PBB Ingatkan Kelaparan Dunia Bakal Naik

Reporter

Seorang anak laki-laki Yaman memanggul jeriken air plastik di dekat keran air hasil sumbangan di Sanaa, Yaman, 28 Oktober 2021. Selain mengalami krisis kelaparan, 15 juta warga di negara yang hancur akibat perang itu juga tidak memiliki akses air minum bersih. Xinhua/Mohammed Mohammed

TEMPO.CO, Jakarta - Data sejumlah badan PBB mengungkap angka kelaparan dunia pada tahun lalu mengalami peningkatan setelah 2020 dihantam pandemi Covid-19. Perang Ukraina dan perubahan iklim mengancam kelaparan dan migrasi massal bakal besar-besaran pada tahun ini.    

Diperkirakan lebih dari 828 juta orang atau hampir 10 persen dari populasi dunia akan terdampak oleh kelaparan pada tahun lalu. Pada 2020, ada lebih dari 46 juta orang kelaparan dan lebih dari 150 juta orang pada 2019. Data tersebut dikumpulkan dari data FAO, WFP dan WHO lalu dituangkan dalam laporan keamanan pangan dan nutrisi PBB 2022.   

Tingkat kelaparan dunia masih belum banyak berubah pada periode 2015 dan 2019.

“Ada sebuah bahaya nyata bahwa angka-angka ini akan mengalami kenaikan, bahkan lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan,” kata Direktur Eksekutif WFP David Baesley.    

Anak-anak Yaman mengisi jeriken plastik dengan air di dekat keran air hasil sumbangan di Sanaa, Yaman, 28 Oktober 2021. Selain mengalami krisis kelaparan, 15 juta warga di negara yang hancur akibat perang itu juga tidak memiliki akses air minum bersih. Xinhua/Mohammed Mohammed

Menurutnya, kenaikan harga bahan makanan, bahan bakar dan pupuk sebagai dampak perang Ukraina telah mengancam sejumlah negara terpuruk pada kelaparan.  

“Dampaknya akan dirasakan secara global adalah ketidakstabilan, kelaparan dan migrasi massal pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. kita harus bertindak sekarang untuk mencegah bencana yang mengancam ini,” kata Baesley.

Rusia dan Ukraina adalah eksportir gandum terbesar dunia ketiga dan keempat. Rusia juga eksporter berpengaruh untuk bahan bakar dan pupuk.

Perang Ukraina telah mengganggu ekspor kedua negara, mendorong kenaikan harga bahan makanan ke level tertinggi dan mendorong aksi protes di negara-negara berkembang. Sebelumnya, kondisi harga bahan makanan sudah mahal karena ganggunga rantai suplai akibat Covid-19.

Laporan PBB yang dipublikasi pada Rabu, 6 Juli 2022, memperingatkan bakal ada sejumlah dampak serius terhadap ketahanan pangan dan nutrisi mengingat konflik, perubahan cuaca yang ekstrim, gejolak ekonomi dan ketidak setaraan, yang masih berlangsung.

Sumber: Reuters

Baca juga: 6 Sinyal yang Diberikan Tubuh saat Lapar, Tidak Selalu Perut Keroncongan

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.            






HUT RI ke-77, Harga TBS di 22 Provinsi Sudah di Atas Rp2.000

8 menit lalu

HUT RI ke-77, Harga TBS di 22 Provinsi Sudah di Atas Rp2.000

Harga TBS per hari ini, Rabu, 17 Agustus 2022 di 22 provinsi sentra sawit rata-rata sudah di atas Rp2.000 per kilogram.


Mendag Waspadai Ketegangan Cina dan Taiwan yang Berisiko ke Perdagangan RI

59 menit lalu

Mendag Waspadai Ketegangan Cina dan Taiwan yang Berisiko ke Perdagangan RI

Mendag mengatakan kedua negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia untuk keperluan industri.


Pemerintah Perkirakan Ekspor Indonesia Mulai Turun di 2023

2 jam lalu

Pemerintah Perkirakan Ekspor Indonesia Mulai Turun di 2023

Pemerintah menyatakan ekspor Indoneisa yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di masa krisis akibat pandemi, diperkirakan akan mulai termoderasi.


Sri Mulyani Sebut Tak Ada Windfall Komoditas, Indef Beberkan Dampaknya ke Ekspor hingga...

3 jam lalu

Sri Mulyani Sebut Tak Ada Windfall Komoditas, Indef Beberkan Dampaknya ke Ekspor hingga...

Peneliti Indef merespons pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal kemungkinan tahun depan tak ada lagi tren lonjakan harga komoditas.


Kemendag: Harga Referensi CPO Naik, Bea Keluar Jadi USD 74 per Metrik Ton

6 jam lalu

Kemendag: Harga Referensi CPO Naik, Bea Keluar Jadi USD 74 per Metrik Ton

Kemendag mengumumkan harga referensi produk CPO untuk penetapan bea keluar periode 16-31 Agustus 2022 sebesar US$ 900,52 per ton


Daftar 10 Negara Pertama yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

9 jam lalu

Daftar 10 Negara Pertama yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

Berikut negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia diantaranya Mesir, Palestina, Arab Saudi, sampai Vatikan.


Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

20 jam lalu

Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

Jika terjadi perang nuklir antara AS dan Rusia dikhawatirkan bakal mengancam nyawa dua pertiga penduduk dunia.


Kohler Bangun Pabrik Keramik Baru di Cikarang Senilai Rp 14,5 Triliun

1 hari lalu

Kohler Bangun Pabrik Keramik Baru di Cikarang Senilai Rp 14,5 Triliun

Menperin berharap pabrik keramik baru PT Kohler Manufacturing Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, bakal membuka lebih banyak lagi lapangan pekerjaan.


Simon Stiell Terpilih Jadi Kepala Bidang Iklim PBB

1 hari lalu

Simon Stiell Terpilih Jadi Kepala Bidang Iklim PBB

Simon Stiell dikenal di PBB sebagai sosok yang suka menyoroti masalah lingkungan dan iklim


Puan Maharani: RI Harus Kurangi Kencanduan Ekspor Komoditas

1 hari lalu

Puan Maharani: RI Harus Kurangi Kencanduan Ekspor Komoditas

Menurut Puan Maharani, Indonesia perlu mengurangi ekspor komoditas untuk meningkatkan kemandirian pangan dan ketahanan energi nasional.