Wabah Demam di Korea Utara Terbesar dalam Sejarah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memimpin rapat Partai Pekerja terkait wabah Covid-19 pada 12 Mei 2022. Korea Utara mengkonfirmasi kematian akibat Covid-19 pertamanya dan mengumumkan lockdown ketat secara nasional. KCNA via REUTERS

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memimpin rapat Partai Pekerja terkait wabah Covid-19 pada 12 Mei 2022. Korea Utara mengkonfirmasi kematian akibat Covid-19 pertamanya dan mengumumkan lockdown ketat secara nasional. KCNA via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara melaporkan sebuah wabah demam yang misterius, yang telah menyebabkan kematian dan ada ribuan kasus baru. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebut ini adalah suatu epidemik terbesar dalam sejarah negaranya. 

     
    Otoritas kesehatan di Korea Utara mengkonfirmasi ada 174.440 kasus baru demam misterius tersebut di seluruh penjuru Korea Utara. Kantor berita KCNA mewartakan pada Jumat, 13 Mei 2022, ada 21 kasus yang berujung kematian atau bertambah 6 orang dibanding sehari sebelumnya. 
     
     
    Saat ini, ada sekitar 288.810 orang yang menjalani karantina atau dalam perawatan. 
     
     
    Dalam sebuah rapat Politburo, Kim menekankan perihal efektivitas lockdown wilayah dan kebijakan pemerintah lokal. Dia pun menyerukan agar otoritasnya lebih teliti dan berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat karantina secara ilmiah. 
     
     
    "Penyebaran penyakit mematikan di negara kita ini adalah salah satu yang terbesar sejak negara kita didirikan. Ini mirip wabah virus corona yang sangat serius di dunia," kata Kim. 
     
     
    Sejumlah pejabat di Korea Utara mengkonfirmasi ada satu pasien yang positif varian omicron Covid-19 sebelum kondisinya berubah menjadi demam. Korea Utara tidak menghubungkan kasus atau kematian akibat wabah demam ini dengan virus corona yang telah menjadi pandemi global. 
     
     
    Sebelum pasien itu muncul, Korea Utara mengklaim telah menjadi negara yang tidak ada kasus Covid-19. Sebagai tindak pencegahan, Korea Utara menutup semua wilayah perbatasannya. 
     
    Sumber : RT.com
     
     

    Baca juga: Inilah Cara Mengenali Timbangan yang Dicurangi Pedagang  

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.  


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.