Mayoritas Para Menteri Luar Negeri G20 Hadiri Pertemuan di Bali, Ukraina Ikut Virtual

Reporter

Presiden Joko Widodo menerima estafet kepemimpinan atau presidensi G20 dari Perdana Menteri Italia Mario Draghi.

TEMPO.CO, Jakarta -Sebagian besar menteri luar negeri negara anggota G20 dipastikan akan menghadiri secara tatap muka Foreign Ministers' Meeting atau FMM G20 Bali pada Kamis dan Jumat, 7 sampai 8 Juli 2022.

Staf Khusus Program-program Prioritas Kementerian Luar Negeri RI dan Co-Sherpa G20 Indonesia Dian Triansyah Djani mengatakan, semua delegasi negara G20 sudah menyampaikan registrasinya untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri itu. Walau demikian, daftar hadir para menteri luar negeri tidak akan dibagikan secara publik untuk menjamin keamanan.

"Kita tunggu dulu saja kedatangan mereka," kata Dian pada jumpa pers rutin Kementerian Luar Negeri, Kamis, 30 Juni 2022.

Anggota G20 terdiri atas 19 negara dan 1 kawasan, yaitu: Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Mayoritas otoritas negara anggota G20 sudah mengkonfirmasi kehadiran delegasinya. 

Di luar negara anggota G20 yang diundang dalam pertemuan menteri luar negeri, ada 10 negara lain yang diminta untuk berpartisipasi, salah satunya Ukraina. Saat dikonfirmasi oleh Tempo, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia mengatakan, Menteri Luar Negeri Dymitro Kuleba hanya akan ikut FMM G20 secara daring.

Adapun pertemuan menteri luar negeri G20 ini mengusung 'Membangun Dunia yang Lebih Damai, Stabil, dan Sejahtera Bersama'.  Menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 6 Juli 2022, FMM G20 akan terdiri dari dua sesi. 

Pertama, mengenai penguatan multilateralisme. Kedua, mengenai krisis pangan dan energi.

Dalam sesi pertama, Kemlu menyebut forum akan membahas langkah bersama bagi penguatan kolaborasi global dan membangun rasa saling percaya antar-negara. Tujuannya menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi stabilitas, perdamaian, dan pembangunan dunia.  

Pada sesi ini dihadirkan dua pembicara khusus, yaitu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Prof. Jeffrey Sachs dari Columbia University. Mereka akan memberikan pandangan mengenai penguatan prinsip-prinsip dan forum multilateral dalam situasi geopolitik saat ini.

Dalam sesi kedua, forum akan membahas langkah-langkah strategis untuk menanggulangi krisis kerawanan pangan, kekurangan pupuk, dan kenaikan harga komoditas global. Invasi Rusia tehadap Ukraina menaikkan isu ketahanan pangan ini.

Di sesi ini, Indonesia mengundang tiga pembicara khusus, yaitu David Beasley selaku Direktur Eksekutif WFP, Damilola Ogunbiyi dari Perwakilan Khusus Sekjen PBB Untuk Energi Berkelanjutan Bagi Semua dan Co-Chair UN-Energy, dan Mari Pangestu Direktur Pelaksana World Bank. Mereka akan memberikan pandangan mengenai dampak konflik atas ekonomi dan pembangunan dunia.

"G20 sebagai forum ekonomi yang mewakili berbagai kawasan dunia, memiliki kekuatan untuk membahas isu ini secara komprehensif, demi mencari solusi ekonomi-sosial yang berkelanjutan," tulis Kementerian Luar Negeri RI. 

Baca juga: Kementerian Luar Negeri Siapkan Skenario Jika Barat Walk Out dari G20

DANIEL AHMAD






Perusahaan Nuklir Ukraina Tuding Rusia Retas Situs Web

53 menit lalu

Perusahaan Nuklir Ukraina Tuding Rusia Retas Situs Web

Pasukan Cyberarmy Rusia disebut berada di balik peretasan situs web perusahaan nuklir Ukraina.


Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

4 jam lalu

Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

CSIS telah menjalankan 18 dari rencana total 22 simulasi perang Amerika-Cina di Taiwan. War game belum melibatkan senjata nuklir kedua negara.


Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

6 jam lalu

Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

Pemimpin Donetsk yang memisahkan diri dari Ukraina dalam sebuah surat kepada Kim Jong Un mengajak kerja sama perdagangan dengan Korea Utara


Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

11 jam lalu

Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

Rusia menyebut ada sabotase dalam ledakan gudang senjata di Krimea. Ukraina dicurigai sebagai pihak yang terlibat.


Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

1 hari lalu

Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

Depot amunisi milik Rusia di Krimea dihantam ledakan. Dalam sepekan terakhir sejumlah fasilitas militer Rusia diguncang ledakan.


Ukraina dan Rusia Saling Tuduh atas Serangan dekat PLTN Terbesar di Eropa

1 hari lalu

Ukraina dan Rusia Saling Tuduh atas Serangan dekat PLTN Terbesar di Eropa

Pejabat Ukraina dan Rusia telah saling tuduh tentang siapa yang bertanggung jawab atas serangan di dekat PLTN Zaporizhzhia di Ukraina selatan.


Ukraina Klaim Rebut Kembali Wilayah yang Diduduki Rusia

1 hari lalu

Ukraina Klaim Rebut Kembali Wilayah yang Diduduki Rusia

Pasukan Ukraina mengklaim berhasil mencatat kemajuan dalam pertempuran kota di wilayah timur Donetsk yang telah menjadi fokus utama perang


Kapal Gandum PBB Pertama Berangkat dari Ukraina ke Afrika Timur

2 hari lalu

Kapal Gandum PBB Pertama Berangkat dari Ukraina ke Afrika Timur

PBB mengirim 23.000 metrik ton biji-bijian ke wilayah yang rawan kelaparan. Kapal gandum ini adalah yang pertama dari Ukraina ke Afrika Timur.


Bantu Tentara Ukraina Berperang, Selandia Baru Kirim 120 Tentara ke Inggris

2 hari lalu

Bantu Tentara Ukraina Berperang, Selandia Baru Kirim 120 Tentara ke Inggris

Pelatihan sekitar 800 tentara Ukraina oleh tentara Selandia Baru akan dilakukan secara eksklusif di salah satu dari empat lokasi di Inggris


Vladimir Putin ingin Pererat Kerja Sama dengan Kim Jong Un

2 hari lalu

Vladimir Putin ingin Pererat Kerja Sama dengan Kim Jong Un

Putin memastikan kepada Kim Jong Un bahwa Rusia dan Korea Utara akan memperluas hubungan bilateral