Hadapi Ancaman Kremasi, Pengungsi Mendesak Kuburan Muslim di Ibu Kota Yunani

Reporter

Ilustrasi pemakaman muslim. Wikipedia

TEMPO.CO, Jakarta -Pengungsi beragama Muslim di Yunani mendesak pemerintah untuk menyediakan lahan pemakaman bagi mereka di Ibu Kota, Athena.

Salah satu pengungsi yang memintanya adalah Esfandiyar Fagkiri. Berdiri di dekat kuburan kecil putranya yang berusia lima tahun di pemakaman Kristen Ortodoks Schisto di pinggiran Athena, dia merasakan "sakit ganda".

Dia tidak hanya kehilangan salah satu dari lima anaknya, tetapi keluarga Afghanistan tidak dapat mendoakan jenazah bocah berusia lima tahun itu menurut ritual agama Islam karena kuburannya adalah milik orang Kristen.

Hasibollah Fagkiri ditabrak dan terluka parah oleh sebuah truk pada Januari 2021 saat bermain dengan anak-anak lain di dekat pintu masuk kamp migran Malakassa, utara Athena. Tempat ia tinggal bersama keluarganya sejak September 2020. Ia kemudian menghembuskan nafas terakhir.

Setelah menguburkan putra mereka, keluarga Fagkiri terkejut diberitahu bahwa tubuhnya harus digali setelah tiga tahun -- pada 2024.

Ini adalah prosedur standar di pemakaman Yunani karena kekurangan ruang yang kronis -- terutama di wilayah Athena yang lebih besar di mana lebih dari sepertiga penduduk negara itu tinggal.

Namun bagi keluarga Hasibollah yang berduka, hal itu tidak terpikirkan. “Islam tidak mengizinkan penggalian atau kremasi, tubuh tetap dikubur selamanya,”kata Fagkiri.

Kendati demikian, pemerintah Athena berkukuh. “Bagi orang-orang yang tidak memiliki kuburan keluarga yang dibayar, penggalian setelah tiga tahun adalah wajib," tutur Dimosthenis Stamatatos, kepala asosiasi kotamadya di dekat kuburan Schisto.

Jenazah orang mati sering disimpan di lampiran khusus gereja pemakaman.

Yunani adalah negara mayoritas Kristen Ortodoks, dan pemakaman Muslim hanya dapat ditemukan di Thrace, sebuah wilayah di timur laut negara itu dekat perbatasan Yunani-Turki, 750 kilometer dari Athena.

Daerah ini adalah rumah bagi minoritas Muslim berusia berabad-abad, warisan kehadiran Kekaisaran Ottoman di daerah tersebut.

Di Athena, jumlah Muslim dulunya tidak berarti, tetapi ini telah berubah setelah krisis pengungsi pada 2015.

Sekarang ada sekitar setengah juta Muslim di ibu kota Yunani setelah gelombang migrasi berturut-turut dan kedatangan ribuan keluarga dari Timur Tengah, Afrika Utara dan anak benua India yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan.

Thrace terlalu jauh bagi sebagian besar keluarga untuk menguburkan jenazah mereka di sana, dan biaya pemindahan jenazah menjadi sangat mahal.

"Mengingat tingginya biaya pemindahan orang mati ke Thrace, jumlah penguburan Muslim di pemakaman Ortodoks di Athena telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir," Rezai Mohtar, presiden komunitas Afghanistan, mengatakan dalam konferensi pers pekan lalu.

Pandemi COVID-19 telah membuat segalanya lebih sulit bagi keluarga yang berduka, katanya.

Menurut Javed Aslam, anggota terkemuka komunitas Pakistan di Yunani, komunitas migran Muslim telah lama meminta pemakaman di Athena.

Pejabat kota Stamatatos mengatakan bahwa pada 2016 Gereja Ortodoks Yunani menyumbangkan lima hektar tanah di pemakaman Schisto untuk umat Islam. Namun, sengketa hukum dengan kontraktor membuat penyelesaian proyek tersebut tertunda.

Seorang pejabat senior di kementerian pendidikan Yunani, yang juga mengawasi masalah-masalah keagamaan, mengatakan proyek tersebut telah diberi lampu hijau dan "akan dilaksanakan mengingat banyaknya jumlah Muslim di Athena."

