Sudah 20 Tahun Provinsi Timor Timur Menjadi Negara Timor Leste

Reporter

Sejumlah pelajar mengibarkan bendera Indonesia dan Timor Leste saat menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan delegasi di Dili, Timor Leste, 26 Januari 2016. Kunjungan Presiden Jokowi ini untuk memperkokoh hubungan masa depan kedua negara serta menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi mitra utama pembangunan Timor Leste. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Tepat hari ini, 20 Mei 2002 silam Provinsi Timor Timur melepaskan diri dari Indonesia menjadi negara Timor Leste. Pemisahan terjadi setelah diadakan referendum pada 30 Agustus 1999. Sebanyak 78,5 persen pemilih memilih Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia, seperti dikutip dari laman Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.

Pada 11 Februari 1999, Presiden BJ Habibie menyatakan akan memberikan kemerdekaan bagi Provinsi Timor Timur. Australia menyarankan agar Indonesia memberikan kesempatan Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri. Tetapi BJ Habibie menolak saran tersebut sebab Indonesia tak pernah menjajah wilayah bekas jajahan Portugis itu. Selanjutnya, BJ Habibie memberikan opsi otonomi luas kepada Timor Timur. Tetapi, jika Timor Timur menolak tawaran tersebut, maka Indonesia akan melepas wilayah tersebut, dikutip dari publikasi ilmiah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pada 5 Mei 1999, PBB mengadakan pertemuan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Portugal, sebagai otoritas kolonial sebelumnya atas Timor Timur. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan antara Indonesia dan Portugis tentang referendum untuk Timor Timur. Referendum harus dilakukan untuk menentukan apakah Timor Timur sebagai Daerah Otonomi Khusus atau menentukan nasibnya sendiri dan berpisah dari Indonesia.

Referendum akan diorganisir dan dipantau oleh misi penjaga perdamaian yang dibentuk PBB bernama United Nations Mission in East Timor atau UNAMET, yang dibentuk pada 11 Juni 1999. Sebanyak 450 ribu orang terdaftar untuk memilih termasuk 13 ribu orang di luar Timor Timur.

Referendum dibagi dalam empat tahap. Pertama adalah pendaftaran, mulai dari 16 Juli sampai 4 Agustus 1999. Diikuti masa kampanye sampai 27 Agustus 1999, tiga hari sebelum referendum, 30 Agustus 1999. Terakhir adalah pengumuman hasil referendum pada tanggal 4 September.

Selain diadakan di Timor Timur, pemungutan suara juga dilakukan di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Ujungpandang. Pemungutan suara juga diselenggarakan di beberapa ibu kota negara lain, seperti Macau, Lisabon, Mapotu, Sidney, Darwin, Perth, Melbourne, dan New York serta sejumlah kota lainnya. Hasil referendum diumumkan secara resmi pada 4 September 1999 di Dili.

Jumlah surat suara dalam referendum adalah 446.953. Jumlah suara sah 438.968 atau 98,2 persen dan jumlah suara tidak sah 7.985 atau 1,8 persen. Berdasarkan hasil perhitungan surat suara sah, rakyat yang menghendaki otonomi luas dalam lingkup Negara Republik Indonesia hanya 94.388 atau 21,5 persen. Sedangkan mayoritas rakyat memilih untuk merdeka. Rakyat yang memilih merdeka sejumlah 344.580 atau 78,5 persen.

Pada 1999, wilayah Timor Timur diserahkan pemerintah Indonesia kepada UNTAET sebagai badan pemerintahan sipil yang dibentuk oleh PBB dalam rangka memelihara misi perdamaian di Timor Leste hingga kemerdekaannya secara resmi pada 20 Mei 2002.

HENDRIK KHOIRUL MUHID 

Baca: Mahfud MD Diutus Jokowi Hadiri Pelantikan Presiden Terpilih Timor Leste

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Referendum Tunisia Setujui Konstitusi Baru, Presiden Lebih Berkuasa

2 jam lalu

Referendum Tunisia Setujui Konstitusi Baru, Presiden Lebih Berkuasa

Konstitusi baru Tunisia memberi presiden kekuasaan jauh lebih besar, sementara oposisi menilai referendum tidak sah.


Simon Stiell Terpilih Jadi Kepala Bidang Iklim PBB

1 hari lalu

Simon Stiell Terpilih Jadi Kepala Bidang Iklim PBB

Simon Stiell dikenal di PBB sebagai sosok yang suka menyoroti masalah lingkungan dan iklim


Kapal Gandum PBB Pertama Berangkat dari Ukraina ke Afrika Timur

2 hari lalu

Kapal Gandum PBB Pertama Berangkat dari Ukraina ke Afrika Timur

PBB mengirim 23.000 metrik ton biji-bijian ke wilayah yang rawan kelaparan. Kapal gandum ini adalah yang pertama dari Ukraina ke Afrika Timur.


Hasri Ainun Habibie, Perjalanan Sosok Pendamping BJ Habibie

4 hari lalu

Hasri Ainun Habibie, Perjalanan Sosok Pendamping BJ Habibie

Tepat 11 Agustus, di 1937 kelahiran Hasri Ainun Habibie, sosok yang mendukung cemerlangnya Presiden RI ke 3, BJ Habibie, Bapak Dirgantara Indonesia.


PBB Komentari Rencana Estonia Melarang Masuk Warga Rusia

5 hari lalu

PBB Komentari Rencana Estonia Melarang Masuk Warga Rusia

PBB menolak segala bentuk diskriminasi, namun saat mengakui yang sama setiap negara punya kebijakan masing-masing.


PBB Minta PLTN Zaporizhzhia di Ukraina Jangan Jadi Sasaran Serangan

5 hari lalu

PBB Minta PLTN Zaporizhzhia di Ukraina Jangan Jadi Sasaran Serangan

PBB meminta pada Rusia dan Ukraina untuk tidak menargetkan PLTN Zaporizhzhia dan daerah sekitarnya karena bisa terjadi bencana nuklir.


Palestina Berharap Dapat Keanggotaan Penuh PBB

5 hari lalu

Palestina Berharap Dapat Keanggotaan Penuh PBB

Para pemimpin Palestina telah meluncurkan upaya diplomatik baru untuk mendapatkan keanggotaan penuh di PBB.


PLTN Zaporizhzhia Terancam, PBB Ingatkan Risiko Konfrontasi Nuklir

8 hari lalu

PLTN Zaporizhzhia Terancam, PBB Ingatkan Risiko Konfrontasi Nuklir

Risiko konfrontasi nuklir kembali meningkat sejak beberapa dekade terakhir setelah PLTN di Ukraina menjadi sasaran tembakan.


Pemilu 2024, KPU Sebut Masih Ada 10 Partai yang Akan Daftar Sepekan ke Depan

11 hari lalu

Pemilu 2024, KPU Sebut Masih Ada 10 Partai yang Akan Daftar Sepekan ke Depan

KPU menyatakan telah menerima konfirmasi dari 10 partai politik yang akan mendaftar menjadi peserta Pemilu 2024 untuk sepekan ke depan.


Dukung Anies Baswedan Ubah Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat, PKS: Tapi Jangan Fokus Hal Artifisial

13 hari lalu

Dukung Anies Baswedan Ubah Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat, PKS: Tapi Jangan Fokus Hal Artifisial

Ketua PKS DKI Jakarta Khoirudin mendukung Anies Baswedan mengubah nama rumah sakit jadi rumah sehat.