Korea Utara Klaim Ekonomi Berjalan Normal, Meski Kasus COVID-19 Tembus 2 Juta

Reporter

Tempo.co

Jumat, 20 Mei 2022 11:45 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengenakan masker saat memeriksa apotek di tengah wabah Covid-19 di Pyongyang, Korea Utara pada 15 Mei 2022. Total sekarang menjadi 1.483.060 dengan gejala demam, sementara jumlah kematian bertambah menjadi 56 orang/ KCNA

TEMPO.CO, Jakarta -Korea Utara mengatakan pada Jumat 20 Mei 2022 bahwa kegiatan perekonomian tetap berjalan lancar meski wabah COVID-19 perdana di negara itu telah menginfeksi lebih dari dua juta orang.

Negara yang terkucil itu melaporkan ada 263.370 orang lagi yang memperlihatkan gejala demam sehingga jumlah keseluruhan kasus demam hingga Kamis petang mencapai 2.24 juta, kata kantor berita pemerintah, KCNA seperti dilansir Reuters.

KCNA juga melaporkan bahwa dua orang meninggal sehingga jumlah total kematian hingga Kamis petang tercatat 65 orang.

Korut mengatakan bahwa, kendati ada peningkatan kasus, kegiatan pertanian terus berlangsung, pabrik-pabrik tetap beroperasi. Pemerintah juga tetap berencana menggelar upacara pemakamam seorang mantan jenderal.

"Walaupun ada situasi pencegahan epidemi darurat maksimum, produksi di sektor-sektor industri utama tetap berjalan normal dan proyek-proyek konstruksi skala besar terus digenjot," kata KCNA."Hasil baik terus dilaporkan dalam perang yang sedang berlangsung melawan epidemi.”

Peningkatan kasus dan kurangnya sumber daya medis serta vaksin di Korea Utara membuat badan hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan soal kemungkinan dampak yang "menghancurkan" bagi 25 juta penduduk negara itu.

Para petinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengkhawatirkan keadaan bahwa penyebaran COVID-19 yang tidak terawasi di Korea Utara bisa meningkatkan keberadaan varian-varian baru yang lebih mematikan.

Baca juga: Lonjakan Covid-19 di Korea Utara Diduga Usai Parade Militer

SUMBER: REUTERS






Bebas Covid, 8 Satwa Liar Dilepas ke Suaka Margasatwa Dangku

1 jam lalu

Bebas Covid, 8 Satwa Liar Dilepas ke Suaka Margasatwa Dangku

Delapan satwa liar tersebut meliputi empat owa siamang, dua beruang madu , satu kucing hutan, dan satu binturong.


Dana PEN Bangka Belitung Terserap Rp 319,14 Miliar hingga Juni

1 jam lalu

Dana PEN Bangka Belitung Terserap Rp 319,14 Miliar hingga Juni

Dana PEN akan difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan penguatan pemulihan ekonomi daerah.


Perdana Sejak Pandemi Covid-19, Xi Jinping Lawatan ke Hong Kong

5 jam lalu

Perdana Sejak Pandemi Covid-19, Xi Jinping Lawatan ke Hong Kong

Kunjungan Xi Jinping ke Hong Kong akan menjadi perjalanan pertamanya ke luar Cina sejak pandemi Covid-19 sekitar 2,5 tahun lalu.


Korea Utara Retas Rp 9 Triliun, Raib Bersama Anjloknya Kripto

6 jam lalu

Korea Utara Retas Rp 9 Triliun, Raib Bersama Anjloknya Kripto

Jatuhnya pasar cryptocurrency telah memusnahkan jutaan dolar dana yang dicuri oleh peretas Korea Utara sehingga mengancam sumber utama keuangan mereka


Riza Patria Sebut Kasus Covid-19 DKI Jakarta Meningkat: BOR 12 Persen, ICU 11 Persen

7 jam lalu

Riza Patria Sebut Kasus Covid-19 DKI Jakarta Meningkat: BOR 12 Persen, ICU 11 Persen

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan kasus Covid-19 di Jakarta terus meningkat.


Produksi Toyota di Jepang Mei Turun, Indonesia dan Thailand Naik

9 jam lalu

Produksi Toyota di Jepang Mei Turun, Indonesia dan Thailand Naik

Penurunan produksi Toyota di Jepang disebabkan oleh kekurangan pasokan chip semukonduktor dan suku cadang karena lockdown Covid-19 di Cina.


Dinkes Depok: Kasus Covid-19 Harian Mulai Naik Lagi, Prokes Diperketat

10 jam lalu

Dinkes Depok: Kasus Covid-19 Harian Mulai Naik Lagi, Prokes Diperketat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati mengungkapkan dalam beberapa hari kebelakang kasus Covid-19 di Depok kembali mengalami lonjakan yang diduga disebabkan oleh Subvarian Omicron BA.5.


Gejala Terbanyak Omicron BA.4 dan BA.5, Bukan Cuma Batuk

11 jam lalu

Gejala Terbanyak Omicron BA.4 dan BA.5, Bukan Cuma Batuk

Tak cuma batuk, gejala Omicron BA.4 dan BA.5 juga meliputi sakit tenggorokan, pilek, dan demam. Jangan disepelekan.


Penderita Kusta di Indonesia Terbanyak ke-3 di Dunia, Apa Penyebab Penyakit Kusta?

15 jam lalu

Penderita Kusta di Indonesia Terbanyak ke-3 di Dunia, Apa Penyebab Penyakit Kusta?

Indonesia urutan ketiga penderita kusta terbanyak di dunia berdasarkan data WHO. Peringkat pertama Inda, kemudian Brasil. Apa gejala penyakit kusta?


Vaksin Merah Putih Diusulkan ke Jokowi untuk Diganti Namanya

1 hari lalu

Vaksin Merah Putih Diusulkan ke Jokowi untuk Diganti Namanya

Usul disampaikan untuk Vaksin Merah Putih asal Unair yang sudah memasuki uji klinis final. Sudah merancang ekspor.