Menteri Mundur Massal, PM Inggris Boris Johnson: Saya Tak Akan Mundur

Reporter

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson joging dengan anjingnya Dilyn saat melintasi St James's Park di London, Inggris, 24 Januari 2022. REUTERS/Hannah McKay

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu menentang tekanan untuk mundur dari anggota kabinet dan partainya sendiri, Kosnervatif. Dia menegaskan bahwa dirinya akan melawan segala upaya untuk menurunkannya dari kursi perdana menteri.

"Saya tak akan mundur dan hal terakhir yang diperlukan negara ini, terus terang, adalah pemilihan umum," kata Johnson di depan komite parlemen.

Johnson mengatakan dia memegang mandat Pemilu 2019 dan tak akan melepaskan tugasnya di tengah krisis biaya hidup dan perang di Eropa. Dia menolak menjawab pertanyaan apakah dirinya akan tetap bertugas jika anggota-anggota parlemen dari partainya sendiri tak lagi percaya pada dirinya.

Lebih dari 40 pejabat dalam pemerintahannya telah mengundurkan diri dan banyak anggota parlemen dari Partai Konservatif telah menentangnya secara terbuka. Bahkan beberapa anggota kabinet mendatanginya di Downing Street –sebutan bagi kantor dan kediaman perdana menteri Inggris– untuk memintanya turun dari jabatan, menurut seorang sumber.

Salah seorang di antaranya meminta Johnson menetapkan sendiri tanggal pengunduran dirinya ketimbang menghadapi mosi tidak percaya. Banyak anggota parlemen mengatakan bahwa sekarang pertanyaannya bukan lagi apakah dia harus mundur, tetapi kapan dia harus mundur.

Pada Rabu malam, jaksa wilayah Inggris dan Wales Suella Braverman mendesak Johnson untuk lengser. Braverman menjadi menteri kabinet pertama yang mengatakan akan bersaing untuk menggantikan Johnson dalam pemilihan pemimpin Konservatif.

"Saya pikir inilah saatnya bagi perdana menteri untuk mengundurkan diri," kata Braverman kepada ITV, seraya menegaskan bahwa dirinya tak akan keluar dari posisinya. "Jika ada pemilihan pemimpin (partai), saya akan mengikutinya," katanya.

Krisis kepercayaan terhadap Johnson memuncak setelah integritasnya dipertanyakan karena menunjuk seorang anggota parlemen, yang pernah menjadi target penyelidikan kasus serangan seksual, untuk mengurusi soal keagamaan di partainya.

Sebelumnya, berbagai skandal telah mendera pemerintahannya, termasuk laporan tentang pesta di Downing Street yang melanggar aturan pembatasan COVID-19.

Anggota parlemen dari kubu Konservatif James Duddridge, teman dekat Johnson, mengatakan kepada Sky News bahwa pemimpin Inggris itu "adalah pelampung, dia (naik) ke atas untuk bertarung". Duddridge mengatakan bahwa Johnson dan menteri keuangan baru Nadhim Zahawi akan menyusun rencana ekonomi pekan depan yang akan mencakup pemangkasan pajak.

Johnson telah memecat Michael Gove, seorang menteri senior yang menurut media telah mendesak sang perdana menteri untuk turun dari jabatannya. Pada Rabu malam, Menteri Sekretaris Negara Wales Simon Hart bergabung dengan mereka yang mengundurkan diri.

Pengunduran diri massal muncul sejak Selasa ketika menteri kesehatan dan menteri keuangan Inggris mundur dari jabatan mereka. "Pada titik tertentu, kita harus memutuskan untuk berhenti. Saya yakin titik itu adalah sekarang," kata Sajid Javid dalam pidato pengunduran dirinya sebagai menteri kesehatan.

Di parlemen, para menteri senior tampak menahan diri untuk tidak tertawa ketika pemimpin oposisi Partai Buruh mengolok-olok bahwa kabinet Boris Johnson telah menjadi "the charge of the lightweight brigade" –sebutan bagi aksi militer kavaleri Inggris yang gagal menaklukkan Rusia dalam Pertempuran Balaclava 1854.

