Ganja di Thailand Legal Mulai Besok, 4.000 Narapidana Akan Dibebaskan

Reporter

Pekerja memeriksa kualitas daun ganja di perkebunan ganja Rak Jangdi Nakhon Ratchasima, Thailand, 28 Maret 2021. Pemberian tanaman ganja tersebut dilakukan untuk merayakan aturan baru yang menyatakan warga Thailand diizinkan menanam ganja di rumah mereka. REUTERS/Chalinee Thirasupa

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 4.000 narapidana yang sedang menjalani hukuman penjara karena pelanggaran terkait ganja atau mariyuana, akan dibebaskan mulai 9 Juni 2022. Mulai besok, Thailand akan melegalkan ganja.

Sekitar 110 juta baht yang disita dari para pelanggar di bawah undang-undang anti pencucian uang juga harus dikembalikan kepada pemiliknya setelah 9 Juni. Selain itu ada sekitar 16 ton ganja yang disita menunggu dimusnahkan, bisa diklaim kembali oleh pemiliknya.

Konsekuensi dari pemberlakuan pengumuman Kementerian Kesehatan juga berarti bahwa tersangka atas tuduhan terkait penggunaan atau kepemilikan ganja harus dibebaskan oleh polisi, jaksa penuntut umum, dan pengadilan jika kasusnya sedang menunggu penyelidikan atau persidangan polisi. Catatan penangkapan, penuntutan dan hukuman juga akan dihapus dari file kriminal.

Mulai 9 Juni 2022, seseorang dapat menanam atau memiliki ganja atau rami untuk keperluan rumah tangga. Meski demikian mereka harus memberi tahu pihak berwenang tanpa harus meminta izin. Administrasi Makanan dan Obat Thailand telah membuka platform online untuk memfasilitasi pendaftaran. Impor, ekspor, ekstraksi, atau produksi produk ganja masih memerlukan izin dari pihak berwenang.

Meskipun ganja dan rami telah dihapus dari daftar obat Kategori 5, kecuali untuk bagian yang mengandung THC lebih dari 0,2 persen menurut beratnya, kedua tanaman tersebut tidak akan sah sampai rancangan undang-undang untuk mengubah Undang-Undang Narkotika, yang diusulkan oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat disetujui oleh parlemen. RUU tersebut pada dasarnya, memungkinkan penggunaan ganja dan rami untuk rumah tangga. Ganja diperbolehkan ditanam untuk konsumsi atau tujuan kesehatan, namun dalam batas-batas yang akan ditentukan dalam peraturan Menteri Kesehatan.

Para pendukung legalisasi ganja dan rami di Thailand hanya berbicara tentang aspek positif dari tanaman. Hanya sedikit yang menyebutkan dampak negatif, termasuk senyawa yang mengubah pikiran yang dapat mempengaruhi otak dan tubuh. Ganja bisa membuat ketagihan dan mungkin berbahaya bagi kesehatan beberapa orang.

Efek jangka pendek ganja termasuk kebingungan, kantuk, gangguan kemampuan berkonsentrasi, kecemasan, ketakutan atau panik, peningkatan denyut jantung atau penurunan tekanan darah. Selain itu ganja menyebabkan pula paranoia, halusinasi dan efek jangka panjang, seperti kecanduan dan risiko kesehatan paru-paru antara lain.

Baca: Thailand Longgarkan Aturan Menanam Ganja

THAI PBS WORLD






Ganja 500 Kilogram Musnah, Polisi India Sebut Dimakan Tikus

9 jam lalu

Ganja 500 Kilogram Musnah, Polisi India Sebut Dimakan Tikus

Polisi India menuduh tikus telah memakan barang bukti berupa 500 kilogram ganja.


Bukan Indonesia, Keempat Negara Ini Kompak Daftarkan Kebaya Sebagai Warisan UNESCO

1 hari lalu

Bukan Indonesia, Keempat Negara Ini Kompak Daftarkan Kebaya Sebagai Warisan UNESCO

Singapura, Thailand, Brunei dan Malaysia kompak mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya ke UNESCO.


Bom Mobil Meledak di Kantor Polisi Thailand, 1 Orang Tewas dan 29 Terluka

4 hari lalu

Bom Mobil Meledak di Kantor Polisi Thailand, 1 Orang Tewas dan 29 Terluka

Direktur rumah sakit di Narathiwat mengatakan sedikitnya 29 orang dirawat karena cedera, di antaranya petugas polisi Thailand dan warga sipil.


Komentar Andi Gilang Usai Raih Gelar Juara ARRC SS600 2022

5 hari lalu

Komentar Andi Gilang Usai Raih Gelar Juara ARRC SS600 2022

Andi Gilang memberikan komentar usai berhasil meraih gelar juara di kompetisi Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas SS600.


Menang Beruntun di Thailand, Andi Gilang Juara ARRC SS600 2022

6 hari lalu

Menang Beruntun di Thailand, Andi Gilang Juara ARRC SS600 2022

Andi Gilang sukses meraih gelar juara di Asia Road Racing Championship (ARRC) SS600 Thailand pada Minggu, 20 November 2022.


KTT APEC di Bangkok Ditutup, Menengok 8 Kuliner Lezat Khas Thailand

6 hari lalu

KTT APEC di Bangkok Ditutup, Menengok 8 Kuliner Lezat Khas Thailand

Selain memiliki sektor pariwisata yang handal, Thailand juga memiliki surga kuliner lezat yang dapat menggoyangkan lidah siapapun yang mencicipinya.


AS akan Bantu Thailand Kembangkan Reaktor Nuklir Kecil

7 hari lalu

AS akan Bantu Thailand Kembangkan Reaktor Nuklir Kecil

AS akan membantu Thailand mengembangkan tenaga nuklir melalui reaktor kecil kelas baru


Pembalap AHRT Sapu Bersih Podium Race 1 AP250 ARRC Thailand 2022

7 hari lalu

Pembalap AHRT Sapu Bersih Podium Race 1 AP250 ARRC Thailand 2022

Capaian ini membuat peluang juara kelas AP250 ARRC semakin terbuka untuk pembalap AHRT. Adenanta Putra terpaut 11 poin dari pemuncak klasemen.


Andi Gilang Menang Race 1 ARRC Thailand 2022

7 hari lalu

Andi Gilang Menang Race 1 ARRC Thailand 2022

Pada dua lap terakhir, Andi Gilang dan Ratthapong Wilairot saling kejar. Andi Gilang berhasil keluar sebagai pemenang Race 1 ARRC Supersports 600.


Ratusan PHK Ruangguru, Begini Awal Berdirinya Usaha Belva Devara dan Iman Usman

7 hari lalu

Ratusan PHK Ruangguru, Begini Awal Berdirinya Usaha Belva Devara dan Iman Usman

Ruangguru telah mengumumkan kabar PHK terhadap ratusan karyawannya. Begini asal mula berdirinya bahkan sempat buka cabang di Vietnam dan Thailand.