Pakistan Gagalkan Serangan Bom Bunuh Diri Incar Warga Cina

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Petugas polisi dan unit TKP berkumpul di dekat sebuah van penumpang, setelah meledak di pintu masuk Institut Konfusius Universitas Karachi, Pakistan 26 April 2022. REUTERS/Akhtar Soomro

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Pakistan menangkap seorang yang diduga akan melakukan serangan bom bunuh diri di dekat konvoi warga asal Cina di sepanjang Koridor Ekonomi China Pakistan (CPEC).

Penangkapan pada Senin, 16 Mei 2022 itu terjadi dua minggu setelah seorang wanita pelaku bom bunuh diri melakukan serangan di sebuah kampus universitas di Karachi, menewaskan tiga guru Cina dan sopir Pakistan mereka.

Polisi menangkap terduga teroris itu di provinsi Balochistan barat daya yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran, kata pernyataan polisi Pakistan.

Terduga pelaku adalah anggota kelompok separatis Tentara Pembebasan Baloch (BLA), yang mulai menggunakan militan wanita sebagai pelaku bom bunuh diri, kata polisi. Ini adalah sebuah fenomena baru bagi polisi kontra-terorisme yang lebih terbiasa menangani serangan seperti itu oleh militan Islam.

"Wanita itu ingin menargetkan konvoi warga negara Cina," kata polisi, dan menambahkan serangan itu direncanakan di sepanjang rute Koridor Ekonomi-Pakistan China (CPEC).

Polisi menemukan bahan peledak dan detonator dari wanita itu dan terungkap rencananya untuk menargetkan warga negara Cina. Tidak ada bukti lain yang dihasilkan untuk mendukung tuduhan polisi.

Pembom bunuh diri Karachi juga anggota BLA, kata pernyataan polisi.

Cina adalah sekutu dekat Pakistan dan CPEC adalah investasi infrastruktur di Pakistan bernilai $65 miliar, bagian dari proyek Belt and Road Initiative Beijing untuk mencari rute perdagangan darat  dan laut yang terhubung dengan seluruh dunia.

Balochistan adalah rumah bagi pelabuhan laut dalam di kota Gwadar, yang dikembangkan Beijing di bawah CPEC.

Gerilyawan separatis Baloch mengatakan mereka telah berjuang selama beberapa dekade untuk mendapatkan bagian yang lebih besar dari tambang regional dan sumber daya mineral.

Mereka menyerang pabrik gas, infrastruktur, pasukan keamanan dan kepentingan Cina, yang mereka katakan sama dengan pendudukan tanah dan sumber daya mereka atas nama pembangunan.

Serangan mereka terhadap warga negara Cina telah terjadi sejak jatuhnya ibu kota Afghanistan ke tangan kelompok Islam Taliban pada Agustus tahun lalu.

Taliban menyangkal tuduhan Pakistan bahwa separatis menggunakan tanah Afghanistan untuk melatih gerilyawan dan merencanakan serangan.

Pakistan juga menyalahkan rival bebuyutannya, India, karena mendukung pemberontak, tuduhan yang dibantah New Delhi.

Reuters






Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

1 jam lalu

Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

Berita terpopuler di kanal ekonomi dan bisnis dimulai dengan kabar BPS memperingatkan kenaikan inflasi akan semakin tinggi pada Desember 2022.


Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

19 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

XPeng mengharapkan pengiriman akan meningkat signifikan pada Desember 2022 karena peningkatan dan percepatan produksi mobil listrik G9.


ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

1 hari lalu

ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di kantor Kedutaan Besar Pakistan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada 3 Desember 2022


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

2 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

2 hari lalu

Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

Dua kejadian terpisah di Kabul, serangan bom bunuh diri dekat kantor partai Hezb-e-Islami dan penembakan di Kedutaan Pakistan.


Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

3 hari lalu

Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

Benazir Bhutto merupakan perdana menteri perempuan pertama di Pakistan. Ia tewas akibat dibunuh sekelompok orang tak dikenal pada Desember 2007.


Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

3 hari lalu

Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

Tesla di Cina hampir dua kali melakukan penarikan mobil listrik pada periode 1 November hingga 27 November 2022.


Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

4 hari lalu

Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

Xiaomi dkk merespons suasana berkabung di Cina karena Jiang Zemin, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina, berpulang.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

4 hari lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

4 hari lalu

Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

Warga Cina yang menetap di Sydney hingga Toronto ikut melakukan aksi protes terhadap aturan Covid-19 dengan menyerukan Cina yang bebas