Retno Marsudi Mengecam Politikus India Penghina Nabi Muhammad

Reporter

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Mei 2022. Rapat tersebut membahas Rencana Kerja Anggaran dan Rencana Kerja Pemerintah Kementerian Luar Negeri tahun 2023. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi prihatin dan mengecaman pernyataan dua politikus Partai Bharatiya Janata atau BJP,  yakni Nupur Sharma dan Naveen Jindal. Ucapan kedua politikus tersebut dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.

Keprihatinan dan kecaman itu, disampaikan Retno langsung ke Menteri Luar Negeri India, Jaishankar, dalam kesempatan pertemuan khusus para Menteri Luar Negeri ASEAN dan India di Ibu Kota New Delhi pada Jumat, 17 Juni 2022. 

Massa yang tergabung dalam FPI, PA 212, hingga GNPF saat menggeruduk Kedubes India di Jakarta, Jumat 17 Juni 2022. Aksi itu buntut penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh politisi India. TEMPO/Subekti.

Menurut Retno, Jaishankar sudah menjelaskan kepadanya bahwa sikap dua anggota BJP itu tidak mencerminkan sikap partai apalagi pemerintah. Jaishankar juga menegaskan bahwa partai sudah bersikap tegas dengan memberhentikan keduanya.

Dalam pertemuan di New Delhi itu, Retno mengatakan bahwa ia menyampaikan mengenai pentingnya pengembangan budaya toleransi dan saling menghormati. 

"Hanya dengan saling menghormati perbedaan, termasuk perbedaan agama, maka persahabatan dan kerja sama akan dapat terus diperkuat," kata Retno seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri.

Retno menambahkan, dalam forum ini, India dan Indonesia juga sepakat untuk melanjutkan kembali program Indonesia – India Interfaith Dialogue atau IIID yang pernah diselenggarakan pada 2018.

Sebelumnya, pernyataan Sharma yang dinilai menghina Nabi Muhammad awalnya muncul dalam debat TV pada akhir Mei lalu, dengan topik sengketa Masjid Gyanvapi. Sementara, Jindal berkomentar soal Islam di akun Twitter pribadinya.

Pernyataan Sharma memicu kegemparan di kalangan Muslim India dan memicu protes diplomatik dari negara-negara mayoritas berpenduduk muslim, seperti Indonesia, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Malaysia, Pakistan, Iran dan Afghanistan. Mereka semua menuntut permintaan maaf dari pemerintah India. 

Kementerian Luar Negeri India sudah menegaskan bahwa komentar menyinggung yang tercetus, sama sekali tidak mencerminkan pandangan pemerintah. Instruksi juga telah dikeluarkan kepada beberapa anggota senior BJP agar lebih berhati-hati ketika berbicara tentang agama di ruang publik.

Melalui Twitter, Sharma sudah mencabut komentarnya. Tapi dia mengklaim bahwa pernyataan itu merupakan tanggapan atas penghinaan terhadap dewa Hindu. Seperti diwartakan Hindustan Times, sebagian besar laporan merujuk pada “penghinaan” kepada Nabi Muhammad SAW dan istrinya. 

 
 
 
Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.
 





Marullah Matali Jadi Deputi Gubernur, Heru Budi: Sosok yang Bisa Diandalkan

11 jam lalu

Marullah Matali Jadi Deputi Gubernur, Heru Budi: Sosok yang Bisa Diandalkan

Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono menunjuk Marullah Matali sebagai Deputi Gubernur. Marullah dianggap sosok berpengalaman yang bisa diandalkan.


Presiden NUG Berharap Kepemimpinan Indonesia di ASEAN Selesaikan Krisis Myanmar

14 jam lalu

Presiden NUG Berharap Kepemimpinan Indonesia di ASEAN Selesaikan Krisis Myanmar

Di tengah situasi mengerikan perang militer melawan rakyat di Myanmar, ASEAN diharapkan dapat menjadi agen dalam menghentikan krisis.


New Delhi Diselimuti Asap, India Larang Konstruksi Swasta

15 jam lalu

New Delhi Diselimuti Asap, India Larang Konstruksi Swasta

Pemerintah India melarang proyek konstruksi swasta di dalam dan sekitar New Delhi sebagai upaya mengurangi debu dan emisi


Heru Budi Hartono Buka Suara Soal Pencopotan Marullah Matali, Singgung Soal Helikopter

20 jam lalu

Heru Budi Hartono Buka Suara Soal Pencopotan Marullah Matali, Singgung Soal Helikopter

Heru Budi Hartono dan Marullah Matali akan bergantian memimpin rapat koordinasi dengan pemerintah pusat.


Jakarta jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin Ibu Kota ASEAN 2023

1 hari lalu

Jakarta jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin Ibu Kota ASEAN 2023

Jakarta ditunjuk jadi tuan rumah Mayors and Governors Meeting of the ASEAN Capital 2023


Hari Ini di Tahun 1984 Terjadi Tragedi Bhopal India: Ini Data-data Korban

2 hari lalu

Hari Ini di Tahun 1984 Terjadi Tragedi Bhopal India: Ini Data-data Korban

Tepat 38 tahun lalu, terjadi Tragedi Bhopal, India yang merupakan sebuah insiden kebocoran gas dari sebuah pabrik pestisida yang menjadi bencana.


India Mulai Presidensi G20, Narendra Modi: Kita Tidak Perlu Perang

4 hari lalu

India Mulai Presidensi G20, Narendra Modi: Kita Tidak Perlu Perang

India memulai Presidensi G20. Perdana Menteri Narendra Modi menyerukan persatuan di tengah tantangan global yang besar.


12 Tempat Bersejarah di Madinah dan Mekah, Ada Kota yang Dihindari Nabi Muhammad

4 hari lalu

12 Tempat Bersejarah di Madinah dan Mekah, Ada Kota yang Dihindari Nabi Muhammad

Tempat bersejarah di Madinah dan Mekah yang memiliki nilai sejarah dan penting bagi perkembangan Islam. Ini 12 tempat tersebut.


Hakeem Jeffries, Laki-laki Kulit Hitam Pertama yang Jadi Ketua DPR Amerika dari Partai Demokrat

4 hari lalu

Hakeem Jeffries, Laki-laki Kulit Hitam Pertama yang Jadi Ketua DPR Amerika dari Partai Demokrat

Hakeem Jeffries mencetak sejarah karena menjadi laki-laki kulit hitam pertama yang menduduki jabatan Ketua DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat


Nur Hassan Wirajuda Sarankan Strategi Baru dalam Selesaikan Krisis Myanmar

6 hari lalu

Nur Hassan Wirajuda Sarankan Strategi Baru dalam Selesaikan Krisis Myanmar

Mantan Menteri Luar Negeri RI Nur Hassan Wirajuda menyarankan Indonesia untuk meninjau ulang pendekatan dalam menyelesaikan masalah Myanmar.