DK PBB Desak Taliban Hentikan Kebijakan Pembatasan Perempuan Afghanistan

Reporter


TEMPO.CO, Jakarta -Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendesak otoritas Taliban di Afghanistan untuk menghentikan kebijakan dan praktik yang membatasi hak asasi manusia dan kebebasan perempuan.

Seperti dilansir Reuters Rabu 25 Mei 2022, dewan beranggotakan 15 negara itu menyetujui pernyataan yang dirancang Norwegia. "Keprihatinan mendalam mengenai semakin terkikisnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental perempuan dan anak perempuan di Afghanistan oleh Taliban."

Awal bulan ini, Taliban memerintahkan wanita untuk menutupi wajah mereka di depan umum, kembali ke kebijakan khas i aturan garis keras kelompok Islam itu di masa lalu. Mereka juga meminta stasiun televisi untuk memastikan bahwa presenter perempuan menutupi wajah mereka saat siaran.

"Anggota Dewan Keamanan meminta Taliban untuk segera membalikkan kebijakan dan praktik yang saat ini membatasi hak asasi manusia dan kebebasan mendasar perempuan dan anak perempuan Afghanistan," bunyi pernyataan Dewan Keamanan.

Di bawah pemerintahan Taliban sebelumnya dari 1996 hingga 2001, perempuan harus menutupi tubuh, tidak bisa bekerja, dan anak perempuan dilarang sekolah. Namun setelah merebut kekuasaan pada Agustus tahun lalu, Taliban berjanji akan menghormati hak-hak perempuan.

Pada Maret, Taliban menarik kembali pengumuman mereka bahwa sekolah menengah akan dibuka untuk anak perempuan. Taliban menegaskan sekolah anak perempuan akan tetap tutup sampai ada rencana yang dibuat sesuai dengan hukum Islam.

Dewan Keamanan  PBB pun mengulangi seruan mereka pada Taliban untuk mematuhi komitmen mereka untuk membuka kembali sekolah untuk semua siswa perempuan di Afghanistan tanpa penundaan lebih lanjut.

Baca juga: Dipaksa Taliban Tutupi Wajah, Presenter Wanita Afghanistan Bersumpah Melawan

SUMBER: REUTERS






Taliban Eksekusi Mati Pelaku Pembunuhan di Ruang Terbuka

1 hari lalu

Taliban Eksekusi Mati Pelaku Pembunuhan di Ruang Terbuka

Taliban mengeksekusi mati seorang laki-laki yang dituduh melakukan pembunuhan di Afghanistan


Operasional SDN Pondokcina 1 Berakhir Besok Sebelum DIgusur, Wali Murid Tetap Bertahan

2 hari lalu

Operasional SDN Pondokcina 1 Berakhir Besok Sebelum DIgusur, Wali Murid Tetap Bertahan

Pemerintah Kota Depok menyatakan operasional SDN Pondokcina 1 berakhir besok sebelum dimulainya proses pembangunan Masjid Raya Margonda.


Di DK PBB, Amerika Serikat dan Rusia Saling Tuding Ogah Dialog soal Ukraina

2 hari lalu

Di DK PBB, Amerika Serikat dan Rusia Saling Tuding Ogah Dialog soal Ukraina

Amerika Serikat dan Rusia saling menuduh tidak tertarik pada dialog damai Ukraina saat di forum PBB.


ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

5 hari lalu

ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di kantor Kedutaan Besar Pakistan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada 3 Desember 2022


Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

6 hari lalu

Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

Dua kejadian terpisah di Kabul, serangan bom bunuh diri dekat kantor partai Hezb-e-Islami dan penembakan di Kedutaan Pakistan.


Kemlu: Indonesia Belum Mengakui Pemerintah Taliban Afghanistan

7 hari lalu

Kemlu: Indonesia Belum Mengakui Pemerintah Taliban Afghanistan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan posisi Indonesia belum mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan.


Pemerintah Kota Depok Beri Ultimatum hingga 9 Desember, Bakal Kosongkan SDN Pondokcina 1

8 hari lalu

Pemerintah Kota Depok Beri Ultimatum hingga 9 Desember, Bakal Kosongkan SDN Pondokcina 1

Pemerintah Kota Depok memberikan sejumlah opsi kepada orang tua murid SDN Pondokcina 1.


Taliban Pakistan Mengklaim Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 3 Orang

9 hari lalu

Taliban Pakistan Mengklaim Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 3 Orang

Taliban Pakistan- dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) -mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di Pakistan barat


Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

9 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

Bom bunuh diri telah terjadi di kota Quetta, Pakistan, di mana pelaku mengincar aparat kepolisian. Taliban mengklaim bertanggung jawab.


Akibat Gempa Cianjur Puluhan Sekolah SD sampai SMA Rusak Berat di Cianjur dan Sukabumi

15 hari lalu

Akibat Gempa Cianjur Puluhan Sekolah SD sampai SMA Rusak Berat di Cianjur dan Sukabumi

Gempa Cianjur yang dahsyat itu membuat puluhan sekolah dari SD hingga SMA rusak berat. Siswa banyak terluka dan trauma.