Rumsfeld Kunjungi Pasukan AS di Kota Kelahiran Saddam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tikrit:Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld mengunjungi pasukan Amerika di kota kelahiran Saddam Jumat (5/9) setelah Prancis dan Jerman menolak upaya AS yang berupaya membujuk lebih banyak negara untuk membantunya dengan dana dan pasukan di Irak. Suasana irama musik yang dipersiapkan tentara saat kedatangan Rumsfeld seolah mengungkapkan tekanan di balik seruan Washington untuk memperoleh lebih banyak tentara non-Amerika ke Irak, di mana tentara AS telah berjuang menghadapi gelombang penembakan dan serangan bom. "Jika saya dapat berbicara dengan Rumsfeld Saya akan memberitahunya untuk menyampaikan kepada kami tanggal pulang," ujar Sersan Green, 40 tahun, yang meminta untuk tidak disebutkan nama pertamanya. "Kami sudah berada di sini selama enam bulan dan isunya kami akan berada di sini hingga setidaknya Maret. Ini sama sekali tidak beralasan," ujarnya. Rumsfeld telah meminta sekutunya mengirimkan tambahan 15 ribu pasukan, tetapi perbedaan-perbedaan substansial harus dijembatani jika Dewan Keamanan PBB mengesahkan permintaan Washington bagi dukungan internasional. Mendahului kunjungan Rumsfeld, militer AS melipattigakan jumlah pasukan di sekitar Tikrit, 110 mil utara Bagdad. Minggu ini pasukan AS menghadapi gerilyawan Irak yang menembakkan mortir dekat pangkalan mereka, sebuah istana yang biasa digunakan Saddam sebelum terjungkal April lalu. Para tentara membersihkan jalan-jalan di sekitar komplek berupa danau pemancingan dan rumah besar sebelum kunjungan itu. Tetapi tidak semua siap untuk menyambut dengan karpet merah. "Secara pribadi Saya pikir misi ini telah berakhir, sehingga kami seharusnya sudah pulang. Saya sudah siap untuk pulang," ujar Prajurit Baraka Davis di ruang makan. Pimpinan Pentagon telah mendapatkan kritikan hebat dari dalam dan luar militer akibat perpanjangan penugasan pasukan karena tidak ingin mengirim pasukan baru ke Irak. AS memiliki sekitar 150 ribu pasukan di Irak, sementara 22 ribu pasukan lainnya berasal dari negara-negara lain. Reuters/Erwin Z - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.