Putin Jamin Keselamatannya, tapi Ada Seruan Resimen Azov Harus Dieksekusi

Reporter

Tempo.co

Editor

Yudono Yanuar

Rabu, 18 Mei 2022 13:18 WIB

Anggota pasukan Ukraina di Mariupol terlihat di dalam bus, yang tiba di bawah pengawalan militer pro-Rusia di fasilitas penahanan Olenivka di Donetsk, Ukraina 17 Mei 2022. Reuters/Alexander Ermochenko

TEMPO.CO, Jakarta - Muncul kekhawatiran akan nasib 250 pejuang anggota Resimen Azov  yang menyerah kepada pasukan Rusia di pabrik baja Azovstal di Mariupol setelah berminggu-minggu perlawanan sengit mereka.

Natalia, istri seorang di antara pejuang yang bersembunyi di pabrik, mengatakan kepada Reuters bahwa dia berharap "akan ada pertukaran yang jujur". Tapi dia masih khawatir. "Apa yang dilakukan Rusia sekarang tidak manusiawi," katanya.

Penyerahan itu mengakhiri pengepungan Rusia dalam perang paling menghancurkan di Ukraina dan memungkinkan Presiden Vladimir Putin untuk mengklaim kemenangan langka dalam invasinya yang tidak berjalan mulus.

Bus meninggalkan pabrik baja pada Senin malam, 16 Mei 2022, dalam konvoi yang dikawal oleh kendaraan lapis baja Rusia. Lima bus tiba di kota Novoazovsk yang dikuasai Rusia, di mana Moskow mengatakan para pejuang yang terluka akan dirawat.

Tujuh bus yang membawa pejuang Ukraina dari garnisun Azovstal tiba di sebuah penjara yang baru dibuka kembali di kota Olenivka yang dikuasai Rusia dekat Donetsk, kata seorang saksi mata seperti dikutip Reuters, Rabu, 18 Mei 2022.

Rusia mengatakan sedikitnya 256 pejuang Ukraina telah "meletakkan senjata dan menyerah", termasuk 51 orang yang terluka parah. Ukraina mengatakan 264 tentara, termasuk 53 terluka, telah meninggalkan pabrik baja di Mariupol itu.

Video Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan para pejuang meninggalkan pabrik, beberapa diangkut dengan tandu, yang lain dengan tangan terangkat untuk digeledah oleh pasukan Rusia.

Ada beberapa wanita di setidaknya di salah satu bus di Olenivka.

Sementara kedua belah pihak berbicara tentang kesepakatan di mana semua pasukan Ukraina akan meninggalkan pabrik baja, banyak rincian yang belum dipublikasikan, termasuk berapa banyak pejuang yang masih berada di dalam, dan apakah bentuk pertukaran tahanan telah disepakati.

Kremlin mengatakan Putin secara pribadi menjamin para tahanan akan diperlakukan sesuai dengan standar internasional, dan pejabat Ukraina mengatakan mereka dapat ditukar dengan tawanan Rusia.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengatakan Kyiv akan mengatur pertukaran tahanan untuk yang terluka setelah kondisi mereka stabil.

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky mengatakan tidak ada kesepakatan. "Saya tidak tahu bahasa Inggris memiliki begitu banyak cara untuk mengungkapkan satu pesan: #Azovnazi telah menyerah tanpa syarat," katanya dalam unggahan di Twitter.

Kantor berita TASS melaporkan sebuah komite Rusia berencana untuk menanyai para tentara, banyak dari mereka anggota Batalyon Azov, sebagai bagian dari penyelidikan atas apa yang disebut Moskow sebagai "kejahatan rezim Ukraina".

Anggota parlemen Rusia yang terkenal berbicara menentang pertukaran tahanan apa pun. Vyacheslav Volodin, ketua Duma Negara, majelis rendah Rusia, mengatakan, "Penjahat Nazi tidak boleh ditukar."

Anggota parlemen Leonid Slutsky, salah satu negosiator Rusia dalam pembicaraan dengan Ukraina, menyebut para pejuang yang dievakuasi itu "binatang dalam bentuk manusia" dan mengatakan mereka harus dieksekusi.

