Pengadilan Israel Izinkan Yahudi Beribadah di Al Aqsa, Yordania Protes

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Warga Palestina berdemo pada Jumat terakhir Ramadhan menjelang salat di depan Dome of the Rock, di Kota Tua Yerusalem, 29 April 2022. REUTERS/Ammar Awad

TEMPO.CO, Jakarta Yordania mengecam putusan pengadilan Israel yang memungkinkan "ekstremis" Yahudi beribadah di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Haitham Abu Al-Foul mengatakan bahwa putusan itu batal demi hukum.

Putusan itu "tidak mengantongi status hukum di bawah hukum internasional yang tidak mengakui yurisdiksi Israel di wilayah pendudukan pada 1967, yang mencakup Yerusalem Timur," demikian pernyataan Kemlu Yordania, Minggu, 22 Mei 2022, seperti dikutip Xinhua.

Keputusan itu dianggap sebagai sebuah pelanggaran mencolok terhadap resolusi legitimasi internasional terkait Yerusalem, seperti resolusi Dewan Keamanan PBB yang meminta semua pihak agar mempertahankan status quo kota suci tersebut.

Abu Al-Foul juga menegaskan bahwa Masjid Al Aqsa merupakan "tempat ibadah bagi umat Islam saja", dan Departemen Urusan Wakaf Yerusalem dan Masjid Al Aqsa yang dikelola Yordania merupakan institusi tunggal yang mengurusi urusan masjid tersebut.

Reuters melaporkan keputusan pengadilan di Israel ini bermula dari larangan polisi terhadap 3 anak di bawah umur yang melafalkan doa saat tur ke Al Aqsa.

Mereka kemudian mengajukan gugatan atas larangan polisi itu. Dalam sidang, polisi menyatakan bahwa para pemohon telah mengganggu pekerjaan petugas dan mengancam ketertiban umum.

Namun Hakim Zion Saharai, meskipun menyatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk ikut campur dalam kebijakan penegakan hukum, mengatakan bahwa mereka tidak "meningkatkan kekhawatiran akan bahaya yang menimpa keamanan nasional, keselamatan publik, atau keamanan individu".

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengeluarkan pernyataan yang menyebut keputusan itu sebagai "serangan besar terhadap status quo bersejarah ... dan tantangan mencolok terhadap hukum internasional".

Kantor Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan akan mengajukan banding ke Pengadilan Distrik Yerusalem yang lebih tinggi.

"Tidak ada perubahan, juga tidak ada perubahan yang direncanakan, pada status quo Temple Mount," katanya dalam sebuah pernyataan, menggunakan istilah Yahudi untuk situs yang oleh Muslim disebut Tempat Suci.

"Keputusan pengadilan hakim difokuskan secara eksklusif pada masalah perilaku anak di bawah umur yang dibawa ke hadapannya, dan tidak termasuk penentuan yang lebih luas mengenai kebebasan beribadah di Bukit Bait Suci."

Meningkatnya jumlah kunjungan orang Yahudi, termasuk selama bulan Ramadhan yang bertepatan dengan perayaan Paskah Yahudi tahun ini, mendapat kecaman warga Palestina.

Keputusan pengadilan itu muncul seminggu sebelum Yahudi nasionalis akan mengadakan pawai bendera tahunan melalui Kota Tua Yerusalem, menandai kemenangan Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

Peristiwa ini dibenci oleh warga Palestina, yang menginginkan Kota Tua dan bagian lain Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan yang mereka harapkan.

Hamas, kelompok Islam Palestina yang berperang di Gaza dengan Israel tahun lalu, menggambarkan rute pawai bendera melalui kawasan Muslim di Kota Tua sebagai "menambah bahan bakar ke api".

ANTARA | XINHUA | REUTERS






Militer Israel Mengkonfirmasi Lancarkan Serangan ke Gaza

9 jam lalu

Militer Israel Mengkonfirmasi Lancarkan Serangan ke Gaza

Serangan Israel dilakukan setelah sebuah roket ditembakkan ke arah Israel, namun bisa dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.


Iran Tuding Israel Dalang Serangan Drone di Pabrik Militer, Ancam Pembalasan

11 jam lalu

Iran Tuding Israel Dalang Serangan Drone di Pabrik Militer, Ancam Pembalasan

Serangan itu terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Barat atas aktivitas nuklir Teheran dan pasokan senjata.


Drone Israel Gunakan Bom-bom Terjun Bebas

12 jam lalu

Drone Israel Gunakan Bom-bom Terjun Bebas

Ketika drone bersenjata ini menyerang, tidak seorang pun akan mendengarnya, atau melihatnya datang.


Dokumen Inggris: George Bush Perintahkan CIA Mencari Pengganti Yasser Arafat

15 jam lalu

Dokumen Inggris: George Bush Perintahkan CIA Mencari Pengganti Yasser Arafat

Dokumen menyatakan George Bush menganggap Yasser Arafat tidak berguna, tetapi tidak menemukan pengganti yang cocok.


Israel Pertimbangkan Kirim Iron Dome ke Ukraina

18 jam lalu

Israel Pertimbangkan Kirim Iron Dome ke Ukraina

Israel mempertimbangkan mengirim sistem pertahanan udara ke Ukraina, termasuk Iron Dome yang selama ini diandalkan menangkis serangan roket Hamas


PM Israel Klaim Pernah Diminta Damaikan Rusia Ukraina, Bersedia Jadi Mediator

1 hari lalu

PM Israel Klaim Pernah Diminta Damaikan Rusia Ukraina, Bersedia Jadi Mediator

PM Israel Benjamin Netanyahu mengaku bersedia menjadi mediator antara Rusia Ukraina untuk menyelesaikan konflik di antara kedua negara ini.


Blinken ke Tepi Barat, Tegaskan Dukungan AS atas Solusi Dua Negara

2 hari lalu

Blinken ke Tepi Barat, Tegaskan Dukungan AS atas Solusi Dua Negara

Menlu AS Antony Blinken menegaskan kembali dukungan Washington untuk solusi dua negara atas konflik puluhan tahun antara Israel dan Palestina.


Jelang Kunjungan Israel - Palestina, Menlu AS Tegaskan Solusi Dua Negara

2 hari lalu

Jelang Kunjungan Israel - Palestina, Menlu AS Tegaskan Solusi Dua Negara

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menyatakan akan mendesak warga Israel dan Palestina untuk meredakan ketegangan.


Serangan Israel Meningkat, Retno Marsudi Pastikan Indonesia Dukung Perjuangan Palestina

3 hari lalu

Serangan Israel Meningkat, Retno Marsudi Pastikan Indonesia Dukung Perjuangan Palestina

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan dukungan Indonesia pada Palestina di tengah eskalasi serangan Israel.


Menlu AS Kunjungi Timur Tengah Saat Israel Palestina Bergejolak

3 hari lalu

Menlu AS Kunjungi Timur Tengah Saat Israel Palestina Bergejolak

Menlu AS Anthony Blinken memulai kunjungan ke Timur Tengah. Salah satu agendanya adalah meredakan ketegangan antara Israel Palestina.