Larang Anak Perempuan Sekolah, Dua Pejabat Taliban Masuk Daftar Hitam PBB

Reporter

Anak perempuan di kelas sekolah dasar di Kabul, Afghanistan, 25 Oktober 2021. REUTERS/Zohra Bensemra/File Photo

TEMPO.CO, Jakarta - PBB memberlakukan larangan perjalanan terhadap dua pejabat Taliban ke luar negeri. Para diplomat di badan dunia itu mengatakan kebijakan diambil sebagai tanggapan atas pembatasan yang diberlakukan kelompok itu terhadap wanita dan anak perempuan Afghanistan.

Larangan perjalanan oleh PBB dikeluarkan untuk Menteri Pendidikan Tinggi Abdul Baqi Basir Awal Shah (Abdul Baqi Haqqani) dan penjabat Wakil Menteri Pendidikan Said Ahmad Shaidkhel.

Al Jazeera mewartakan, pengecualian perjalanan yang mengizinkan 15 pejabat Taliban pergi ke luar negeri untuk berunding dan negosiasi berakhir Senin, 20 Juni 2022. Pengecualian perjalanan bagi 13 pejabat sebelumnya diperpanjang setidaknya selama dua bulan. 

Akan tetapi kebijakan itu tidak berlaku bagi dua pejabat pendidikan sebagai tanggapan atas keputusan Taliban untuk melarang pendidikan anak perempuan di level sekolah menengah.
Pengabaian terakhir berlaku untuk jangka waktu 60 hari, dengan pembaruan 30 hari lebih lanjut. Kecuali jika anggota Dewan Keamanan PBB mengajukan keberatan.
 
Seorang pejabat tinggi pendidikan Taliban mengkritik keputusan PBB terbaru sebagai "dangkal dan tidak adil". "Keputusan seperti itu hanya akan membuat situasi menjadi lebih kritis," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Lutfullah Khairkhwa.

Sejak merebut kekuasaan pada Agustus 2021, Taliban telah membatasi akses perempuan ke pendidikan, pekerjaan pemerintah, dan kebebasan bergerak.

Taliban juga memerintahkan perempuan di Afghanistan untuk menutupi wajah mereka di depan umum. Langkah itu dinilai jadi satu tindakan paling keras yang dikenakan pada mereka di tengah gelombang pembatasan pada wanita.

Pada Maret 2022, Pemimpin Tertinggi Taliban Haibatullah Akhunzada memerintahkan sekolah menengah untuk anak perempuan ditutup. Keputusan itu hanya beberapa jam setelah sekolah dibuka kembali untuk pertama kalinya sejak Taliban kembali berkuasa. Dekrit yang melarang ratusan ribu gadis remaja bersekolah itu menuai kemarahan internasional. 

 
SUMBER: AL JAZEERA





Mengenang Nelson Mandela dan Pengaruh Perjuangannya Sampai Sekarang

13 jam lalu

Mengenang Nelson Mandela dan Pengaruh Perjuangannya Sampai Sekarang

Kepergian Nelson Mandela meninggalkan banyak pengaruh dari jejak perjuangannya


ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

2 hari lalu

ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di kantor Kedutaan Besar Pakistan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada 3 Desember 2022


Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

3 hari lalu

Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

Dua kejadian terpisah di Kabul, serangan bom bunuh diri dekat kantor partai Hezb-e-Islami dan penembakan di Kedutaan Pakistan.


Kemlu: Indonesia Belum Mengakui Pemerintah Taliban Afghanistan

4 hari lalu

Kemlu: Indonesia Belum Mengakui Pemerintah Taliban Afghanistan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan posisi Indonesia belum mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan.


PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

5 hari lalu

PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

Amonia adalah bahan utama untuk pupuk nitrat. PBB sedang mengupayakan agar ekspor ammonia berjalan lagi.


PBB Umumkan Dana Bantuan Kemanusiaan Naik 25 Persen

5 hari lalu

PBB Umumkan Dana Bantuan Kemanusiaan Naik 25 Persen

PBB akan meminta kenaikan dana operasional bantuan kemanusiaan secara global sebanyak 25 persen mulai 2023.


Taliban Pakistan Mengklaim Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 3 Orang

6 hari lalu

Taliban Pakistan Mengklaim Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 3 Orang

Taliban Pakistan- dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) -mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di Pakistan barat


Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

6 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

Bom bunuh diri telah terjadi di kota Quetta, Pakistan, di mana pelaku mengincar aparat kepolisian. Taliban mengklaim bertanggung jawab.


Tentara Israel Bunuh 5 Warga Palestina dalam Serangkaian Bentrokan di Tepi Barat

6 hari lalu

Tentara Israel Bunuh 5 Warga Palestina dalam Serangkaian Bentrokan di Tepi Barat

Bentrokan antara pasukan Israel dan warga Palestina sepanjang Selasa, 29 November 2022, menewaskan lima warga Palestina.


Amerika Serikat Desak Iran Keluar dari Dewan Hak Perempuan PBB

6 hari lalu

Amerika Serikat Desak Iran Keluar dari Dewan Hak Perempuan PBB

Masa depan Iran di badan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan PBB akan ditentukan pada pertengahan Desember mendatang.