Dibentuk pada tahun 2014 sebagai milisi sukarelawan sayap kanan ekstrem untuk memerangi separatis yang didukung Rusia, Resimen Azov menyangkal sebagai fasis atau neo-Nazi. Ukraina mengatakan resimen ini telah direformasi dan diintegrasikan ke dalam Garda Nasional.

Reuters






Amerika Serikat Bakal Kirimkan Bantuan Sistem Roket HIMARS ke Ukraina

8 jam lalu

Amerika Serikat Bakal Kirimkan Bantuan Sistem Roket HIMARS ke Ukraina

Pentagon menjelaskan paket bantuan tambahan keamanan ke Ukraina akan bernilai lebih dari USD 450 juta (Rp 6,6 triliun).


Antisipasi Serangan dari Barat, Rusia Ajak Belarus Perkuat Pertahanan

11 jam lalu

Antisipasi Serangan dari Barat, Rusia Ajak Belarus Perkuat Pertahanan

Menteri Pertahanan Rusia mengajak Belarus untuk menerbitkan kebijakan yang memperkuat pertahanan kedua negara.


Resmi Jadi Kandidat Anggota Uni Eropa, Begini Tanggapan Volodymyr Zelensky

12 jam lalu

Resmi Jadi Kandidat Anggota Uni Eropa, Begini Tanggapan Volodymyr Zelensky

Presiden Volodymyr Zelensky meyakinkan pencalonan resmi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa merupakan langkah besar menuju penguatan Eropa.


Apa Jenis Rompi Antipeluru yang akan Digunakan Jokowi ke Ukraina dan Rusia?

13 jam lalu

Apa Jenis Rompi Antipeluru yang akan Digunakan Jokowi ke Ukraina dan Rusia?

Paspampres menyiapkan sejumlah perlengkapan keamanan untuk Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia. Beberapa di antaranya helm dan rompi antipeluru.


Jerman Bisa Krisis Energi Jika Gas Rusia Dihentikan Total

14 jam lalu

Jerman Bisa Krisis Energi Jika Gas Rusia Dihentikan Total

Menteri Ekonomi Jerman mengakui gas sekarang menjadi komoditas langka di negaranya.


AS Tambah Bantuan ke Ukraina Rp 6,6 T, dari Roket HIMARS hingga Ribuan Amunisi

17 jam lalu

AS Tambah Bantuan ke Ukraina Rp 6,6 T, dari Roket HIMARS hingga Ribuan Amunisi

Amerika Serikat akan menambah bantun untuk Ukraina senilai Rp 6,6 triliun termasuk sistem roket jarak jauh.


Nike Susul Adidas Cs Hengkang dari Rusia, Tutup Seluruh Toko

20 jam lalu

Nike Susul Adidas Cs Hengkang dari Rusia, Tutup Seluruh Toko

Perusahaan sepatu asal AS, Nike memutuskan keluar sepenuhnya dari Rusia akibat perang dengan Ukraina.


Senjata Prancis yang Dikirim ke Ukraina Diledek

21 jam lalu

Senjata Prancis yang Dikirim ke Ukraina Diledek

Produsen senjata asal Rusia meledek senjata buatan Prancis yang dikirim ke Ukraina.


Putin Hadir di Forum BRICS, Serukan India China Cs Bersatu Hadapi Barat

21 jam lalu

Putin Hadir di Forum BRICS, Serukan India China Cs Bersatu Hadapi Barat

Putin menyerukan agar negara-negara anggota BRICS yaitu Brasil, India, China dan Afrika Selatan bersatu menghadapi kekuatan ekonomi Barat.


Roket Jarak Jauh HIMARS dari Amerika Serikat Tiba di Ukraina

22 jam lalu

Roket Jarak Jauh HIMARS dari Amerika Serikat Tiba di Ukraina

Ukraina telah menerima pasokan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) Amerika Serikat, yang diharapkan dapat kalahkan Rusia