juga menyalurkan bantuan logistik bagi WNI yang paling terdampak krisis," kata Judha dalam sebuah keterangan tertulis, Senin, 11 Juli 2022.

Demonstrasi akbar berlangsung di Sri Lanka pada Sabtu, 9 Juli 2022. Massa menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.

Para pengunjuk rasa menduduki Istana Presiden, kediaman resmi Perdana Menteri, dan juga menguasai kantor sekretariat presiden yang terletak di Galle Face Green. Tempat itu jadi pusat konsentrasi massa pelaku unjuk rasa. 

Rakyat Sri Lanka menyalahkan Gotabaya Rajapaksa atas runtuhnya ekonomi yang bergantung pada pariwisata. Krisis kian parah sejak dihantam pandemi COVID-19 dan larangan pupuk kimia yang kemudian dibatalkan.

Keuangan pemerintah dilumpuhkan oleh utang yang menumpuk dan potongan pajak yang diberikan oleh rezim Rajapaksa. Utang luar negeri Sri Lanka meroket hingga US$ 51 miliar atau sekitar Rp 757 triliun. Sri Lanka tidak bisa membayarnya. 

Sri Lanka tidak memiliki uang untuk mengimpor barang-barang pokok. Sri Lanka hampir tidak memiliki sisa dolar untuk mengimpor bahan bakar, yang telah dijatah secara ketat. 

Menyikapi situasi terakhir di Sri Lanka, menurut Judha, KBRI Kolombo menyampaikan imbauan bagi WNI untuk membatasi perjalanan ke luar rumah selama berlangsungnya aksi unjuk rasa kecuali untuk keperluan mendesak. 

WNI di Sri Lanka juga disarankan menghindari kerumunan massa dan wilayah-wilayah yang menjadi konsentrasi aksi unjuk rasa. Apalagi terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam aksi unjuk rasa. WNI bisa menghubungi KBRI Kolombo apabila menghadapi permasalahan melalui sambungan hotline di nomor (94) 77 277 3123. 

Baca juga: Penampakan Bunker Rahasia Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa, Apa Isinya?

DANIEL AHMAD






WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

10 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

11 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


Pertugas Imigrasi Sering Tanyakan Soal ini Bagi Pemohon Paspor

12 jam lalu

Pertugas Imigrasi Sering Tanyakan Soal ini Bagi Pemohon Paspor

Berikut pertanyaan yang paling sering ditanyakan saat membuat paspor untuk kepentingan berlibur, pendidikan dan bekerja. Apa saja?


RI Tolak Bahas Uyghur di PBB, Kemlu Sebut Tak Mau Ada Politisasi

13 jam lalu

RI Tolak Bahas Uyghur di PBB, Kemlu Sebut Tak Mau Ada Politisasi

Kemlu RI menjelaskan alasan Indonesia menolak proposal pembahasan yang diajukan negara-negara Barat dalam Dewan HAM PBB tentang Uyghur.


Tidak Ada Korban WNI dalam Penembakan Massal di Thailand

1 hari lalu

Tidak Ada Korban WNI dalam Penembakan Massal di Thailand

Kementerian Luar Negeri mengkonfirmasi tidak ada korban WNI yang menjadi korban penembakan massal di Thailand.


Kerusuhan di Penjara Ekuador, 15 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

2 hari lalu

Kerusuhan di Penjara Ekuador, 15 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Kerusuhan di penjara Ekuador berulang kali terjadi. Tahanan penuh sesak di dalam penjara dan perang antar-geng menjadi salah satu sebabnya.


PSSI Larang Arema FC Jadi Tuan Rumah Hingga Akhir Musim Liga 1 Usai Kerusuhan Kanjuruhan

5 hari lalu

PSSI Larang Arema FC Jadi Tuan Rumah Hingga Akhir Musim Liga 1 Usai Kerusuhan Kanjuruhan

PSSI melarang Arema FC menjadi tuan rumah Liga 1 2022-2023 hingga akhir musim. Sanksi berat menanti usai kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.


Kerusuhan Terjadi Usai Laga Arema FC vs Persebaya, 125 Orang Tewas

6 hari lalu

Kerusuhan Terjadi Usai Laga Arema FC vs Persebaya, 125 Orang Tewas

Kerusuhan terjadi setelah pertandingan pekan ke-11 Liga 1 yang memptermukan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.


Sidang Kasus HAM Berat Paniai, Saksi: Massa Memaksa Masuk Koramil, 3 Warga Tewas

9 hari lalu

Sidang Kasus HAM Berat Paniai, Saksi: Massa Memaksa Masuk Koramil, 3 Warga Tewas

Sidang kasus HAM berat Paniai di PN Makassar digelar hari ini . Agendanya pemeriksaan saksi-saksi, dengan terdakwa Mayor (Purn) Isak Sattu.


Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

10 hari lalu

Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

Menko PMK Muhadjir Effendy yang ditugaskan Jokowi ke Pakistan mengatakan, tidak ada WNI yang menjadi korban banjir di negara itu.