G7 Bela Perempuan Afghanistan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang wanita Afghanistan menggunakan burqa saat berjalan di sebuah jalan di Kabul, Afghanistan, 9 Mei 2022. Taliban mewajibkan perempuan Afganistan untuk menutupi wajah mereka dengan burqa biru tua.  REUTERS/Ali Khara

    Seorang wanita Afghanistan menggunakan burqa saat berjalan di sebuah jalan di Kabul, Afghanistan, 9 Mei 2022. Taliban mewajibkan perempuan Afganistan untuk menutupi wajah mereka dengan burqa biru tua. REUTERS/Ali Khara

    TEMPO.CO, Jakarta - Para menteri luar negeri anggota G7 pada Kamis, 12 Mei 2022, kompak menyebut naiknya pembatasan ruang lingkup perempuan Afghanistan yang diberlakukan oleh Taliban, sama dengan membuat negara itu mengisolasi negara itu.

    “Dengan kebijakan itu (membatasi ruang gerak perempuan), Taliban semakin mengisolasi diri mereka sendiri dari komunitas internasional,” demikian pernyataan para Menteri Luar Negeri negara anggota G7 dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa.  

    Sejumlah anak-anak perempuan Afganistan berada di sebuah jalan di Kabul, Afganistan, 10 Mei 2022. REUTERS/Ali Khara

    Dalam pernyataan bersama yang dipublikasi oleh Pemerintah Prancis, G7 menyerukan Taliban agar mengambil langkah darurat dengan mencabut berbagai larangan pada perempuan. Taliban diminta menghormati perempuan sebagai manusia.

    Taliban sebelumnya pada Sabtu, 7 Mei 2022, menerbitkan perintah agar perempuan Afghanistan menutup wajah mereka saat di tempat umum. Ini adalah sebuah kemunduran saat Afghanistan dikendalikan oleh garis keras tersebut.

    Taliban kembali berkuasa saat pemerintah Afghanistan mengalami keruntuhan pada tahun lalu. Selain wajib menggunakan burqa saat keluar rumah, perempuan Afghanistan juga dibatasi aksesnya ke pendidikan.

    Pemenang Nobel bidang perdamaian asal Pakistan Malala Yousafzai mengutarakan kekhawatirannya terhadap perempuan di Afghanistan setelah kelompok radikal Taliban mengeluarkan dekrit bahwa menggunakan jilbab wajib bagi perempuan Afghanistan.

    “Taliban ingin menghapus perempuan dari seluruh sektor kehidupan publik di Afghanistan, mereka ingin perempuan tidak bersekolah dan bekerja, menyangkal kemampuan mereka (perempuan) untuk melakukan perjalanan tanpa didampingi laki-laki dan memaksa perempuan untuk sepenuhnya menutupi wajah serta tubuh mereka,” kata Malala.

    Sumber: Reuters

    Baca juga: Malala Yousafzai: Taliban Kali Ini Sulit Melarang Perempuan Bersekolah

     

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.  


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.