Tapi, kelompok hak asasi dan oposisi utama partai kiri Syriza tidak begitu optimis, menunjuk pada retorika anti-migrasi yang kuat dari pemerintah konservatif saat ini di tengah tuduhan berulang terhadap penolakan migran ilegal di perbatasan negara itu.

"Ketika menyangkut penghormatan terhadap hak-hak migran dan pengungsi, konteksnya di Yunani adalah negatif," kata anggota parlemen Syriza, Giorgos Psychogios.

Hal ini ditunjukkan dengan masjid resmi pertama di Athena dibuka pada November 2020. Membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk diselesaikan setelah mendapat tentangan kuat dari Gereja Ortodoks, serta dari kelompok nasionalis Yunani.

Baca juga:

SUMBER: FRANCE24






Ditolak Rumah Sakit Hingga Tewas, Kematian Bocah Muslim Inggris dalam Penyelidikan

8 hari lalu

Ditolak Rumah Sakit Hingga Tewas, Kematian Bocah Muslim Inggris dalam Penyelidikan

Inggris menggelar investigasi independen atas kematian seorang anak laki-laki Muslim berusia lima tahun karena ditolak rumah sakit


Relawan Moeldoko Blusukan Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

9 hari lalu

Relawan Moeldoko Blusukan Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Aksi blusukan relawan Moeldoko ini dimulai pada Senin, 28 November 2022


Korban Gempa Cianjur Meninggal Setelah 5 Hari Ngungsi ke Bogor

11 hari lalu

Korban Gempa Cianjur Meninggal Setelah 5 Hari Ngungsi ke Bogor

Jenazah korban gempa Cianjur yang meninggal di Bogor itu telah dibawa ke daerah asalnya di Cugenang dengan mobil siaga Desa Tugu Selatan, Puncak.


Lakukan Trauma Healing, Polwan Divhumas Polri Ajak Korban Gempa Cianjur Nonton Bareng

11 hari lalu

Lakukan Trauma Healing, Polwan Divhumas Polri Ajak Korban Gempa Cianjur Nonton Bareng

Polisi turut berupaya melakukan penanganan terhadap para korban gempa Cianjur, Jawa Barat.


Gempa Susulan Mulai Landai, Bupati Cianjur Imbau Pengungsi Bisa Pulang ke Rumah

11 hari lalu

Gempa Susulan Mulai Landai, Bupati Cianjur Imbau Pengungsi Bisa Pulang ke Rumah

Bupati Cianjur Herman Suherman mengimbau warga yang berada di pengungsian sudah bisa kembali ke rumah setelah dinilai gempa susulan landai


Pengungsi Korban Gempa Cianjur Jalani Perawatan di RSUD Sayang: ISPA hingga Dehidrasi

13 hari lalu

Pengungsi Korban Gempa Cianjur Jalani Perawatan di RSUD Sayang: ISPA hingga Dehidrasi

Neneng Efa Fatimah menyebut saat ini ada enam orang dalam perawatan medis di RSUD Sayang karena efek pengungsian korban gempa Cianjur.


Sambangi Pengungsi Gempa Cianjur, Erick Thohir Sebut Anak-anak Kelompok Paling Rentan

14 hari lalu

Sambangi Pengungsi Gempa Cianjur, Erick Thohir Sebut Anak-anak Kelompok Paling Rentan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut anak-anak sebagai kelompok paling rentan setelah bencana terjadi.


7 Negara Mayoritas Muslim Terkaya di Dunia, Indonesia Masuk?

14 hari lalu

7 Negara Mayoritas Muslim Terkaya di Dunia, Indonesia Masuk?

Berikut 7 negara mayoritas muslim terkaya di dunia, ada qatar, kuwait hingga arab saudi


Bantuan Tiba saat Korban Gempa Cianjur Mulai Diserang Penyakit

15 hari lalu

Bantuan Tiba saat Korban Gempa Cianjur Mulai Diserang Penyakit

Bantuan untuk korban gempa Cianjur mulai mengalir ke Cugenang.


Gempa Cianjur, BMKG Catat Hingga Pagi Ini Terjadi 161 Kali Gempa Susulan

17 hari lalu

Gempa Cianjur, BMKG Catat Hingga Pagi Ini Terjadi 161 Kali Gempa Susulan

Magnitudo gempa susulan hingga pagi ini di Cianjur tercatat terbesar berkekuatan M4,2 dan terkecil M1,2.