Sepak Terjang Ho Chi Minh sebagai Figur Revolusioner Vietnam

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Presiden Vietnam Tran Dai Quang berdiri di depan patung pemimpin revolusi Vietnam, Ho Chi Minh, dan bendera nasional Vietnam sebelum pertemuan di Istana Presiden di Hanoi, Vietnam, 13 September 2018. Rumor Quang sakit dalam beberapa bulan terakhir telah menyebar luas di media sosial. Dia terakhir kali muncul di publik saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Hanoi, Vietnam, pada 11 September 2018. REUTERS/Kham

TEMPO.CO, Hanoi -Ho Chi Minh merupakan seorang mantan Perdana Menteri dan Presiden Vietnam Utara. Ia merupakan sosok politisi revolusioner yang membekas di ingatan warga Vietnam.

Sebab, Ho Chi Minh memiliki peran yang besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Vietnam selama Perang Dunia II.

Meskipun dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh di Vietnam, Ho Chi Minh ternyata merupakan seseorang yang dilahirkan dari keluarga sederhana.

Dilansir dari britannica.com, ayah Ho Chi Minh merupakan seorang akademisi bernama Nguyen Sinh Huy yang karirnya tidak terlalu cemerlang. Akibatnya, hidup Nguyen dan keluarganya tidak terlalu sejahtera.

Ho Chi Minh dilahirkan di sebuah desa yang berada di pusat Vietnam tepat tanggal 19 Mei pada tahun 1890 atau 132 tahun yang lalu.

Bakat dan ketertarikan Ho Chi Minh terhadap dunia politik sudah terlihat sejak usia muda. Ho Chi Minh sempat mendapat kesempatan untuk bersekolah di sebuah sekolah negeri di Kota Hue.

Belum sempat menyelesaikan pendidikannya, sebagaimana dilansir dari history.com, Ho Chi Minh sudah dikeluarkan oleh pihak sekolah karena terlibat dalam aksi protes terhadap Kaisar Bao dan pengaruh kolonialisme Prancis pada waktu itu.

Pada 1911, Ho Chi Minh mengganti namanya menjadi Ba untuk kepentingan perlindungan diri dari represi kekaisaran dan penjajah Prancis.

Dengan menggunakan nama tersebut, Ho Chi Minh berhasil mendapat pekerjaan sebagai koki di sebuah kapal uap. Sebagai pegawai kapal uap, Ho Chi Minh mendapat kesempatan untuk singgah ke beberapa kota besar di dunia, seperti New York, Boston, London, dan Versailles.

Kota Versailles di Prancis merupakan tempat persinggahannya yang paling berpengaruh.

Selama enam tahun tinggal di kota tersebut (1917-1923), Ho Chi Minh menjadi seorang aktivis yang memperjuangkan hak warga negara Vietnam di Prancis.

Dia menggunakan nama Nguyen Ai Quoc atau Nguyen the Patriot. Pada 1919, bersama dengan warga negara Vietnam di Prancis, Ho Chi Minh mengajukan petisi berisi delapan tuntutan pada Konferensi Perdamaian Paris 1919. Tuntutan paling penting yang ia ajukan pada waktu itu adalah keadilan bagi kawasan Indocina yang terjajah.

BANGKIT ADHI WIGUNA
Baca : Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi di Vietnam dan Bahasa Wajib Tentara Kamboja







Ratusan PHK Ruangguru, Begini Awal Berdirinya Usaha Belva Devara dan Iman Usman

7 hari lalu

Ratusan PHK Ruangguru, Begini Awal Berdirinya Usaha Belva Devara dan Iman Usman

Ruangguru telah mengumumkan kabar PHK terhadap ratusan karyawannya. Begini asal mula berdirinya bahkan sempat buka cabang di Vietnam dan Thailand.


Dua Pesawat Tempur Tabrakan di Udara

13 hari lalu

Dua Pesawat Tempur Tabrakan di Udara

Dua pesawat tempur militer yang sudah lawas bertabrakan di udara saat peringatan Perang Dunia II di Kota Dallas, Texas


Jejak Bapak Senapan Serbu AK-47: Sejarah, Spesifikasi, dan Varian dari AK-47

15 hari lalu

Jejak Bapak Senapan Serbu AK-47: Sejarah, Spesifikasi, dan Varian dari AK-47

AK-47 adalah senapan serbu buatan Mikhail Timofeevich Kalashnikov, seorang jenderal tentara Rusia yang lahir pada 10 November 1919.


Perang Dunia II: Berapa Kali Adolf Hitler Lolos dari Percobaan Pembunuhan?

16 hari lalu

Perang Dunia II: Berapa Kali Adolf Hitler Lolos dari Percobaan Pembunuhan?

Diktator Jerman, Adolf Hitler pernah berulang kali mengalami percobaan pembunuhan. Bagaimana kisahnya?


Mengenang John F Kennedy Jadi Presiden AS: Pidato Monumental hingga Program Apollo

17 hari lalu

Mengenang John F Kennedy Jadi Presiden AS: Pidato Monumental hingga Program Apollo

Pidato bersejarah John F Kennedy: Jangan tanya apa yang negara berikan kepadamu. tapi tanyakan apa yang kamu berikan untuk negaramu.


Vietnam Perketat Aturan Media Sosial, Konten Palsu Harus Dihapus dalam 24 Jam

21 hari lalu

Vietnam Perketat Aturan Media Sosial, Konten Palsu Harus Dihapus dalam 24 Jam

Pemerintah Vietnam membuat aturan baru yang mengharuskan konten palsu di media sosial dihapus dalam 24 jam. Lebih ketat dari aturan sebelumnya.


Mendag Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Etanol 31 Kontainer ke Filipina dan Thailand

28 hari lalu

Mendag Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Etanol 31 Kontainer ke Filipina dan Thailand

Mendag Zulkifli Hasan melepas ekspor 744.000 liter etanol senilai US$ 818.400 atau setara dengan Rp12,7 miliar.


Vladimir Putin Meyakini Dunia Sedang di Tepi Jurang

29 hari lalu

Vladimir Putin Meyakini Dunia Sedang di Tepi Jurang

Vladimir Putin memproyeksikan akan ada bahaya dan ketidak pastian (yang terjadi) sejak berakhirnya Perang Dunia II


Ketua Partai Komunis Vietnam Akan Kunjungan Kerja ke Cina

32 hari lalu

Ketua Partai Komunis Vietnam Akan Kunjungan Kerja ke Cina

Nguyen Phu Trong jarang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri karena sudah sepuh, namun kali ini dia akan ke Cina untuk memenuhi undangan Xi


Asian Youth Chess Championship 2022: Vietnam Juara Umum, Indonesia Raih 3 Medali Emas di Nomor Catur Kilat

35 hari lalu

Asian Youth Chess Championship 2022: Vietnam Juara Umum, Indonesia Raih 3 Medali Emas di Nomor Catur Kilat

Asian Youth Chess Championships 2022 telah berakhir 21 Oktober 2022, tim catur Vietnam sebagai juara umum. Bagaimana tim catur Indonesia?