China Selatan Dilanda Banjir Besar, Ratusan Ribu Orang Dievakuasi

Reporter

Foto udara jalanan terendam banjir setelah hujan deras di Zhengzhou, provinsi Henan, Cina, Rabu, 21 Juli 2021. Puluhan ribu orang dievakuasi dari daerah yang terdampak banjir. REUTERS/China Daily

TEMPO.CO, JakartaChina selatan mengalami curah hujan terbesar sejak tahun 1961. Hujan lebat menyebabkan banjir dan tanah longsor di negara bagian tersebut.

Menurut media pemerintah, ratusan ribu orang telah dievakuasi dari rumah mereka di Cina selatan. Banjir dan tanah longsor kali ini dipicu curah hujan lebat yang paling deras sejak beberapa dekade terakhir.

Dengan badai hujan yang terus melanda wilayah selatan dan timur termasuk Guangdong, Guangxi dan Jiangxi pada hari Selasa, sekitar 85 sungai di seluruh China telah mengalami banjir.

Di lembah Sungai Pearl yang rendah, yang meliputi Guangdong dan Guangxi, hujan deras telah membahayakan sekitar 54 saluran air. Selain itu operasi manufaktur, pengiriman dan logistik terganggu di saat rantai pasokan tersendat akibat pembatasan pandemi Covid-19.

Foto-foto media pemerintah menunjukkan orang-orang berkerumun di tempat tidur kamp di sekolah yang diubah menjadi tempat penampungan sementara di kota Shaoguan, Guangdong. Ratusan tenda didirikan di lapangan olahraga.

Pihak berwenang di Guangdong mengatakan pada hari Senin bahwa lebih dari 200.000 orang telah dievakuasi selama bencana. Kerusakan akibat bencana diperkirakan mencapai 1,7 miliar yuan atau setara US$ 254 juta.

Para pengungsi termasuk di antara hampir 480.000 orang yang terkena dampak hujan dan banjir.

Shaoguan juga mengeluarkan peringatan merah atas bencana banjir pada Selasa pagi. Beberapa daerah pedesaan dan kota besar Foshan meningkatkan peringatan banjir mereka dalam beberapa hari terakhir.

Di wilayah tetangga Guangxi, air berlumpur membanjiri perkotaan. Regu penyelamat mengevakuasi penduduk desa dengan perahu karet. Sekitar 145.000 orang telah dievakuasi dari daerah-daerah di Guangxi, sementara 2.700 rumah ambruk.

Penyiar CCTV negara mengatakan lebih dari 1.000 penduduk desa terjebak di sebuah desa banjir di Guilin dari Guangxi.

Tabloid Global Times mengatakan pada hari Senin bahwa hujan lebat diperkirakan akan berlanjut selama tiga hari ke depan. Permukaan air di lembah Sungai Pearl diperkirakan akan meningkat. 

Pusat Meteorologi Nasional China mengatakan curah hujan rata-rata di provinsi Guangdong, Fujian dan Guangxi antara awal Mei dan pertengahan Juni mencapai 621 milimeter (24 inci), tertinggi sejak 1961.

Awal bulan ini, sedikitnya 21 orang tewas setelah banjir yang disebabkan oleh hujan deras di provinsi Hubei, China tengah. Bencana banjir di provinsi Henan, China tengah, musim panas lalu menewaskan 398 orang dan menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari US$ 10 miliar.

Baca: China: Korea Utara Tiba-Tiba Setop Impor Alat Pengendali COVID-19

CHANNEL NEWS ASIA






Kalah Gugatan, Penolakan Okinawa atas Relokasi Pangkalan AS Berakhir?

16 jam lalu

Kalah Gugatan, Penolakan Okinawa atas Relokasi Pangkalan AS Berakhir?

Mahkamah Agung Jepang menolak permohonan Pemerintah Prefektur Okinawa untuk menghentikan pembangunan tempat relokasi pangkalan AS


AS: China Ancaman Utama dalam Pertahanan Luar Angkasa

20 jam lalu

AS: China Ancaman Utama dalam Pertahanan Luar Angkasa

China sedang membangun kemampuan yang menempatkan sebagian besar aset luar angkasa Amerika Serikat dalam risiko


RUU Militer AS Muat Potensi Dana Bantuan Rp156 Triliun ke Taiwan

1 hari lalu

RUU Militer AS Muat Potensi Dana Bantuan Rp156 Triliun ke Taiwan

Kongres AS diperkirakan akan memungut suara mengenai rancangan undang-undang kebijakan militer besar-besaran, termasuk bantuan untuk Taiwan


Kunjungan Xi Jinping ke Arab Saudi Bikin AS Panas, Disebut Tak Kondusif

1 hari lalu

Kunjungan Xi Jinping ke Arab Saudi Bikin AS Panas, Disebut Tak Kondusif

Xi Jinping telah mendarat di Arab Saudi kemarin. Kunjungan ini membuat Amerika Serikat gerah.


Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

2 hari lalu

Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

Covid-19 telah bermutasi menjadi kasus dengan gejala ringan.


China Cabut Pembatasan Covid, Warga: Saatnya Hidup Normal dan Kembali ke Dunia

2 hari lalu

China Cabut Pembatasan Covid, Warga: Saatnya Hidup Normal dan Kembali ke Dunia

Keputusan Pemerintah China melonggarkan pembatasan Covid-19 pada Rabu disambut antusias oleh warga. Disney Shanghai dibuka hari ini.


Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, Pemprov DKI Kaji Penerapan WFH

2 hari lalu

Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, Pemprov DKI Kaji Penerapan WFH

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sedang mengkaji penerapan bekerja dari rumah atai work from home (WFH) mengantisipasi cuaca ekstrem


Xi Jinping Kunjungi Arab Saudi, Teken Perjanjian Rp458 Miliar

2 hari lalu

Xi Jinping Kunjungi Arab Saudi, Teken Perjanjian Rp458 Miliar

Presiden China Xi Jinping memulai kunjungan resmi ke Arab Saudi atas undangan Raja Salman bin Abdulaziz.


China Umumkan Pelonggaran Pembatasan COVID-19 Secara Nasional

2 hari lalu

China Umumkan Pelonggaran Pembatasan COVID-19 Secara Nasional

Langkah China ini menyusul protes di seluruh negeri yang menentang strategi garis keras nol-COVID


Hadapi Ancaman China dan Korut, Jepang Siapkan Rp500 Triliun untuk Rudal Jarak Jauh

2 hari lalu

Hadapi Ancaman China dan Korut, Jepang Siapkan Rp500 Triliun untuk Rudal Jarak Jauh

Jepang siapkan anggaran Rp568 triliun untuk mengembangkan rudal jarak jauh di tengah meningkatnya ancaman dari China dan Korea Utara