Desak Pelarangan Senapan Serbu, Biden: Berapa Banyak Lagi Pembantaian karena Ini

Reporter

Presiden AS Joe Biden memeluk Mandy Gutierrez, Kepala Sekolah di Robb Elementary School, tempat seorang pria bersenjata membunuh 19 anak dan dua guru dalam penembakan paling mematikan di sekolah AS dalam hampir satu dekade, saat ibu negara Jill Biden berdiri di sampingnya, di Uvalde, Texas, AS. 29 Mei 2022. REUTERS/Jonathan Ernst

TEMPO.CO, Jakarta -Dalam pidato emosional yang disiarkan langsung di televisi nasional, Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Jumat 3 Juni 2022 mendesak parlemen untuk mengesahkan undang-undang mengekang kekerasan senjata di negara itu.

Desakan ini disampaikan sepekan setelah 19 anak dan dua guru ditembak mati oleh seorang pria bersenjata di sekolah mereka.

Seperti dilansir Al Jazeera, Biden mengusulkan sejumlah undang-undang, termasuk larangan senjata serbu. Larangan ini berakhir di bawah pemerintahan Partai Republik pada 2004.

Usulan lainnya termasuk batasan magasin berkapasitas tinggi, undang-undang penyimpanan senjata api yang aman, undang-undang “bendera merah”, pemeriksaan latar belakang universal dan penghapusan undang-undang perlindungan bagi produsen senjata.

"Demi Tuhan, berapa banyak lagi pembantaian yang harus terjadi," kata Biden dalam pidato dari Gedung Putih. “Demi anak-anak yang tewas. Demi anak-anak yang bisa kita selamatkan. Sudah waktunya untuk bertindak."

Data lembaga nirlaba Arsip Kekerasan Senjata mengungkap, lebih dari 18.000 orang di AS tewas akibat kekerasan senjata sepanjang 2022, termasuk pembunuhan dan bunuh diri. Beberapa negara maju sudah melarang penggunaan senapan serbu oleh warga sipil seperti Kanada, Australia, dan Inggris.

Permintaan Biden terhadap Republikan di Senat bukan yang pertama kali disampaikan seorang presiden AS. Namun, permintaan sebelumnya selalu digagalkan Partai Republik.

Usulan lain yang ditolak Kongres adalah batas usia seseorang boleh membeli senjata serta mencabut kewajiban yang melindungi produsen dari tuntutan hukum.

Warga AS dari kelompok penentang senjata mendesak Biden untuk mengambil langkah-langkah lebih tegas guna mengekang kasus kekerasan bersenjata, seperti mengeluarkan perintah eksekutif atau semacam instruksi presiden.

Namun, Gedung Putih memandang kuncinya justru di Kongres. Pemerintahan Biden berharap Kongres mengesahkan UU yang punya dampak lebih tahan lama daripada sekadar instruksi presiden. Komite di DPR AS Kamis kemarin membahas RUU yang bertujuan memperkuat undang-undang senjata, meski peluangnya untuk lolos di Senat kecil.

Baca juga: Penembakan di Texas, Joe Biden Singgung Undang-undang Senjata

SUMBER: AL JAZEERA | REUTERS






Pendanaan JETP Rp 310 Triliun Ditindaklanjuti pada 2023, Airlangga: Terima Kasih Amerika dan G7

9 jam lalu

Pendanaan JETP Rp 310 Triliun Ditindaklanjuti pada 2023, Airlangga: Terima Kasih Amerika dan G7

Airlangga Hartarto memastikan pemerintah Indonesia akan menindaklanjuti komitmen pendanaan JETP dan proyek infrastruktur infrastruktur hasil KTT G20.


Hubungan dengan AS Sedang Tegang, Xi Jinping Akan ke Arab Saudi Kamis

10 jam lalu

Hubungan dengan AS Sedang Tegang, Xi Jinping Akan ke Arab Saudi Kamis

Xi Jinping akan menghadiri KTT China-Arab dan diperkirakan akan tiba pada Kamis.


Peretas China APT41 Bobol Dana Bantuan Covid AS hingga Jutaan Dolar

18 jam lalu

Peretas China APT41 Bobol Dana Bantuan Covid AS hingga Jutaan Dolar

Peretas China APT41 telah mencuri dana bantuan Covid-19 dari AS senilai puluhan juta dolar sejak 2020


KKB Diduga Tembak Dua Tukang Ojek hingga Tewas di Pegunungan Bintang Papua

18 jam lalu

KKB Diduga Tembak Dua Tukang Ojek hingga Tewas di Pegunungan Bintang Papua

KKB diduga telah menembak dua tukang ojek di pangkalan Kali Digoel, Distrik Oksem, Kabupaten Pegunungan Bintang


Penjualan Senjata Global Naik Jadi US$592 Miliar pada 2021

19 jam lalu

Penjualan Senjata Global Naik Jadi US$592 Miliar pada 2021

Penjualan senjata dan layanan militer oleh 100 perusahaan pertahanan terbesar dunia naik 1,9 persen menjadi US$592 miliar pada 2021.


Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

1 hari lalu

Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

US Inflation Reduction Act (IRA) dianggap Uni Eropa bisa mendiskriminasikan perusahaan asal Eropa


Cerita Eksekusi Brigadir J versi Ricky Rizal, Mengaku Kaget Kenapa Yosua Ditembak

1 hari lalu

Cerita Eksekusi Brigadir J versi Ricky Rizal, Mengaku Kaget Kenapa Yosua Ditembak

Ricky Rizal melihat Yosua bertanya-tanya ketika disuruh jongkok oleh Ferdy Sambo. Ketika Yosua menolak jongkok, Richard langsung menembaknya


Elon Musk Jawab Isu Soal Bunuh Diri Usai Beberkan Bisnis Anak Biden di Ukraina

1 hari lalu

Elon Musk Jawab Isu Soal Bunuh Diri Usai Beberkan Bisnis Anak Biden di Ukraina

Elon Musk menyangkal kabar upaya bunuh diri di tengah pertanyaan mengenai kesehatan mentalnya yang membeberkan dugaan intervensi di pemilu AS.


Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

1 hari lalu

Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

Hyundai Motor Co. melaporkan data penjualan mobil listrik mereka di pasar otomotif Amerika serikat pada November 2022.


Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

2 hari lalu

Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

Top 3 dunia dari gaji Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia, efek obat fentanil hingga Biden yang tak mau bertemu Putin.