Taliban Wajibkan Burqa Bagi Perempuan Afganistan, Apa Itu Burqa dan Hukumnya?

Reporter

Seorang perempuan yang mengenakan Burqa berjalan melewati Pasukan Taliban yang memblokir jalan-jalan di sekitar bandara, di Kabul, Afghanistan. 27 Agustus 2021. Taliban juga melarang perempuan menekuni olahraga karena dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam yang diyakini, dengan alasan khawatir bagian tubuh perempuan akan terekspose ketika berolahraga. REUTER/Stringer

TEMPO.CO, Jakarta - Taliban mewajibkan perempuan Afganistan untuk menutupi wajah mereka dengan burqa biru tua. Burqa ini merupakan simbol global rezim garis keras Taliban sebelumnya dari 1996 hingga 2001.

Dekrit itu dibacakan oleh pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, pada konferensi pers di Kabul, Sabtu 7 Mei 2022. Alasannya, perempuan Afganistan harus mengenakan burqa lantaran itu adalah pakaian tradisi dan penuh hormat, kata Akhundzada. Lalu, Apa sebenarnya burqa atau burkak ini? Serta, bagaimana hukum pemakaiannya?

Mengutip dari Reuters, secara sederhana burqa adalah kerudung seluruh tubuh. Seluruh tubuh yang dimaksud adalah secara hakikat. Artinya, tidak ada bagian tubuh yang terlihat ketika menggunakan pakaian ini. Baik itu wajah maupun telapak tangan. Bahkan, pada bagian mata pun turut ditutupi menggunakan kain tipis.

Burqa seringnya dikenakan oleh wanita muslim di Afganistan dan Pakistan. Terutama pada era Rezim Taliban pada kurun 1996 hingga 2001. Setelah Taliban kembali berkuasa, penggunaan Burqa bagi perempuan Afganistan kembali diwajibkan. Taliban mengancam, jika seorang perempuan kedapatan tak mengenakan burqa di luar rumah, ayah atau kerabat laki-laki terdekat akan didatangi, dan akhirnya dipenjara atau dipecat dari pekerjaan pemerintah.

Lalu bagaimana hukum menggunakan burqa ini? Hukum mengenai pemakaian burqa bagi Muslimah sebenarnya tak jauh beda dengan penggunaan cadar. Sebab secara konsep, keduanya sama, yaitu menutup wajah untuk menghindari fitnah. Mengutip dari laman Majelis Ulama Indonesia atau MUI, mayoritas ulama berpendapat bahwa wajah bukan bagian dari aurat. Sebab itu tak wajib ditutupi. Muslimah boleh membiarkannya terlihat, tetapi juga tak dilarang menutupi.

Menurut mazhab Hanafi, sebagaimana dikutip dari buku Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Wizaratul Awqaf was Syu’unul Islamiyyah, wanita muda dilarang memperlihatkan wajah di antara laki-laki. Bukan karena wajah adalah aurat, tetapi lebih karena untuk menghindari fitnah.

Berbeda dengan mazhab Hanafi, mazhab Maliki menyatakan bahwa makruh hukumnya bagi wanita menutupi wajah. Baik ketika dalam salat maupun di luar salat. Menutupi wajah yang bukan termasuk aurat termasuk perbuatan berlebih-lebihan. Namun di satu sisi, mazhab Hanafi juga berpendapat menutup dua telapak tangan dan wajah bagi wanita muda perlu dilakukan bila dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Terutama bagi wanita rupawan atau dalam situasi banyak munculnya kebejatan atau kerusakan moral.

Mengutip laman islam.nu.or.id, hukum menggunakan burqa dan sejenisnya di kalangan mazhab Syafi’i masih terjadi silang pendapat. Pendapat pertama menyatakan memakai cadar bagi muslimah adalah wajib. Pendapat kedua menyatakan sunnah, sedangkan pendapat ketiga menyatakan khilaful awla atau menyalahi yang utama karena utamanya tidak menutupi wajah.

HENDRIK KHOIRUL MUHID 

Baca: Taliban Perintahkan Semua Perempuan Afghanistan Gunakan Burqa

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Komandan Taliban Bawa Pulang Pengantin dengan Helikopter Militer Afghanistan

2 hari lalu

Komandan Taliban Bawa Pulang Pengantin dengan Helikopter Militer Afghanistan

Seorang komandan Taliban diduga menggunakan helikopter militer milik pemerintah Afghanista untuk membawa pulang pengantin barunya


Taliban Larang Atlet Binaraga Afghanistan Gunakan Pakaian Minim, Begini Batasannya

2 hari lalu

Taliban Larang Atlet Binaraga Afghanistan Gunakan Pakaian Minim, Begini Batasannya

Taliban melarang atlet binaraga Afghanistan menggunakan pakaian terbuka, baik ketika latihan maupun saat berkompetisi. Bagaimana batasannya?


Soal Ganja untuk Medis, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim: Tunggu Uji Klinis

7 hari lalu

Soal Ganja untuk Medis, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim: Tunggu Uji Klinis

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH Ma'ruf Khozin mengatakan masih perlu menunggu hasil uji klinis untuk menemukan kandungan yang terdapat dalam Ganja yang sama sekali tidak ada obat alternatifnya.


MUI Kaji Fatwa Ganja Medis Usai Diminta Ma'ruf Amin

7 hari lalu

MUI Kaji Fatwa Ganja Medis Usai Diminta Ma'ruf Amin

Ma'ruf Amin meminta dikeluarkannya fatwa baru mengenai pengecualian larangan penggunaan ganja medis.


Kenali Varian Bakso di Berbagai Negara, dari Afganistan sampai Belanda

7 hari lalu

Kenali Varian Bakso di Berbagai Negara, dari Afganistan sampai Belanda

Tahukah Anda ternyata bakso tersebar di penjuru dunia dengan nama dan varian yang berbeda? Di Spanyol disebut albondigas, di India menjadi kofta.


Ma'ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Penggunaan Ganja untuk Medis

8 hari lalu

Ma'ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Penggunaan Ganja untuk Medis

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta MUI mengeluarkan fatwa penggunaan ganja untuk keperluan pengobatan atau medis.


Wakil Ketum MUI: Penutupan Holywings di Jakarta untuk Hindari Kegaduhan

8 hari lalu

Wakil Ketum MUI: Penutupan Holywings di Jakarta untuk Hindari Kegaduhan

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas mengapresiasi pencabutan izin terhadap 12 gerai usaha Holywings di Jakarta. Menurutnya, penutupan ini dilakukan untuk menghindari kegaduhan yang disebabkan oleh kafe tersebut.


Hotman Paris Menemui Ketua MUI Minta Maaf soal Kasus Holywings

10 hari lalu

Hotman Paris Menemui Ketua MUI Minta Maaf soal Kasus Holywings

Hotman Paris selaku pemegang saham Holywings menemui Ketua MUI bidang Dakwah KH Cholil Nafis dan menyampaikan permintaan maaf soal promo miras


Gempa Susulan Guncang Afghanistan, 5 Tewas

12 hari lalu

Gempa Susulan Guncang Afghanistan, 5 Tewas

Gempa susulan mengguncang Afghanistan pada Jumat, 24 Juni 2022, dengan lima korban tewas dikonfirmasi oleh Pemerintah Taliban.


Korban Gempa Afghanistan Bertahan Tanpa Makanan dan Tempat Tinggal

12 hari lalu

Korban Gempa Afghanistan Bertahan Tanpa Makanan dan Tempat Tinggal

Korban selamat dari gempa Afghanistan terpaksa harus bertahan di tengah hujan tanpa makanan, tempat tinggal, dan air.