Perusahaan Media Sosial Diminta Buka Kantor di Nigeria

Reporter

Ilustrasi aplikasi media sosial di telepon genggam/hyppe

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Nigeria meminta sosial media seperti Twitter, Facebook dan Tiktok untuk mendaftarkan dan membuka kantor cabang di Nigeria. Perusahaan – perusahaan media sosial, juga diminta menunjuk delegasi yang akan berhubungan dengan Pemerintah Nigeria.

Hal itu termaktub dalam draft (rancangan) regulasi dari Badan informasi dan pengembangan teknologi Nigeria atau NITDA, yang diunggah dalam website mereka pada 13 Juni 2022. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan penyalahgunaan online, seperti disinformasi dan misinformasi

Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)

Dalam keterangannya, perusahaan yang terkena aturan ini adalah Twitter, Facebook, WhatsApp, Instagram, Google dan Tiktok serta sejumlah perusahaan lainnya. Platform media sosial tersebut cukup populer di Nigeria.

Nigeria adalah sebuah negara di Afrika barat, yang paling padat penduduknya dengan populasi lebih dari 200 juta jiwa. Menurut NITDA, perusahaan – perusahaan pemilik media sosial harus mau memberikan informasi yang diminta otoritas Nigeria yang bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.   

Bukan hanya itu, mereka juga harus mau mengisi laporan tahunan ke NITDA. Laporan itu diantaranya berisi jumlah user, jumlah komplain yang diterima dan konton yang dihapus (take down) karena disinformasi dan misinformasi.

Sebelumnya pada awal tahun ini, Nigeria telah mencabut larangan pada Twitter setelah perusahaan milik miliarder Elon Musk itu, sepakat merekrut warga Nigeria untuk bekerja di kantor Twitter. Disepakati pula oleh kedua belah pihak hal-hal lainnya, yang tidak dipublikasi ke masyarakat.

   

Sumber: Reuters

Baca juga: Elon Musk Ancam Batal Beli Twitter jika Data Akun Palsu Ditahan 

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Tips Mengelola Emosi Akibat Konten Adu Domba Buzzer

12 jam lalu

Tips Mengelola Emosi Akibat Konten Adu Domba Buzzer

Jelang tahun politik, psikolog UGM memberikan cara menghindari emosi akibat konten buzzer.


Semakin Terang, Akan Seperti Apa Coca-Cola Phone Nanti

19 jam lalu

Semakin Terang, Akan Seperti Apa Coca-Cola Phone Nanti

Kita telah mendengar tentang bakal ponsel dari Coca-Cola beberapa hari terakhir dan spekulasinya dengan Realme.


Polres Tangsel Bantah Minta Rp2 Juta ke Korban Kecelakaan di Polsek Pamulang

1 hari lalu

Polres Tangsel Bantah Minta Rp2 Juta ke Korban Kecelakaan di Polsek Pamulang

Viral postingan di media sosial polisi meminta uang Rp 2 juta kepada pemilik mobil yang terlibat kecelakaan di Pamulang.


Holland Bakery Diserbu Pembeli: Diskon 45 Persen dan Trending di Twitter

1 hari lalu

Holland Bakery Diserbu Pembeli: Diskon 45 Persen dan Trending di Twitter

Holland Bakery diserbu pembeli, karena promo diskon 45 persen. Bermula dari instagram sampai trending di Twitter.


Holland Bakery Jadi Trending Topic di Twitter karena Diserbu Warga yang Berburu Diskon 45 Persen

1 hari lalu

Holland Bakery Jadi Trending Topic di Twitter karena Diserbu Warga yang Berburu Diskon 45 Persen

Holland Bakery diserbu warga karena memberikan promo 45 persen untuk semua item pada hari ulang tahunnya yang ke-45 hari ini.


Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

1 hari lalu

Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

Emak-emak di Depok diresahkan dengan maraknya isu penculikan yang merebak melalui group media sosial WhatsApp


Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

1 hari lalu

Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

Media sosial dihebohkan dengan aksi ibu yang memaksa bayinya meminum kopi saset. Bisa mengundang bahaya bagi bayi 7 bulan itu.


Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

2 hari lalu

Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

Polsek Cibinong mengimbau orang tua segera melapor ke polisi jika melihat penculikan anak


Australia Selidiki Influencer di Medsos Atas Dugaan Iklan Terselubung

2 hari lalu

Australia Selidiki Influencer di Medsos Atas Dugaan Iklan Terselubung

Australia akan memeriksa apakah influencer di platform media sosial menyembunyikan hubungan mereka dengan merek yang mereka promosikan.


Bocoran Ponsel Coca Cola Beredar, Siapa Pembuatnya Belum Jelas

3 hari lalu

Bocoran Ponsel Coca Cola Beredar, Siapa Pembuatnya Belum Jelas

Ponsel Coca Cola ini menjadi perkembangan terkini dari topik smartphone yang dibuat secara tak terduga. Sebelumnya ada KFC, Pepsi, dan lainnya.