Baca juga: Tiga Lagi Menteri Inggris Mundur, Buntut Skandal Pelecehan Seksual Kabinet Boris Johnson

SUMBER: REUTERS






Inflasi di Inggris Naik Lagi Jadi 10,1 Persen

22 menit lalu

Inflasi di Inggris Naik Lagi Jadi 10,1 Persen

Angka inflasi di Inggris pada Juli 2022 mengalami kenaikan dibanding Juni lalu atau menjadi 10,1 persen.


Upah Tak Sesuai, KBRI London Janji Perjuangkan Hak Pekerja Migran Indonesia di Inggris

1 jam lalu

Upah Tak Sesuai, KBRI London Janji Perjuangkan Hak Pekerja Migran Indonesia di Inggris

KBRI London akan mengawal kasus Pekerja Migran Indonesia yang upahnya tidak sesuai janji akibat diberangkatkan lewat agen ilegal.


Rekaman Audio Bocor, Liz Truss Meledek Buruh Inggris

5 jam lalu

Rekaman Audio Bocor, Liz Truss Meledek Buruh Inggris

Kandidat PM Inggris Liz Truss mengatakan, buruh butuh kerja keras lebih jika Inggris ingin tumbuh. Ia juga membandingkan dengan buruh China


Mahatma Gandhi, Abdul Kalam Azad dan Hari Kemerdekaan India, Inggris Menyerah karena Apa?

9 jam lalu

Mahatma Gandhi, Abdul Kalam Azad dan Hari Kemerdekaan India, Inggris Menyerah karena Apa?

15 Agustus tiap tahunnya warga India memperingati hari kemerdekaan India dari jajahan Inggris. Seberapa besar peran Mahatma Gandhi?


Top 3 Dunia: Nestapa TKI di Inggris hingga Rusia Tawarkan Senjata ke Sekutu

11 jam lalu

Top 3 Dunia: Nestapa TKI di Inggris hingga Rusia Tawarkan Senjata ke Sekutu

Top 3 dunia adalah TKI di Inggris terlilit utang, Rusia tawarkan senjata ke negara-negara sekutuh hingga Thailand tangkap bandar judi online China.


Inggris Setujui Vaksin Bivalen Buatan Moderna untuk Booster Covid-19

22 jam lalu

Inggris Setujui Vaksin Bivalen Buatan Moderna untuk Booster Covid-19

Inggris memberikan lampu hijau pertama untuk vaksin yang memiliki kesesuaian antara virus asli dan varian Omicron buatan Moderna


Nestapa TKI Pemetik Buah di Inggris, Terpaksa Gadaikan Rumah setelah Terlilit Utang

1 hari lalu

Nestapa TKI Pemetik Buah di Inggris, Terpaksa Gadaikan Rumah setelah Terlilit Utang

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai pemetik buah di Inggris harus menelan pil pahit


TKI Pemetik Buah di Inggris Terjerat Utang, Migrant CARE: Proteksi Negara Masih Lemah

1 hari lalu

TKI Pemetik Buah di Inggris Terjerat Utang, Migrant CARE: Proteksi Negara Masih Lemah

Migrant CARE menilai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih rentan jadi korban perdagangan manusia


TKI Pemetik Buah di Inggris Terlilit Utang Puluhan Juta

1 hari lalu

TKI Pemetik Buah di Inggris Terlilit Utang Puluhan Juta

TKI yang bekerja sebagai pemetik buah di Inggris tidak mendapat upah yang sesuai sampai harus terlilit utang puluhan juta rupiah.


Iran Salahkan Salman Rushdie, Inggris: Menggelikan

1 hari lalu

Iran Salahkan Salman Rushdie, Inggris: Menggelikan

Inggris menilai pernyataan Iran bahwa penusukan terhadap Salman Rushdie akibat tindakan penulis novel Ayat-Ayat Setan itu, sebagai "menggelikan".