Ukraina Pulangkan Ratusan Mayat Tentara Rusia Pakai Kereta Berpendingin

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Relawan mengumpulkan mayat tentara Rusia yang ditemukan di desa Vilkhivka setelah direbut kembali oleh Angkatan Bersenjata Ukraina, di wilayah Kharkiv, Ukraina, 9 Mei 2022. REUTERS/Julia Kochetova

    Relawan mengumpulkan mayat tentara Rusia yang ditemukan di desa Vilkhivka setelah direbut kembali oleh Angkatan Bersenjata Ukraina, di wilayah Kharkiv, Ukraina, 9 Mei 2022. REUTERS/Julia Kochetova

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah tentara Rusia yang tewas di Ukraina dikirimkan ke keluarga mereka dengan menggunakan kereta berpendingin. Mayat-mayat itu ditumpuk di dalam kereta di luar Kyiv sambil menunggu jadwal keberangkatan.

    “Sebagian besar dari mereka dibawa dari wilayah Kyiv, ada beberapa dari wilayah Chernihiv dan beberapa wilayah lain juga,” ujar Volodymyr Lyamzin, kepala petugas penghubung sipil-militer.

    Dilansir dari Reuters, Sabtu, 14 Mei 2022, menurut Lyamzin kereta berpendingin yang ditempatkan di wilayah lain di seluruh Ukraina digunakan untuk tujuan yang sama. Kereta itu dipakai untuk menyimpan mayat tentara Rusia yang tewas dalam perang.

    Unit khusus Ukraina menyisir hutan dan padang rumput di sebelah barat Kyiv, untuk mencari mayat pasukan Rusia. Pekerjaan ini memakan waktu berminggu-minggu sebelum menemukan apa yang mereka cari.

    Tim yang beroperasi bersama dengan unit kerja sama sipil-militer telah menarik mayat-mayat tentara Rusia dari ladang, hutan, dan bangunan yang hancur di pinggiran ibukota Ukraina. "Jika mereka (pasukan Rusia) tidak melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan sebagai kehormatan, maka kami akan melakukannya untuk menghormati orang mati," kata seorang tentara dengan nama panggilan Mukhomor dilansir dari France24, Sabtu, 14 Mei 2022.

    "Tidak masalah apakah dia musuh atau bukan, kami tidak menghakimi. Ini adalah aturan hukum humaniter internasional," tambahnya.

    Di desa Zavalivka di sebelah barat Kyiv, tim forensik menutup sebuah kuburan dangkal. Penduduk terdekat mengatakan sebuah mayat telah dikuburkan oleh pasukan teritorial Ukraina beberapa minggu yang lalu.

    Penduduk setempat mengatakan pejuang Rusia itu telah terluka dan meminta air kepada penduduk sebelum dibunuh oleh rekan-rekannya menjelang mundurnya Rusia. Namun pernyataan itu belum bisa diklarifikasi.

    "Dia ditinggalkan di dekat toko, ditutupi dengan ponco. Dan kemudian orang-orang kami menguburkannya," kata warga Zavalivka, Kateryna Karobchuk, 79.

    Setelah pasukan Ukraina memasuki desa, mayat itu buru-buru dikubur di hutan. Karobchuk mengatakan mayat itu kemudian ditemukan oleh anjingnya. Penduduk setempat lalu memberi tahu pasukan Ukraina yang bertugas mengumpulkan orang-orang Rusia yang mati.

    Belum ada laporan pasti berapa banyak tentara Rusia yang tewas dalam perang. Namun Ukraina mengatakan diperirakan sebanyak 20.000 pasukan Rusia menjadi korban sejak awal invasi. Sedangkan Rusia mengklaim angka kematian hanya 1.351 orang pada 25 Maret.

    Baca: Menhan AS Telepon Rusia Pertama Kalinya Sejak Invasi Ukraina, Ini yang Dibahas

    REUTERS | FRANCE 24


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.