Elit Barat Absen, Pertemuan 'Davos Rusia' Hanya Dihadiri Pengusaha China

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Presiden Rusia Vladimir Putin menyaksikan parade militer pada Hari Kemenangan, yang menandai peringatan ke-77 kemenangan atas Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua, di Lapangan Merah di Moskow tengah, Rusia, 9 Mei 2022. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan tahunan dengan tamu undangan pemimpin negara dan bisnis terkemuka dunia, yang dikenal sebagai "Davos Rusia" kali ini akan dihadiri sedikit elit keuangan global tahun ini karena Moskow sedang diisolasi oleh sanksi atas invasinya ke Ukraina.

Dalam pertemuan yang dimulai Rabu ini, 17 Juni 2022, Rusia  memberikan tempat bagi pemain kecil atau negara seperti China - ekonomi terbesar kedua di dunia - yang belum bergabung dalam sanksi, untuk ini, untuk menutupi kurangnya peserta utama dari Barat.

"Investor asing tidak hanya dari Amerika Serikat dan Uni Eropa," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, Selasa, 14 Juni 2022.

Presiden Vladimir Putin akan memberikan pidato utama pada hari Jumat dengan fokus pada situasi ekonomi internasional dan tugas-tugas Rusia dalam waktu dekat, kata pejabat Kremlin Yuri Ushakov kepada kantor berita Interfax.

Dia juga akan bertemu media di sela-sela forum sekitar pukul 8 malam waktu Moskow.

Kremlin meluncurkan Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPIEF) pada tahun 1997 untuk menarik investasi asing, membahas kebijakan ekonomi dan memproyeksikan citra terbuka untuk bisnis setelah runtuhnya pemerintahan Soviet.

Rusia telah lama membandingkan SPIEF dengan Forum Ekonomi Dunia, acara pita biru tahunan untuk VIP global yang diadakan di resor Pegunungan Alpen Swiss di Davos.

Sekarang, ketika para pemimpin Barat yang menghindari hubungan dengan Rusia, Putin tidak akan mengadakan pertemuan tradisional dengan penggerak politik dan petinggi perusahaan dari Amerika Serikat dan Eropa.

Tidak ada nama perusahaan AS dan Eropa atau CEO mereka pada jadwal yang diterbitkan untuk SPIEF 15-18 Juni - yang mencerminkan ketakutan akan hukuman di bawah rezim sanksi paling luas yang pernah dikenakan pada kekuatan besar.

Bahkan perusahaan yang telah bertahan di Rusia meskipun eksodus umum investor Barat tidak terdaftar.

Ushakov mengatakan delegasi tingkat tinggi dari 40 negara diharapkan hadir, sementara 1.244 perusahaan Rusia dan 265 perusahaan asing telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan berada di sana.

Dalam satu pengecualian untuk tidak adanya tokoh-tokoh Barat, kepala Kamar Dagang Amerika di Rusia bersama dengan rekan-rekan Prancis dan Italia akan berbicara pada sesi hari Kamis yang disebut "Investor Barat di Rusia: Realitas Baru."

Hubungan Rusia dengan Barat telah berubah menjadi racun sejak mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari. Oleh karena itu SPIEF akan terlihat dan terasa sangat berbeda.

Jika sebelumnya ada tamu penting seperti Angela Merkel, Christine Lagarde dari IMF, Lloyd Blankfein dari Goldman Sachs, Vikram Pandit dari Citi dan Rex Tillerson dari ExxonMobil, Rusia akan memberikan karpet merah kepada presiden negara sekutu Kazakhstan dan Armenia.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi akan berpidato dalam pertemuan itu melalui tautan video, kata kantor berita RIA mengutip Ushakov.

 Reuters






NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

1 jam lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina


Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

2 jam lalu

Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

Pemerintah Jepang menyatakan akan terus memantau situasi Covid-19 di China.


Kementerian Luar Negeri Rusia Komentari Ucapan Jens Stoltenberg soal Pembakaran Al Quran

3 jam lalu

Kementerian Luar Negeri Rusia Komentari Ucapan Jens Stoltenberg soal Pembakaran Al Quran

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut menghormati pandangan orang-orang beragama dan memiliki keyakinan adalah tugas, bukan opini


Perusahaan Rusia Janjikan Rp1 Miliar Bagi Tentara yang Hancurkan Tank Leopard 2 Ukraina

3 jam lalu

Perusahaan Rusia Janjikan Rp1 Miliar Bagi Tentara yang Hancurkan Tank Leopard 2 Ukraina

Perusahaan Fores mengatakan akan membayar lima juta rubel kepada tentara Rusia pertama yang menghancurkan salah satu tank Leopard 2 Ukraina


Anggota DPR RI Soroti Perang Rusia Ukraina Kian Panas usai Kiriman Tank Barat

4 jam lalu

Anggota DPR RI Soroti Perang Rusia Ukraina Kian Panas usai Kiriman Tank Barat

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar menyoroti perang Rusia Ukraina yang tak kunjung usai.


Boris Johnson: Putin Pernah Mengancam Saya dengan Rudal

5 jam lalu

Boris Johnson: Putin Pernah Mengancam Saya dengan Rudal

Meski begitu, eks PM Inggris Boris Johnson menilai ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin hanya main-main.


Rusia Menuduh Kyiv Bertanggung Jawab atas Serangan Rumah Sakit di Donbass

5 jam lalu

Rusia Menuduh Kyiv Bertanggung Jawab atas Serangan Rumah Sakit di Donbass

Rusia menuding Kiev dan sekutunya dari negara-negara Barat bertanggung jawab atas hancurnya sebuah rumah sakit umum di Kota Donbass


Odessa, Kota Bersejarah di Ukraina Masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO Saat Perang

11 jam lalu

Odessa, Kota Bersejarah di Ukraina Masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO Saat Perang

UNESCO juga memasukkan Kota Odessa Ukraina ke dalam situs warisan dunia yang terancam.


Zelensky Lagi-lagi Minta Senjata ke Barat, Harus Dikirim Lebih Cepat

13 jam lalu

Zelensky Lagi-lagi Minta Senjata ke Barat, Harus Dikirim Lebih Cepat

Zelensky kembali minta bantuan senjata ke Barat setelah mendapat janji pasokan tank dari AS, Jerman dan sekutunya.


Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

Harga minyak dunia diprediksi melemah besok Senin, 30 Januari 2023 dii rentang US$ 76,40 hingga US$ 82,00 perbarel.